Menu
Informasi tentang Kesehatan

Angin Duduk sama dengan Penyakit Jantung

  • Bagikan

Gejala utama angin duduk adalah rasa nyeri di dada yang sering digambarkan sebagai tasa tertekan, dada terasa berat,  bahkan seperti terbakar, dan diikuti sesak napas.Orang yang mengalami angina pectoris ini juga akan mengalami rasa nyeri di lengan dan menjalar ke leher, rahang, bahu, dan area punggung.

 

Sebelum serangan angin tersebut dirasakan, penderita mungkin kerap mengalami gejala yang hilang timbul, dan hanya dikira masuk angin. Misalnya, sering pusing, badan mudah lelah, kadang mual, berkeringat dingin dan sesak napas saaj berjalan atau naik tangga. 

 

Bila kamu mengalami gejala-gejala tersebut diatas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui lebih lanjut apakah kamu mengalami serangan angina.

 

Baca juga: Sayangi Jantung dengan Perhatikan 8 Hal Ini!
 

Dua Tipe Angina

Ada dua tipe angina yaitu angina stabil atau angina tidak stabil yang akan menentukan risiko serangan jantung yang mematikan. Angina stabil adalah tipe angina yang paling umum. Biasanya gejala akan muncul saat kamu melakukan aktivitas fisik atau olahraga yang berat atau mengalami stres tinggi. Gejala angina stabil biasanya berlangsung hanya beberapa menit dan akan hilang sendirinya ketika kamu beristirahat.

 

Sedangkan angina tidak stabil lebih berbahaya karena bisa terjadi saat kamu sedang santai, beristirahat atau dalam keadaan tidak terlalu aktif. Perlu di perhatikan bahwa gejala yang paling sering adalah rasa nyeri yang sangat kuat dan bertahan lama, dan mungkin bisa muncul lagi setelah menghilang. Pada kondisi ini bisa menjadi sinyal si penderita bahwa kamu akan mengalami serangan jantung mendadak. Jadi, sebaiknya segera temui dokter.

 

Baca juga: Penyebab dan Gejala Jantung Koroner

 

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap orang perlu segera ke rumah sakit apabila mengalami ciri-ciri “angin duduk” terutama jika:

  • Gejalanya semakin memburuk
  • Gejala menetap meskipun sudah istirahat atau setelah minum obat penyakit jantung.
  • Serangan berlangsung lebih lama dibandingkan biasanya
  • Gejala muncul tanpa sebab jelas

 

Di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan riwayat gejala yang dialami pasien. Umumnya, pasien akan disarankan menjalani pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) atau rekam jantung yang bertujuan untuk melihat apakah aliran darah ke jantung memang terhambat.

 

Setelah itu, pasien diminta melakukan tes ketahanan jantung (Exercise Tolerance Test) yang bertujuan mengukur daya tahan jantung saat melakukan aktivitas fisik sebelum timbul gejala angina. 

 

Bila perlu, petugas kesehatan juga akan melakukan pemeriksaan penunjang lain seperti angiografi, pemeriksaan darah, rontgen, atau CT-scan jantung. 

 

Baca juga: Serangan Jantung dan Henti Jantung, Sama atau Beda?

 

Pengobatan Angin Duduk

Pengobatan angin duduk atau angina bertujuan untuk mengurangi keparahan gejalanya dan menurunkan risiko serangan jantung. Jika gejala masih ringan atau sedang, perubahan gaya hidup bisa dilakukan dengan mengadopsi gaya hidup sehat.

 

Jika penyumbatan arteri sudah sangat besar maka bisa dilakukan pemasangan stent di pembuluh darah jantung. Prosedur ini merupakan prosedur utama dalam penanganan sumbatan pembuluh darah koroner. Prosedur ini bertujuan untuk memperlancar aliran darah dan memperlebar pembuluh darah dengan menggunakan stent atau ring jantung.

 

Adapun obat-obatan yang biasa diberikan untuk serangan angina adalah nitrat yang berfungsi melemaskan pembuluh darah yang kaku agar darah dapat mengalir dengan lancar kembali menuju jantung.

 

Untuk perawatan harian, orang dengan angina biasanya mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, dan obat untuk penyakit yang berkaitan dengan angina, misalnya hipertensi, kolesterol, atau diabetes. 

 

Pencegahan Angin Duduk

Terdapat berbagai langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk angina, antara lain:

  • Berolahraga
  • Mengonsumsi makanan yang sehat untuk jantung
  • Menghindari makanan yang berbahaya bagi jantung
  • Menjaga berat badan ideal
  • Membatasi konsumsi minuman beralkohol
  • Berhenti merokok

 

Baca juga: Waktu adalah Segalanya ketika Terjadi Serangan Jantung



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.