Menu
Informasi tentang Kesehatan

Bahaya Polusi Udara di Dalam Rumah bagi Anak

  • Bagikan

Bicara soal polusi udara, pasti Mums langsung mengaitkan udara tercemar di luar rumah. Padahal, polusi udara juga terdapat di dalam rumah lho, Mums. Ada beberapa sumber polusi udara di dalam rumah yang kerap tidak kita sadari. Apa saja, ya?

 

Bahaya Polusi Udara di Dalam Rumah bagi Anak

Meski tidak terlihat dan terasa, udara ternyata bisa saja tercemar selayaknya air. Udara yang tercemar tidak boleh dianggap remeh karena banyak penelitian mengaitkannya dengan masalah kesehatan serius, seperi asma, penyakit kardiovaskular, hingga kanker.

 

Mungkin Mums merasa sedikit tenang karena si Kecil menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam rumah. Namun, siapa sangka, polusi udara ternyata juga bisa berada di dalam rumah, lho!

 

Berdasarkan penelitian, polusi udara di dalam rumah berisiko menyebabkan masalah pernapasan pada bayi dan balita, seperti bersin-bersin, alergi, asma, infeksi pernapasan, rhinitis, eksem, dermatitis atopik, dan pneumonia.

 

Apa Saja Jenis Polusi Udara di Dalam Rumah?

Melihat dampaknya bagi si Kecil, maka Mums perlu mengetahui apa saja yang bisa mencemari udara di dalam rumah. Para ahli menyebutkan bahwa salah satu polusi udara yang paling umum ditemukan di dalam rumah adalah asap rokok. “Residu gas dan partikel dari asap rokok yang menempel menimbulkan bahaya kesehatan, terutama di ruangan yang berisi banyak kain atau karpet,” ujar pulmonology Sumita Khatri, MD.

 

Risiko kesehatan dari polusi udara yang satu ini paling tinggi menyerang anak-anak karena mereka bermain di lantai serta orang-orang yang menderita masalah jantung kronis dan paru-paru. Dokter Khatri menambahkan asap dari rokok elektrik atau vape juga terhitung sebagai polusi udara.

 

Bau zat kimia dari berbagai pembersih rumah juga terhitung sebagai polusi udara. Ini dapat mengiritasi hidung, mulut, paru-paru, maupun kulit, khususnya bagi penderita asma dan sinusitis kronis.

 

Selain itu, bau pembersih rumah yang keras dapat mengakibatkan peradangan, sehingga akan menyulitkan orang-orang yang menderita infeksi paru-paru kronis untuk sembuh. Ini juga dapat memicu alergi pada orang-orang sensitif terhadap bau zat kimia.

 

Berikut ini daftar polusi udara di dalam rumah lainnya:

  • Asap dari lilin dan dupa.
  • Bau dari alat prakarya dan alat tulis, seperti cat lukis, lem, dan tinta toner.
  • Jamur, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, dan tungau debu.
  • Asap dari kayu bakar.
  • Radon dan karbon monoksida akibat ventilasi yang buruk.
  • Nitrogen dioksida, karbon monoksida, dan formaldehida dari kompor gas yang pembuangan baunya tidak baik.
  • Bau masakan.

 

Apa yang Bisa Dilakukan?

Beruntungnya, ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk mengurangi polusi udara di dalam rumah. Berikut beberapa tipsnya!

 

  1. Hindari merokok di dalam rumah. Bahkan, sebisa mungkin berhentilah merokok.
  2. Gunakan alat prakarya atau alat tulis di ruangan yang sirkulasi udaranya baik.
  3. Pastikan terdapat ventilasi udara atau penyedot bau di area dapur.
  4. Gunakan tong sampah yang tertutup.
  5. Hindari menggunakan sepatu atau sendal dari luar di dalam rumah.
  6. Bersihkan ruangan secara berkala.
  7. Rutin mencuci karpet dan seprai.
  8. Tambahkan exhaust di kamar mandi dan dapur.
  9. Menggunakan air sterilizer.



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.