Menu
Informasi tentang Kesehatan

Stranger Anxiety pada Bayi | GueSehat

  • Bagikan

Saat baru lahir, si Kecil mungkin tampak tidak keberatan ketika dipindah-pindahkan dari satu tangan ke tangan orang lain. Namun, seiring pertambahan usia, tidak jarang mereka tampak ketakutan bahkan menolak saat bertemu orang lain. Kondisi inilah yang disebut dengan istilah stranger anxiety. Kira-kira apa sih yang menyebabkan stranger anxiety pada bayi ini? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam ulasan berikut!

 

Apa Itu Stranger Anxiety?

Stranger anxiety adalah kondisi di mana bayi merasa kesulitan atau tidak nyaman saat bertemu dan ditinggalkan bersama orang lain yang tidak dikenalnya. Stranger anxiety sebenarnya merupakan tahapan perkembangan normal bayi yang biasanya dimulai sekitar usia 6 hingga 8 bulan. Kondisi ini bisa mencapai puncaknya di usia 12 hingga 15 bulan dan kemudian berkurang secara bertahap ketika si Kecil semakin bertumbuh.

Stranger anxiety berkembang karena adanya rasa cemas yang dialami bayi ketika mereka menyadari hubungan yang mereka miliki dengan orang baru tidak sedekat seperti hubungan mereka dengan orang-orang yang sering ditemuinya. Akibatnya, bayi akan merasa tidak nyaman dan berusaha menunjukkan ekspresi ketidaksukaannya dengan menangis atau memberontak.

 

Baca juga: Kurang Waktu Bermain Membuat Anak Mudah Cemas dan Depresi
 

Perbedaan Stranger Anxiety dengan Separation Anxiety

Stranger anxiety dan separation anxiety seringkali terjadi pada rentang usia yang hampir sama. Namun, sebenarnya kedua kondisi ini merupakan tonggak perkembangan yang berbeda.

Stranger anxiety lebih mengacu pada kesulitan bayi saat bertemu atau ditinggalkan bersama orang yang tidak dikenalnya. Sementara, separation anxiety mengacu pada kecemasan bayi karena ditinggalkan sendiri atau dipisahkan dari orang tua atau pengasuh mereka.

Jadi, jika si Kecil tampak cemas dan rewel ketika ditinggalkan oleh kakek atau atau pengasuh mereka, kemungkinan besar si Kecil mengalami separation anxiety. Sedangkan, jika bayi memperlihatkan kecemasan ketika ia didekati oleh orang yang tidak dikenal atau ditinggalkan dengan orang yang asing baginya, kemungkinan ia mengalami stranger anxiety.

 

Tanda-tanda Bayi Mengalami Stranger Anxiety

Tanda-tanda yang ditunjukkan bayi ketika mengalami stranger anxiety bisa berbeda instensitas dan durasinya. Beberapa bayi ada yang mengungkapkan rasa cemasnya dengan reaksi seolah ‘membeku’ di lengan Mums ketika digendong. Mereka juga kerap menunjukkan ekspresi ketakutan saat orang asing tersebut berada di sekitarnya.

Sementara ada pula beberapa bayi lain yang menunjukkan kecemasannya dengan cara yang lebih jelas, seperti menangis sambil menyembunyikan wajah mereka di dada atau tubuh Mums.

Untuk bayi yang lebih besar, mereka mungkin sudah bisa menunjukkan ekspresi kecemasannya secara verbal dan bergerak untuk bersembunyi atau meminta Mums menggendongnya.

 

Baca juga: Cara Mengatasi Separation Anxiety Disorder pada Anak
 

Bagaimana Cara Mengelola Stranger Anxiety yang Dialami Si Kecil

Meski kondisi ini adalah tahapan perkembangan normal si Kecil, tetapi Mums mungkin ingin dirinya bisa mengenal orang lain yang juga ada di sekitarnya tanpa rasa takut. Nah, berikut ini ada beberapa cara yang bisa Mums lakukan untuk membantu si Kecil agar dapat mengelola rasa cemasnya ketika bertemu orang lain.

 

1. Tetap sadari bahwa setiap anak berbeda

Anak-anak akan cenderung merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dengan orang baru jika mereka memulainya sendiri. Jadi, jika memang si Kecil tampak tidak nyaman untuk berkenalan dengan orang baru, jangan paksakan dirinya. Pahamilah setiap ketakutan dan kecemasan yang dirasakan oleh si Kecil. Paksaan hanya membuat anak semakin trauma dan merasa takut untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

2. Perkenalkan orang-orang baru secara perlahan

Untuk membuat si Kecil merasa lebih nyaman ketika bertemu orang baru, cobalah untuk memperkenalkannya secara perlahan, bukan tiba-tiba. Misalnya, jika Mums berharap dapat meninggalkan si Kecil dengan pengasuh baru, maka mintalah pengasuh baru tersebut untuk menghabiskan waktu bersama keluarga Mums selama beberapa kali. Ketika si Kecil sudah merasa familiar, maka ia akan lebih mudah untuk berinteraksi dengan orang baru tersebut.

 

3. Gunakan strategi pemanasan

Ada kalanya anak merasa asing lagi dengan orang-orang yang sebenarnya sudah dikenalnya. Jika berada dalam kondisi ini, cobalah beri waktu pada si Kecil untuk menyesuaikan dirinya dahulu. Jangan langsung memintanya untuk berinteraksi dengan orang tersebut karena ini hanya akan membuat si Kecil merasa stres dan semakin sulit untuk berinteraksi.

 

4. Tetap tenang dan positif

Ketika si Kecil rewel karena bertemu dengan banyak orang baru, usahakan untuk tetap tenang dan pertahankan emosi positif. Dengan emosi positif ini, Mums dapat membantu si Kecil melalui kecemasannya. Jangan ragu juga untuk memberikan pelukan atau ciuman agar si Kecil merasa lebih nyaman.

 

5. Kelola ekspektasi orang lain

Penolakan si Kecil untuk berinteraksi dengan orang lain mungkin bisa menimbulkan rasa terluka atau kecewa dari pihak orang-orang tersebut. Maka itu, di sinilah peran Mums sangat dibutuhkan untuk membantu orang lain memahami kondisi si Kecil. Bantu mereka untuk mengerti bahwa si Kecil perlu waktu dan proses agar dapat berinteraksi lebih dekat dengan mereka.

 

Stranger anxiety atau kecemasan bayi ketika bertemu orang baru adalah proses perkembangan yang normal terjadi pada si Kecil. Tak perlu merasa khawatir karena seiring pertambahan usianya dan proses dari waktu ke waktu, kecemasan ini sebenarnya akan berkurang dengan sendirinya. (BAG)

 

Baca juga: Separation Anxiety Pada Mums

 

 

Referensi

Healthline. What Is Stranger Anxiety?.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.