Menu
Informasi tentang Kesehatan

Balita Berteriak Waktu Tidur | GueSehat

  • Bagikan

Waktu tidur seharusnya menjadi saat beristirahat bagi si Kecil. Namun, ada kalanya tiba-tiba ia berteriak histeris hingga menangis. Jika sudah begini, menidurkannya kembali bukan hal mudah ya, Mums. Nah, kira-kira apa ya penyebab balita berteriak waktu tidur dan bagaimana cara yang tepat untuk menenangkannya? 

 

Baca juga: 5 Penyebab Anak Balita Suka Tidur Larut Malam
 

Penyebab Balita Berteriak Waktu Tidur

Tidur menjadi bagian penting dari perkembangan anak. Karena pada saat ini, otak akan memproses berbagai informasi baru. Penelitian menunjukkan bahwa tidur yang berkualitas dapat membantu perkembangan kognitif dan emosional anak. Namun, ada kalanya si Kecil merasa terganggu saat tidur. Ia dapat terbangun sambil berteriak histeris dan menangis hebat. Beberapa hal ini bisa menjadi penyebabnya:

 

1. Sedang sakit

Teriakan histeris dari si Kecil saat ia tertidur bisa disebakan oleh penyakit yang sedang ia alami, seperti pilek atau infeksi telinga. Jika merasa tidak enak badan, anak akan merasa tidak nyaman untuk tidur sendirian. Ketidaknyamanan ini bisa juga ditimbulkan karena proses tumbuh gigi, hidung tersumbat, demam, atau masalah lainnya.

 

Hal ini sangat wajar terjadi dan umumnya si Kecil akan kembali menikmat waktu tidurnya setelah kondisi kesehatannya membaik. Jika tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan dokter.

 

2. Merasa kedinginan atau kepanasan

Tidak semua anak suka menggunakan selimut saat tidur. Beberapa anak justru merasa kegerahan jika menggunakan selimut, sehingga ia tidak nyaman saat tidur. Jadi, orang tua perlu memperhatikan hal ini. Pastikan agar kamar tidur si Kecil tetap sejuk dan juga pakaian atau perlengkapan tidurnya terasa nyaman. Ketidaknyamanan hanya akan membuat anak terbangun di malam hari dan menjadi rewel.

 

3. Rasa cemas karena harus berpisah

Selama beberapa tahun pertama kehidupannya, sangat normal jika anak-anak akan melewati fase kecemasan jika harus berpisah, terutama dari kedua orang tuanya. Kecemasan ini ternyata juga bisa berpengaruh terhadap kebiasaan tidur si Kecil, di mana menyebabkan tantrum pada waktu tidur.

 

Jika hal ini yang memicu si Kecil terbiasa bangun saat tidur dan berteriak histeris, cobalah untuk lebih meyakinkan dirinya ketika Mums meninggalkan kamar tidur, bukan berarti Mums pergi menjauh darinya dalam waktu lama.

 

Sebagai awalan, Mums juga bisa membuat connecting door, yang menghubungkan kamar Mums dan si Kecil, atau memeriksa kamar anak setiap beberapa menit hingga ia tertidur. Berikan juga barang-barang yang membuatnya nyaman, seperti selimut dan boneka, sehingga ia tidak merasa sendiri.

 

4. Takut gelap

Beberapa anak tidak terbiasa dengan lingkungan yang gelap. Tak heran jika mereka akan berteriak histeris saat tidur ketika lampu kamarnya dipadamkan. Untuk mengatasi hal ini, cobalah untuk melakukannya secara perlahan, seperti dengan membiarkan pintu kamarnya terbuka sedikit, sehingga ada cahaya dari lampu lorong yang masuk ke kamarnya. Selain itu, Mums juga bisa menyalakan lampu tidur kecil dengan sinar yang tidak terlalu terang, sehingga kamarnya tidak benar-benar terasa gelap.

 

Baca juga: Agar Tumbuh Kembang Baik, Mums Harus Membiasakan Balita Tidur Sendiri
 

Tips Ketika Si Kecil Berteriak saat Tidur

Rutinitas tidur sendiri adalah hal baru untuk si Kecil. Hal ini tentunya membutuhkan waktu agar ia dapat menyesuikan diri. Sebagai orang tua, tidak perlu panik jika tiba-tiba si Kecil berteriak saat tidur. Sebaliknya, cobalah tetap tenang dan lakukan beberapa tips berikut ketika mendapati si Kecil berteriak histeris dan menangis saat tidur.

 

1. Tetapkan rutinitas sebelum tidur

Rutinitas telah terbukti dapat bermanfaat mengurangi permasalahan tidur yang sering dialami anak-anak. Rutinitas yang dapat Mums terapkan sebenarnya cukup sederhana, seperti menyikat gigi, mandi, membacakan buku, atau memberikan pelukan sebelum si Kecil tidur.

 

2. Pastikan kamar si Kecil nyaman dan aman

Aturlah suhu ruangan kamar anak agar tidak terlalu panas atau dingin. Pertimbangkan juga untuk meletakkan satu lampu tidur di kamar agar si Kecil tidak kaget dengan suasana yang terlalu gelap. Selain itu, pastikan juga agar area tempat tidur si Kecil aman. Singkirkan mainan-mainan dari kasur yang mungkin dapat membahayakan dirinya.

 

3. Pastikan semua kebutuhan si Kecil terpenuhi

Sebelum tidur, pastikan anak sudah buang air kecil, minum seteguk air, dan mendapat pelukan dari Mums dan Dads. Hal ini dapat membuatnya merasa lebih tenang saat tidur.

 

4. Hindari paparan dari gadget sebelum tidur

Awasi penggunaan gadget pada anak. Pastikan ia tidak terpapar gadget, baik melalui televisi atau telepon genggam, setidaknya dalam 1 atau 2 jam sebelum waktu tidur.

 

5. Usahakan agar anak beraktivitas fisik setiap hari

Balita memiliki banyak energi. Jadi, pastikan si Kecil menghabiskan energi tersebut dengan berbagai aktivitas fisik di pagi dan siang hari. Dengan terbuangnya energi berlebih ini, ia bisa lebih tenang saat tidur malam. Namun, hindari melakukan aktivitas fisik yang berat beberapa jam sebelum tidur karena ini justru akan membuat si Kecil tidak nyaman saat tidur.

 

Membiasakan si Kecil untuk mulai tidur sendiri tentu bukan hal mudah bagi dirinya maupun Mums. Sangat wajar jika anak mengalami masalah hingga berteriak histeris di sela-sela tidur malamnya selama masa penyesuaian ini. Namun, tak perlu panik, Mums. Dengan proses dan rutinitas yang konsisten, lama-kelamaan si Kecil akan mulai terbiasa tidur sendiri. (AS)

 

Baca juga: Memilih Tempat Tidur yang Aman untuk Bayi dan Balita
 

 

Referensi

Healthline. Help! My Toddler Is Screaming at Bedtime.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.