Menu
Informasi tentang Kesehatan

Anak Takut Gelap | Guesehat

  • Bagikan

Menurut penelitian, sekitar 73 persen anak-anak usia 3-12 tahun sering mengalami mimpi buruk. Mereka biasanya jadi takut gelap. Lalu, apa yang perlu Mums lakukan jika anak takut gelap?

 

Takut gelap bisa membuat anak jadi sulit tidur di malam hari. Jika kurang tidur, maka bisa mengganggu konsentrasi dan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Hal ini bisa membuatnya jadi moody dan mudah sakit.

 

Pada umumnya, rasa takut gelap ini akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan pertumbuhan anak. Namun, ada beberapa hal yang bisa Mums lakukan untuk mengurangi rasa ketakutannya. Berikut yang perlu dilakukan jika anak takut gelap!

 

Baca juga: Cara Meningkatkan Berat Badan Anak Secara Sehat
 

Lakukan Ini Jika Anak Takut Gelap

Mums bisa melakukan sejumlah hal ini juga anak takut gelap:

 

Ajak Anak Bicara dan Terima Rasa Takutnya

Ahli mengatakan bahwa rasa takut dan fobia sebaiknya diatasi sedini mungkin. Penting bagi orang tua untuk mengakui dan memahami rasa takut anak. Gunakan kata-kata seperti, ‘Mama ngerti kok Adik takut gelap.’

 

Ketika anak merasakan emosi negatif, Mums tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang rasa takut ataupun rasa khawatir kepadanya. Mums cukup menenangkannya dan memberi tahu si Kecil bahwa Mums memahaminya dan bahwa Mums akan selalu berada di sisi si Kecil.

 

Bantu Anak Melawan Rasa Takutnya

Langkah selanjutnya adalah membantu anak menghadapi fobia atau rasa takut tersebut. Rasa takut hanya akan menjadi semakin besar jika dihindari. Mums bisa mencoba melakukan pendekatan secara bertahap untuk membantu si Kecil menghadapi rasa takut terhadap gelap dengan cara mengurangi penerangan kamarnya secara bertahap. Lama kelamaan si Kecil tidak takut dengan kegelapan di waktu tidur.

 

Lakukan Aktivitas Menyenangkan dalam Kegelapan

Rasa takut anak terhadap gelap akan berkurang jika situasinya dihubungkan dengan momen-momen menyenangkan. Misalnya, Mums bisa mematikan lampu dan membacakan anak buku cerita favoritnya, atau mungkin menempelkan stiker-stiker glow in the dark di atap dan dinding kamarnya.

 

Baca juga: Tegas atau Keras kepada Anak? Sebenarnya Ada Bedanya, Lho!
 

Hindari Hal yang Memicu Rasa Takutnya

Ahli menyarankan agar anak tidak melihat gambar-gambar yang menakutkan sebelum ia tidur, karena hal tersebut bisa memicu imajinasi anak untuk membayangkan hal-hal yang menakutkan. Pastikan jika anak menonton TV sebelum tidur, Mums memantau kontennya. 

 

Anak-anak sulit membedakan antara kenyataan dan fantasi, jadi melihat karakter fiktif yang menyeramkan bisa membuatnya takut di kehidupan nyata, khususnya ketika ia berada dalam kegelapan. Apalagi, gambar-gambar menakutkan tersebut bisa menyebabkan mimpi buruk pada anak.

 

Berikan Balasan Positif

Memberikan sedikit balasan atau hadiah positif setiap kali anak mengatasi rasa takutnya terhadap gelap juga bisa mempermudah prosesnya. Anak akan merasa lebih kuat dan semangat melawan rasa takutnya. 

 

Balasan yang dimaksud bisa berupa mainan kesukaan anak. Mums juga perlu memberikan balasan positif dalam bentuk verbal, misalnya Mums bisa berkata, “Wah kemarin Adik tidur sendiri sampai pagi lho, hebat! Mama bangga, deh.” 

 

Tetap Sabar

Jika satu strategi tidak berhasil, Mums bisa mencoba strategi lain atau meminta bantuan profesional, misalnya dengan psikolog yang ahli dalam mengatasi kecemasan dan fobia pada anak. 

 

Psikolog nantinya akan memberikan rekomendasi strategi-strategi yang mungkin cocok untuk mengatasi kondisi anak takut gelap. Jika tidak berhasil, psikolog akan memberikan strategi lain. Jadi, Mums jangan menyerah, ya. Tetaplah bersikap positif dan sabar, serta terus berusaha hingga anak mengatasi rasa takutnya!

 

Baca juga: 4 Gaya Parenting dan Dampaknya pada Anak

 

Sumber:

Parents. How To Help Your Kid Overcome Their Fear of the Dark. Maret 2022.
WebMD. Fear of the Dark. Oktober 2011.



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.