Menu
Informasi tentang Kesehatan

Apa itu Balanitis | Guesehat

  • Bagikan

Balanitis merupakan peradangan pada kelenjar atau kepala penis, yang bisa terjadi karena infeksi atau penyebab lain. Balanitis dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan terkadang menyakitkan, tetapi umumnya tidak serius.

 

Balanitis adalah kondisi yang paling sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. Gejala utama balanitis adalah peradangan dan nyeri di sekitar kepala penis. Perawatan yang diberikan untuk balanitis biasanya berupa  krim antijamur, antibiotik, meningkatkan kebersihan pribadi, dan sunat.

 

Di sini, kita akan membahas beberapa fakta penting seputar balanitis. Yuk, simak selengkapnya!

 

Baca juga: 5 Penyebab Penis Kemerahan, Kamu yang Mana?

 

Apa itu Balanitis, Peradangan pada Penis?

Balanitis diklasifikasikan ke dalam tiga jenis:

  • Balanitis Zoon: Ini merupakan jenis balanitis yang utama, yang biasanya menyerang laki-laki paruh baya yang tidak disunat dan menyebabkan kepala penis menjadi merah meradang.
  • Circinate balanitis: Ini adalah jenis balanitis yang terjadi sebagai akibat arthritis reaktif, sejenis arthritis yang terjadi sebagai respons terhadap infeksi di dalam tubuh. Selain peradangan dan kemerahan, circinate balanitis menyebabkan lesi kecil di kepala penis.
  • Pseudoepitheliomatous keratotik dan balanitis mika: Ini adalah jenis balanitis yang jarang terjadi dan menyebabkan kutil bersisik pada kelenjar. Ini mempengaruhi laki-laki di atas usia 60 tahun.

 

Gejala balanitis dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan-lahan. Gejala ini dapat mencakup:

  • Kepala penis mengalami iritasi dan terasa nyeri 
  • Kemerahan atau bercak merah pada penis.
  • Rasa gatal di bawah kulup.
  • Pembengkakan.
  • Area kulit yang tampak mengkilat atau putih pada penis.
  • Keputihan di bawah kulup.
  • Bau busuk.
  • Rasa sakit saat buang air kecil.
  • Luka pada penis.

 

Baca juga : Sunat Dewasa dengan Gun Stapler, Seks Lebih Memuaskan!
 

Akibat Tidak Disunat?

Balanitis dapat terjadi karena sejumlah kondisi yang mendasarinya. Penyebab balanitis yang paling umum adalah kurang menjaga kebersihan, yang lebih mungkin terjadi pada penis yang tidak disunat. Buruknya kebersihan ini dapat memicu penumpukan kulit mati, bakteri, keringat, dan kotoran lain yang kemudian memicu peradangan.

 

Infeksi Candida albicans adalah penyebab lain balanitis yang juga umum. Candida ialah jamur yang menyebabkan sariawan.

 

Penyebab lain dari balanitis yang juga cukup umum mencakup:

  • Bakteri: Bakteri dapat berkembang biak dengan cepat dalam kondisi lembap dan hangat di bawah kulup.
  • Infeksi menular seksual (IMS): Seperti virus herpes simpleks, klamidia, dan sifilis.
  • Kondisi kulit: Lichen planus, eksim, psoriasis, atau dermatitis juga dapat menjadi penyebab balanitis.
  • Iritasi: Bahan kimia, seperti deterjen dan parfum merupakan iritan yang menyebabkan balanitis.

 

Dokter biasanya mendiagnosis balanitis dengan mengamati kemerahan dan pembengkakan kelenjar. Sebagai bagian dari diagnosis, dokter mungkin meminta pasien melakukan tes yang meliputi:

  • Swab dari kelenjar untuk menguji infeksi
  • Tes urine, jika mereka mencurigai diabetes
  • Tes darah untuk menentukan kadar glukosa
  • Biopsi, di mana dokter mengambil sampel kulit yang meradang dan memeriksanya di laboratorium.

 

Baca juga: Sunat Modern Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Bayi dan Anak-anak
 

Pengobatan Balanitis

Pengobatan untuk balanitis berbeda-beda, tergantung pada penyebab balanitis. Pilihan pengobatan mungkin berupa:

  • Krim antijamur: Apabila balanitis disebabkan oleh infeksi jamur, petugas medis akan meresepkan krim antijamur untuk mengobati infeksi. Krim ini digunakan dengan dioleskan ke kepala penis seperti yang telah ditentukan.
  • Antibiotik: Jika balanitis disebabkan oleh penyakit menular seksual, dokter akan mengobati infeksi dengan pemberian antibiotik, tergantung pada jenis infeksi.
  • Meningkatkan kebersihan: Dokter akan merekomendasikan untuk sering mencuci dan mengeringkan kulup guna mengurangi risiko terjadinya balanitis kembali.
  • Manajemen diabetes: Bagi orang yang mengidap diabetes, dokter akan menunjukkan cara mengelola kondisi tersebut.
  • Sunat: Bagi orang yang mengalami balanitis berulang, dokter mungkin merekomendasikan tindakan sunat. Dokter paling sering merekomendasikan prosedur ini untuk laki-laki yang memiliki kulup yang sangat ketat.

 

Kesimpulannya, balanitis ialah peradangan pada kepala penis, yang biasanya terjadi karena kebersihan yang buruk dan penis yang tidak disunat. Kondisi ini dapat dicegah dengan membersihkan penis setiap hari. Jika balanitis terjadi secara berulang, tindakan sunat mungkin diperlukan untuk mengatasinya.

 

Baca juga: Manfaat Sunat Saat Bayi, Sebelum Usia 40 Hari
 

 

Sumber:

 Medicalnewstoday. Balanitis.

Celevelandclinic.org. Balanitis. 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.