Menu
Informasi tentang Kesehatan

Penyebab Bayi Sulit Jauh dari Ibu

  • Bagikan

Kehadiran si Kecil dalam keluarga tentu membawa warna baru dalam kehidupan Mums. Tak heran jika rasanya Mums ingin selalu berada di dekatnya. Meski begitu, ada kalanya pula Mums harus meninggalkan si Kecil selama beberapa saat untuk melakukan akivitas lain.

 

Namun, bagaimana jika si Kecil justru tidak mau ditinggal oleh Mums dan ingin selalu berada di dekat Mums? Wah, mungkin cukup merepotkan, ya. Nah, untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini beberapa tips yang bisa Mums lakukan jika si Kecil sulit berpisah dari Mums.

 

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kontak Kulit Penting untuk Bayi Baru Lahir
 

Mengapa Bayi Selalu Ingin Dekat dengan Ibunya?

Secara biologis, bayi cenderung lebih dekat dengan sang Ibu. Alasan utamanya tentu saja karena sejak lahir, ibu lah yang memiliki peran besar dalam mencukupi kebutuhan nutrisinya. Terlebih lagi bagi bayi yang menerima ASI eksklusif, mereka akan sangat tergantung pada ibunya untuk dapat memperoleh makanan setiap waktu.

 

Bayi juga cenderung lebih dekat dengan sang Ibu karena sudah terbiasa mendengar suara ibunya sejak dalam kandungan. Bahkan, setelah lahir, bayi sudah dapat mengenali ibunya dari wanita lain melalui penciuman.

 

Pada Usia Berapa Biasanya Bayi Selalu Ingin Dekat dengan Ibunya?

Umumnya, bayi yang disusui ingin lebih dekat dengan ibunya di awal kehidupannya. Periode ini adalah saat bayi masih membutuhkan asupan makanan dari Mums, sehingga sebagian besar waktunya dihabiskan bersama Mums. Hal ini tidak jauh berbeda dengan pada bayi yang diberikan susu melalui botol. Mereka tetap merasa ingin selalu dekat dengan ibunya dibanding ayahnya.

 

Baca juga: Kapan Bayi Bisa Melihat Sekitarnya dengan Jelas?
 

Tips Jika Si Kecil Sulit Berpisah dari Ibu

Meski masa-masa ini sangat normal terjadi pada bayi, tak bisa dipungkiri jika hal ini terkadang juga bisa menghambat aktivitas Mums. Nah, untuk mengatasinya, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

 

  1. Pahami bahwa kondisi itu sepenuhnya normal

Kebanyakan orang tua akan melalui fase ini ketika anak mereka masih bayi. Hal ini disebabkan ketergantungan dan bonding yang kuat dengan ibu. Akan tetapi, seiring pertambahan usia, anak akan mulai mengenali dunia sekitarnya dan membuka diri untuk dekat dengan orang-orang selain ibunya.

 

Perlu diingat bahwa keengganan bayi untuk bersama orang lain selain ibu bukan karena ia tidak suka dengan orang tersebut. Itu hanyalah naluri si Kecil untuk bertahan hidup karena merasa hanya ibunya lah yang bisa memberinya makan.

 

  1. Sabar

Bayi tidak akan terus menempel pada ibu selamanya. Saat dunianya semakin berkembang, orang pertama yang kemudian akan disukainya adalah satu-satunya orang yang paling ia kenal, yaitu Dads. Sampai waktu itu tiba, orang tua harus benar-benar sabar dan tidak perlu memaksa. Jadi, untuk Dads, mohon bersabar ya sampai si Kecil mau digendong dan bermain bersama Dads!

 

  1. Mulai lakukan penyesuaian

Dalam waktu 3 bulan pertama setelah kelahiran, sangat wajar jika bayi hanya ingin berada di dekat Mums. Namun, saat ia tumbuh lebih besar, inilah saatnya untuk membiasakan si Kecil digendong oleh Dads. Selama masa penyesuaian ini, biarkan Dads yang memegang kendali sepenuhnya dengan si Kecil, termasuk ketika ia rewel.

 

  1. Pillih waktu yang tepat

Bayi memiliki suasana hati yang tidak bisa ditebak pada saat-saat tertentu. Nah, di saat suasana hatinya baik, inilah saatnya Dads bisa melakukan bonding dengan si Kecil.

 

  1. Libatkan Dads dalam kegiatan yang disukai si Kecil

Seiring pertambahan usia, si Kecil akan sangat senang ketika diajak pergi ke luar untuk melakukan aktvitas menyenangkan. Nah, kali ini berikan ruang bagi Dads untuk lebih banyak berinterasi dengan si Kecil ketika berjalan-jalan.

 

Jika si Kecil masih membutuhkan ASI, Dads bisa bantu menyuapi ASIP kepada si Kecil. Cara ini juga dapat memberikan pemahaman kepada si Kecil bahwa ia masih dapat menyusu tanpa harus dengan Mums.

 

  1. Gendong si Kecil dengan baju Mums

Bayi dapat mengenali ibunya hanya melalui aroma tubuh. Maka dari itu, Dads bisa coba menggendong si Kecil dengan menyampirkan pakaian Mums di bagian pundak. Dengan adanya aroma tubuh Mums, bayi akan merasa tetap tenang ketika digendong oleh Dads.

 

  1. Buatlah si Kecil tertawa

Bonding membutuhkan waktu bersama dan emosi positif. Karenanya, semakin sering Dads berada di dekat bayi saat ia senang, semakin besar bonding yang terjalin. Salah satu cara untuk membangkitkan emosi positif si Kecil adalah dengan membuatnya tertawa.

 

  1. Manfaatkan waktu tidur

Sebagian besar bayi hanya ingin tidur ditemani ibunya. Namun, tak ada salahnya jika sesekali Dads ikut tidur bersama. Lama-kelamaan bayi akan mulai mengenali aroma tubuh Dads dan terbiasa dengannya.

 

  1. Konsisten

Sering kali Dads merasa frustasi ketika si Kecil rewel saat digendong oleh Dads. Namun, jangan langsung putus asa. Dads harus membiasakan diri menangani si Kecil ketika berada di posisi tersebut. Untuk Mums, jangan langsung mengambil alih menenangkan si Kecil karena ini hanya akan membuatnya semakin tergantung dengan Mums.

 

  1. Biarkan ayah menghabiskan waktu sendiri dengan si Kecil

Saat bayi terbiasa dengan ayahnya, mulailah berlatih untuk meninggalkan si Kecil hanya dengan ayahnya selama beberapa saat. Selain dapat melatih kebiasaan baru untuk si Kecil, Mums juga dapa melakukan me time.

 

Keinginan si Kecil untuk selalu dekat dengan ibunya adalah hal yang sangat wajar. Namun, seiring perkembangannya, ia juga harus diperkenalkan dengan sosok anggoa keluarga lain. Oleh karena itu, Mums dapat mulai mencoba beberapa tips di atas agar si Kecil tidak lagi selalu bergantung dengan Mums. (AS)

 

Baca juga: Kenali 3 Jenis Temperamen Bayi Berikut!
 

 

Referensi

First Cry Parenting. “Effective Tips to Deal With When Baby Only Wants Mom”.

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.