Menu
Informasi tentang Kesehatan

Risiko Sering Stres Di Masa Muda

  • Bagikan

Sebagai masa transisi, masa muda memang tahap yang sangat krusial dalam pertumbuhan seseorang. Di masa ini, seseorang seringkali menghadapi konflik dalam diri sendiri maupun dengan lingkungannya. Di bawah situasi seperti itu, banyak orang yang mengalami stres. Belum lagi ditambah dengan stres akibat pelajaran dan tugas yang menumpuk di sekolah atau di kampus bagi para remaja dan tugas kantor bagi mereka yang memasuki tahap awal masa dewasa.

 

Stres di masa muda memang bisa hilang dengan sendirinya. Namun, tahukah Kamu bahwa untuk pria, mudah stres di masa muda meningkatkan risiko terkena tekanan darah tinggi di masa tua? Tentu hal ini harus diwaspadai, apalagi jika seorang pria memiliki faktor risiko diabetes. Bisa-bisa di masa tua memiliki dua penyakit berbahaya ini sekaligus!

 

Baca juga: Masih Muda Kok Darah Tinggi? Ini Penyebab Hipertensi Usia Muda!

 

Sering Stres Di Masa Muda, Berisiko Hipertensi

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mereka yang sering mengalami stres di masa muda, pada usia 18 – 35 tahun, berisiko memiliki hipertensi di masa tua. Risiko akan meningkat 3 kali lipat jika mereka juga mengalami kegemukan di masa muda. Hipertensi di masa tua dapat berujung pada serangan komplikasi seperti penyakit jantung atau stroke.

 

Sebelumnya, para peneliti sudah menemukan hubungan erat antara antara stres dan tekanan darah tinggi. Namun, ini adalah kali pertama penelitian difokuskan pada dampak stres di masa muda terhadap risiko tekanan darah tinggi di masa tua.

 

Para peneliti menggunakan data lebih dari 1,5 juta pria berumur 18 tahun yang melaksanakan wajib militer di Swedia dari tahun 1969 sampai 1997. Perkembangan seluruh pria dalam penelitian tersebut ditindaklanjuti. Mereka juga diperiksa jika terbukti terkena tekanan darah tinggi sampai tahun 2012, dimana yang tertua sudah berumur 62 tahun.

 

Pada awal penelitian, tidak satupun dari para pria tersebut memiliki tekanan darah tinggi. Sebagai bagian dari pemeriksaan dan penelitian medis, para peneliti menyediakan psikolog profesional untuk setiap pria.

 

Baca juga: Punya Hipertensi, Berikut 5 Cara Mengelola Hipertensi

 

Tugas psikolog profesional dalam hal ini adalah untuk mengamati cara para pria tersebut menangani masalah saat berada di bawah tekanan selama menjalani wajib militer. Ketahanan stres mereka diukur berdasarkan wawancara sekitar 20 – 30 menit.

 

Dalam wawancara itu, para psikolog tidak hanya mengamati bagaimana para pria tersebut menangani tuntutan psikologis militer, namun juga konflik-konflik dan tanggung jawab yang mereka alami di sekolah, di rumah, dan di tempat kerja.

 

Hasil penelitian jangka panjang tersebut adalah, sebanyak 93,028 pria dari tahun 1969 sampai 2012 didiagnosis mengidap tekanan darah tinggi. Rata-rata umur para pria tersebut saat penelitian dihentikan adalah 47 tahun. Sementara itu, rata-rata ketika mereka didiagnosis adalah 49 tahun.

 

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa para pria yang memiliki ketahanan stres rendah saat berumur 18 tahun memiliki 43% risiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi di masa tua dibandingkan mereka yang memiliki ketahanan stres tinggi. Bahkan, tingginya risiko tersebut tetap sama meski faktor lain seperti riwayat hipertensi di keluarga diabaikan.

 

Dalam penelitian tersebut juga ditemukan bahwa para pria dengan ketahanan stres rendah yang juga mengalami kegemukan saat berusia 18 tahun memiliki risiko terkena tekanan darah tinggi di masa tua sebanyak tiga kali lipat dibandingkan dengan pria yang memiliki berat badan normal.

 

Meski sangat meyakinkan, para peneliti menekankan bahwa penelitian tersebut hanya bersifat observasi. Artinya, belum ada kesimpulan pasti yang bisa ditarik terkait penyebab dan hubungan antara stres dan hipertensi tersebut.

 

Baca juga: Ingin Jantung Sehat, Jangan Percaya Mitos Seputar Penyakit Jantung

 

Namun, dengan adanya penelitian ini para peneliti ingin agar mereka yang masih berada dalam tahap masa muda untuk berhati-hati dengan keadaan stres. Menurut para peneliti tersebut, jika hasil penelitian itu sudah dapat dikonfirmasi lebih jauh, maka tentunya akan sangat membantu dalam mengetahui pencegahan efektif hipertensi di masa tua. 

 

Meski penelitian lebih jauh masih dibutuhkan untuk mengukuhkan hasil peneltian tersebut, Kamu tetap harus berhati-hati. Untuk mengurangi risiko terkena tekanan darah tinggi di masa tua, lebih baik Kamu mulai menghindar dari stres berlebihan sejak saat ini. Jangan lupa untuk mencegah kegemukan dengan terus beraktivitas secara aktif dan mengkonsumsi makanan sehat bernutrisi seimbang.

 

Baca juga: Obat Hipertensi Herbal dr. Zaidul Akbar, Apa Saja Bahannya?

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.