Menu
Informasi tentang Kesehatan

Manfaat dan Bahaya Tidur Tengkurap bagi Bayi

  • Bagikan

 

Menurut American Academy of Pediatrics, bayi baru lahir memang sebaiknya tidur telentang dan tidak tengkurap atau miring. Namun, setelah usianya menginjak 12 bulan atau lebih, posisi tidur tengkurap ternyata memiliki beberapa manfaat juga bagi bayi. Apa saja manfaat tidur tengkurap untuk bayi dan apa bahayanya jika bayi terlalu cepat diajak tidur tengkurap? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

 

Baca juga: Kok Bisa ya, Bayi Tersenyum Saat Tidur?
 

Manfaat Tidur Tengkurap bagi Bayi

Tidur tengkurap memang baru disarankan ketika bayi berusia 12 bulan atau lebih. Sementara, untuk bayi prematur, tidur tengkurap harus disesuaikan lagi dengan usia koreksinya. Kunci dari membiasakan bayi tidur tengkurap sebenarnya adalah ketika ia sudah dapat menggerakkan tubuhnya sendiri secara leluasa, baik untuk kembali dalam posisi telentang atau tengkurap.

Nah, selain menjadi tonggak perkembangan baru bagi bayi. Tidur tengkurap juga memiliki sejumlah manfaat lho, Mums. Berikut di antaranya.

 

1. Bayi merasa lebih nyaman

Ketika bayi menemukan posisi baru saat tidur seperti tengkurap, sangat besar kemungkinan mereka menyukainya. Bagi sejumlah bayi, posisi ini terbilang lebih nyaman dibanding tidur dalam posisi telentang.

 

2. Siklus tidur yang lebih lama

Joan Becker Friedman, RN, Konsultan Tidur Anak bersertifikat di Milwaukee, Pea Pod Sleep Consultants Wisconsin, mengatakan bahwa bayi yang secara alami tidur dalam posisi tengkurap cenderung tidur lebih lama. Penelitian juga menunjukkan bahwa bayi prematur yang sudah dapat tidur tengkurap memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibanding jika ia tidur dalam posisi telentang.

 

Baca juga: Bayi Berkeringat saat Tidur, Apakah Normal?
 

Bahaya Jika Bayi Dipaksa Tidur Tengkurap Sebelum Waktunya

Seperti disebutkan sebelumnya, posisi tengkurap disarankan jika bayi sudah menginjak usia 1 tahun ke atas atau ketika bayi sudah mampu bergerak leluasa untuk berbalik. Namun, jika posisi ini diterapkan kepada bayi sebelum waktunya, maka ada beberapa risiko yang mungkin bisa terjadi, antara lain:

 

1. SIDS (Sudden Infant Death Syndrome)

Meskipun tidur tengkurap belum terbukti secara langsung menyebabkan SIDS, tetapi membiarkan bayi yang belum waktunya tidur tengkurap berada pada posisi ini sangat berisiko bagi keselamatannya.

Namun, tidur tengkurap dalam waktu sebentar atau tidak lebih dari 30 menit dan dalam pengawasan bisa membantu bayi meningkatkan kekuatan leher, bahu, dan punggungnya.

 

2. Mati lemas

Membiarkan bayi tidur tengkurap dan belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan tubuhnya sangat berbahaya dan berisiko mati lemas. Pasalnya, ketika bayi berguling dan menekan bagian perut, saluran udara juga akan tertekan. Dalam waktu yang lama, hal ini dapat menyebabkan bayi kesulitan bernapas dan akibatnya mati lemas. Oleh karenanya, para dokter anak sangat merekomendasikan agar saat tidur bayi sebaiknya berada dalam posisi telentang atau menyangga bayi pada posisi miring.

 

3. Menghirup karbon dioksida

Saat bayi tidur dalam posisi tengkurap, ia akan menghirup kembali udara yang terperangkap di tempat tidur atau di sekitarnya. Hal ini dapat menyebakan penumpukan karbon dioksida dan rendahnya kadar oksigen pada paru-paru bayi. Akibatnya, dalam beberapa kasus, bayi akan kesulitan bernapas dan memicu terjadinya SIDS.

 

4. Suhu tubuh yang meningkat

Penelitian menunjukkan bahwa tidur tengkurap dapat menghambat kemampuan dalam mengatur suhu dan melepaskan panas, terutama pada bayi dengan riwayat berat badan lahir rendah. Akibatnya, bayi akan merasa kepanasan dan menjadi pemicu SIDS.

 

5. Obstruksi saluran udara atas

Banyak orang tua berpikir bahwa bayi yang tidur tengkurap cenderung tidak mengalami aspirasi. Aspirasi adalah kondisi di mana bayi secara tidak sengaja menghirup cairan ke dalam paru-paru ketika mereka mengeluarkan liur.

Namun, peneliti justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Posisi telentang lah yang sebenarnya ideal dan mencegah bayi mengalami aspirasi.

 

Pada usia yang tepat, membiarkan bayi tidur tengkurap memang memiliki banyak manfaat. Namun, jangan sampai memaksakan ketika usia bayi belum cukup atau saat kemampuan untuk membalikkan tubuhnya masih terbatas. Pasalnya, hal ini sangat berisiko untuk keselamatan bayi. (BAG)

 

Baca juga: Berbahayakah Bayi Tidur Terlalu Lama?

 

 

Referensi

Very Well Family. When Can My Baby Sleep on Their Stomach?.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.