Menu
Informasi tentang Kesehatan

Dampak Konsumsi Susu Berlebihan pada Balita

  • Bagikan

Susu merupakan salah satu asupan nutrisi yang baik bagi si Kecil. Dalam segelas susu terkandung protein, lemak, potasium, vitamin D, dan kalsium yang dapat mendukung tumbuh kembang anak agar lebih optimal.

Namun, dengan rasanya yang nikmat, beberapa anak mungkin jadi lebih menyukai susu dibanding makanan lainnya. Akibatnya, jumlah susu yang dikonsumsi pun lebih dari jumlah yang direkomendasikan. Nah, kira-kira adakah dampak dari konsumsi susu yang berlebihan pada balita ini? Yuk, cari tahu, Mums!

 

Baca juga: Alasan si Kecil Tak Mau Minum Susu
 

Berapa Jumlah Susu yang Direkomendasikan untuk Balita 1 Tahun?

Sejak lahir hingga tahun pertama bayi, ASI atau susu formula merupakan minuman yang sempurna untuk bayi. Pasalnya ASI atau susu formula memiliki kandungan keseimbangan yang ideal antara lemak dan nutrisi, sehingga jenis susu ini dapat diterima dengan baik oleh pencernaan bayi.

Selanjutnya, memasuki usia 1 tahun ke atas, barulah anak bisa diperkenalkan dengan jenis susu lain, seperti susu sapi. Susu sapi menawarkan manfaat nutrisi yang lebih signifikan untuk usia tersebut, di mana terdapat kandungan protein, kalsium, potasium, dan vitamin D yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita.

Beberapa balita mungkin tidak terlalu menyukai susu sapi pada awalnya. Oleh karena itu, untuk memperkenalkannya, cobalah untuk mencampur susu sapi dengan ASI atau susu formula terlebih dulu. Secara bertahap, tingkatkan rasio sampai akhirnya si Kecil bisa mengonsumsi susu sapi saja.

Apabila si Kecil menunjukkan adanya tanda-tanda intoleransi terhadap susu sapi, maka Mums dapat menggantikannya dengan jenis susu lain, seperti susu kedelai. Namun, sebaiknya hindari jenis susu almond, oat, atau kelapa. Susu-susu jenis ini biasanya tidak mengandung protein sebanyak susu sapi dan kedelai, serta tidak diperkaya dengan kandungan vitamin D dan kalsium.

Ada pun jumlah susu sapi yang direkomendasikan untuk balita usia 1-3 tahun adalah sekitar 350-400 ml. Jumlah ini hampir setara juga dengan 3 porsi makanan olahan susu setiap hari. Oleh karena itu, pastikan Mums memperhatikan jenis makanan lain yang dikonsumsi si Kecil, ya. Jika memang si Kecil mengonsumsi makanan lain yang juga mengandung susu, maka batasi porsi minum susunya setiap hari.

 

Baca juga: Kenali dan Kendalikan Alergi Susu Sapi pada Anak
 

Dampak Konsumsi Susu Berlebihan

Meski susu memiliki banyak manfaat untuk tumbuh kembang si Kecil. Namun, jumlah konsumsinya tetap perlu dibatasi. Konsumsi susu yang berlebihan bisa memberikan dampak yang negatif pada anak. Berikut beberapa dampak konsumsi berlebihan bagi balita.

 

1. Sembelit

Salah satu masalah umum yang terjadi ketika anak-anak terlalu banyak minum susu adalah sembelit. Hal ini dapat terjadi karena susu memang mengenyangkan, tetapi tidak mengandung serat. Oleh karenanya, jika anak terlalu banyak minum susu dan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung serat, mereka sangat mudah mengalami sembelit.

 

2. Anemia susu

Balita yang minum susu dalam jumlah berlebihan juga berisiko mengalami anemia defisiensi besi. Sekali lagi, hal ini bisa terjadi karena susu hanya mengandung sedikit zat besi, sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh si Kecil. Apabila anemia yang dialami parah, maka suplemen zat besi mungkin akan diperlukan.

 

3. Kebiasaan makan yang buruk

Kekhawatiran lain yang sering dikaitkan dengan konsumsi susu yang terlalu banyak adalah asupan kalori berlebih. Kalori ekstra ini biasanya menyebabkan anak merasa kenyang dan tidak mau mengonsumsi makanan bergizi lainnya. Atau jika si Kecil masih memiliki minat untuk mengonsumsi makanan berat, maka kalori ekstra ini bisa menyebabkan penambahan berat badan.

Perlu diketahui, jika seorang anak minum 32 hingga 48 ons susu saja setiap hari, dengan perkiraan per ons susu mengandung 19 kalori, maka anak akan memperoleh sekitar 600-900 kalori hanya dari susu. Jumlah ini setara dengan 50-65% dari perkiraan 1.300 kalori yang dibutuhkan balita setiap hari. Jadi, jika ia masih harus mengonsumsi makanan yang lainnya, maka potensi mengalami obesitas bisa terjadi.

 

Baca juga: Susu Kedelai untuk Anak Hambat Tumbuh Kembang, Hanya Mitos!
 

 

Referensi

Healthline. How Much Milk Does a Toddler Need?.

Very Well Family. How Much Milk Should a Toddler Drink?.

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.