Menu
Informasi tentang Kesehatan

Bolehkah Bayi Digelitik | GueSehat

  • Bagikan

Melihat si Kecil tertawa saat digelitik mungkin rasanya menyenangkan ya bagi kita. Namun, tahukah Mums jika tidak semua bayi sebenarnya suka digelitik? Dengan kemampuan berbahasa yang masih terbatas, si Kecil mungkin kesulitan untuk mengungkapkan ketidaksukaannya tersebut. Yuk, kenali tanda-tandanya jika bayi tidak suka digelitik, Mums!

 

Kapan Bayi Sebenarnya Bisa Digelitik?

Pada dasarnya tidak ada batasan usia untuk mulai menggelitik bayi. Namun, akan lebih baik jika Mums mulai melakukannya setelah mereka berusia 6 bulan. Pada usia ini, bayi umumnya sudah bisa mengembangkan kemampuan mengeluarkan suara untuk mengekspresikan kebahagiaan atau ketidaknyamanannya.

 

Meski tidak diketahui secara pasti apakah bayi memahami gelitikan dan pada usia berapa ia mulai mengembangkan rasa geli, penelitian menunjukkan bahwa bayi cukup sensitif terhadap sentuhan.

 

Pada usia di atas 6 bulan, bayi sudah dapat mengetahui secara akurat bagian tubuh mana yang disentuh orang lain. Namun, sensitivitas ini secara bertahap akan mulai memudar seiring pertambahan usia, sehingga gelitik tidak akan menjadi overstimulasi pada bayi di atas usia 6 bulan.

 

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kontak Kulit Penting untuk Bayi Baru Lahir
 

Apa Saja Tanda-tanda Bayi Tidak Suka Digelitik?

Sama halnya dengan orang dewasa, tidak semua bayi senang digelitik. Bayi yang tidak suka digelitik akan merasa terganggu dan detak jantungnya akan meningkat secara signifikan. Selain itu, ada beberapa tanda lain yang akan ia tunjukkan, seperti:

– Mengeluarkan air mata.

– Memunculkan suara ketidaksukaan.

– Mendorong tangan yang menggelitik agar menjauh.

– Mencoba untuk berguling.

– Merangkak untuk menghindar.

– Tawa yang terlalu kuat saat digelitik bisa membuat napas bayi lebih berat dan terengah-engah.

 

Hindari Menggelitik Bayi saat Kondisi Ini!

Selain memperhatikan tanda-tanda bayi tidak suka digelitik, hindari juga menggelitik bayi pada beberapa kondisi berikut:

– Sedang sakit.

– Selama dan setelah menyusui karena bisa membuat bayi tersedak atau muntah.

– Saat mengantuk atau sedang tidur.

– Memiliki kondisi medis atau keterbatasan fisik tertentu yang memengaruhi kemampuannya untuk berkomunikasi.

 

Baca juga: Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Jelas?
 

Dampak Menggelitik bagi Otak Bayi

Menggelitik memunculkan reaksi sensorik yang kompleks melalui sentuhan. Hal ini dapat memberikan efek pada otak bayi. Saat menggelitik, umumnya sentuhan ini disertai dengan efek kejutan.

 

Otak kita sebagian besar dapat memprediksi respons terhadap suatu sensasi dan menanganinya dengan baik. Namun, ketika seseorang digelitik, sulit bagi otak untuk memprediksinya. Akibatnya, akan timbul sensasi geli yang mengagetkan. Bandingkan ketika kita menggelitik diri sendiri, tidak ada unsur kejutan, sehingga kita tidak merasa geli.

 

Sensasi geli setelah digelitik dikaitkan dengan mekanisme pertahanan tubuh yang mirip dengan rasa sakit atau gatal. Di mana hal ini berfungsi untuk memperingatkan orang tersebut. Pada kebanyakan orang, area kulit di atas perut, bawah lengan, dan telapak kaki biasanya paling sensitif ketika digelitik.

 

Mitos Menggelitik Bayi

Meski tampak menyenangkan, yuk ketahui dulu mitos-mitos seputar menggelitik bayi terhadap perkembangannya!

 

1. Menggelitik bayi dapat membantunya lebih cepat berbicara

Nyatanya, menggelitik bayi hanya akan memunculkan reaksi tawa. Menggelitik bayi secara lembut memang dapat meningkatkan bonding secara fisik, tetapi tidak dapat merangsang kemampuan berbicara bayi.

 

2. Menggelitik dapat menyebabkan bayi gagap

Tidak ada bukti kalau menggelitik dapat menyebabkan bayi gagap. Gagap dapat terjadi pada balita karena berbagai alasan, termasuk adanya riwayat genetik atau keluarga. Jadi, jika Mums menemukan adanya tanda-tanda bayi mengalami kegagapan, segera konsultasikan dengan dokter atau terapis bicara anak.

 

3. Menggelitik berfungsi sebagai latihan fisik untuk bayi

Menggelitik memang membuat seseorang tertawa. Tawa yang timbul ini dapat membakar kalori. Namun, kalori yang terbakar saat si Kecil tertawa tidak bisa disamakan dengan kalori yang keluar saat ia berolahraga karena jumlah kalori yang terbakar saat tertawa sangatlah sedikit.

 

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Mums ketahui jika ingin menggelitik bayi. Meski tampak menyenangkan ketika melihat si Kecil tertawa saat digelitik, ingatlah bahwa tidak semua bayi senang digelitik. Jadi, pahami tanda-tandanya ya, Mums! (AS)

 

Baca juga: Kenali 3 Jenis Temperamen Bayi Berikut!

 

 

 

Referensi

Mom Junction. Is It Safe or Harmful to Tickle Babies?.

Parenting First Cry. Can You Tickle Babies? Safety, Myths And Alternative Ways To Make Them Laugh.

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.