Menu
Informasi tentang Kesehatan

Anak Tidak Mendengarkan Perkataan Orang Tua

  • Bagikan

Menyuruh anak untuk mendengar perkataan Mums bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Lebih sering si Kecil akan mengabaikan perkataan Mums atau malah membantah. Tahukah Mums, sebenarnya ada penyebab anak tidak mendengarkan perkataan orang tua? 

 

Supaya Mums bisa mengatasi masalah ini, Mums harus tahu nih apa saja hal yang membuat anak tidak mendengarkan perkataan orang tua.

 

Baca juga: Anak Tak Mau Makan Nasi, Pertumbuhannya Bisa Terhambat?
 

5 Hal yang Membuat Anak Tidak Mendengarkan Perkataan Orang Tua

Mums, berikut hal yang membuat anak tidak mendengarkan perkataan orang tua. Mungkin secara tidak sadar Mums melakukan hal-hal ini:

 

1. Mums memberikan terlalu banyak peringatan 

Berkali-kali berkata, “Harus berapa kali mama kasih tahu?”; atau mengatakan, “Ini peringatan terakhir, ya,” tidak akan efektif, Mums. Kalau Mums terlalu banyak memberikan peringatan, si Kecil akan membiasakan diri dengan gertakan Mums.

 

Bahkan, memberikan peringatan berulang secara tidak langsung melatih si Kecil untuk tidak mendengarkan perkataan Mums ketika dikatakan pertama kali. Katakan yang ingin Mums katakan kepada si Kecil satu kali. Jika ia tidak mendengarkan Mums, berikut peringatan dan siapkan konsekuensinya jika ia tidak mengikuti perkataan Mums.

 

2. Mums menggunakan ancaman

Ancaman seperti, “Mama gak izinin Kamu main keluar lagi ya kalau Kamu gak beresin kamar sekarang juga!” atau, “Mama akan buang semua mainan Kamu kalau Kamu gak beresin setelah dimainkan!,” tidak efektif, Mums.

 

Meskipun Mums mungkin mengatakannya karena didorong rasa frustasi, anak cepat menangkap ketika orang tuanya tidak bisa atau tidak akan memberikan hukuman. Jadi, jangan membuat ancaman yang tidak berarti ya, Mums!

 

Baca juga: Cara Mendisiplinkan Anak dengan Metode Time-Out atau Time-In
 

3. Menggunakan argumen dan bersikap keras kepala

Memang mudah masuk ke dalam argumentasi ketika si Kecil tidak mau mendengarkan perkataan Mums dan malah membantah. Tapi, semakin lama Mums meladeni argumen tersebut, semakin lama si Kecil menghindari mengikuti instruksi atau perkataan Mums.

 

Kalau Mums menyuruh si Kecil untuk membersihkan kamarnya, dan ia mengelak serta mengeluarkan perdebatan selama 20 menit, maka 20 menit tersebut sudah menjadi waktu yang terbuang sia-sia karena instruksi Mums terhambat dan tetap tidak dilakukan.

 

Jadi, jangan mudah terpancing emosi dan berdebat dengan anak ya, Mums. Siapkan konsekuensi khusus jika si Kecil tetap tidak mendengarkan perkataan Mums.

 

4. Mums tidak menyiapkan konsekuensi

Konsekuansi negatif bisa menjadi pelajaran agar anak bisa membuat pilihan yang lebih baik di masa depan. Tapi kalau Mums tidak bisa membuat konsekuensi secara konsisten, si Kecil tidak akan pernah belajar.

 

Mengancam tanpa benar-benar melakukannya, atau mengalah ketika si Kecil memohon, tidak akan efektif. Jadi, buatlah konsekuensi yang logis atau masuk akal, sehingga bisa menjadi pelajaran hidup bagi si Kecil juga. 

 

Ajari si Kecil bahwa Mums benar-benar akan melakukan apa yang Mums katakan. Pastikan konsekuensinya adil ya, Mums.

 

5. Meninggikan suara

Ketika anak tidak juga mendengar perkataan atau instruksi, banyak orang tua yang terpancing untuk meninggikan suara mereka. Namun, berteriak kemungkinan besar tidak akan memberikan hasil positif. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa berteriak di depan anak sama bahayanya dengan memukulnya. Hal ini bisa merusak hubungan dengan si Kecil, serta menurunkan peluang si Kecil mendengarkan perkataan Mums di masa depan.

 

Baca juga: Feses Anak Berwarna Putih, Apa Penyebabnya?
 

Sumber:

VeryWellFamily. 5 Reasons Your Child Doesn’t Listen the First Time You Speak. Maret 2021.
Parent J, McKee LG, Forehand R. Seesaw discipline: The interactive effect of harsh and lax discipline on youth psychological adjustment. J Child Fam Studies. 2015



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.