Menu
Informasi tentang Kesehatan

Apa Itu CPD | GueSehat

  • Bagikan

Momen mendekati persalinan tentu menjadi saat-saat yang paling mendebarkan bagi Mums. Rasa gugup serta kekhawatiran terkait kemungkinan buruk selama proses melahirkan menjadi sesuatu yang sangat wajar dialami Mums.

 

Salah satu kekhawatiran yang umum dialami Mums menjelang persalinan adalah kondisi CPD atau Cephalopelvic disproportion, di mana bayi mengalami kesulitan saat melewati jalan lahir.

 

Apa Itu CPD?

CPD adalah suatu kondisi di mana kepala atau tubuh bayi terlalu besar dan tidak bisa melalui panggul ketika dilahirkan. Hal ini bisa terjadi ketika ukuran bayi terlalu besar, panggul Mums yang terlalu kecil, atau posisi bayi yang salah.

 

Kasus CPD sebenarnya jarang terjadi. Namun, kondisi ini dapat ditemukan saat serviks telah berhenti berdilatasi atau bayi tidak kunjung turun melalui panggul. Ketika tanda ini ditemukan, biasanya dokter akan merekomendasikan proses persalinan caesar.

 

Baca juga: Tips Menghadapi Rasa Takut dan Cemas Menjelang Persalinan
 

Apa Penyebab CPD?

Ada beberapa kemungkinan faktor yang menjadi penyebab terjadinya CPD, antara lain:

 

Faktor bayi:

– Ukuran. Ketika ukuran bayi lebih besar dari rata-rata, termasuk ukuran kepalanya. Risiko CPD meningkat ketika ukuran bayi lebih dari 4 kg, dan semakin tinggi lagi jika bayi berukuran lebih dari 4,5 kg.

– Posisi. Jika bayi berada pada posisi sungsang atau berbaring menyamping, itu akan memengaruhi proses persalinan.

– Penampakan kepala. Proses persalinan akan lebih mudah ketika bagian terkecil dari kepala (oksiput anterior) bergerak lebih dulu ke jalan lahir. Namun, ketika sebagian besar kepala bayi seperti dahi atau wajah yang keluar lebih dulu, maka proses bayi melewati jalan lahir akan lebih sulit.

– Kesehatan. Kondisi kesehatan tertentu pada bayi, seperti hidrosefalus, dapat menyebabkan kepala bayi lebih besar dari rata-rata.

– Jenis kelamin. Anak laki-laki cenderung lebih besar daripada anak perempuan, sehingga risiko CPD dengan anak laki-laki bisa lebih tinggi.

 

Faktor ibu:

– Adanya riwayat operasi panggul atau cedera.

– Panggul yang sempit atau memiliki variasi bentuk tertentu karena genetik.

– Kehamilan pertama.

– Memiliki kondisi diabetes, termasuk diabetes gestasional.

– Kegemukan.

– Malnutrisi.

– Memiliki riwayat persalinan caesar.

– Perawakan pendek.

– Kehamilan di usia remaja, di mana tulang panggul belum sepenuhnya terbentuk.

 

Baca juga: Manakah yang Lebih Baik, Persalinan Normal atau Caesar?
 

Apa Saja Komplikasi CPD?

Ketika ukuran bayi terlalu besar untuk melewati panggul ibu atau persalinan terjadi sangat lama, maka dapat menimbulkan berbagai komplikasi persalinan. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

– Ketuban pecah dini.

– Distosia.

– Perubahan bentuk kepala yang ekstrem.

– Prolaps tali pusat.

– Gangguan janin.

– Kerusakan pada perineum ibu.

– Cedera pada kepala bayi.

– Ruptur uteri.

– Kelahiran caesar.

 

Bagaimana Penanganan Kasus CPD?

Penanganan CPD dibagi menjadi 2 pilihan yakni dengan melanjutkan persalinan per vaginam atau beralih ke operasi caesar. Keputusan apa pun yang dilakukan tentu saja bertujuan agar persalinan tetap berjalan dengan aman.

 

Persalinan per vaginam

Bila ada kemungkinan Mums mengalami CPD, dokter mungkin masih akan memutuskan untuk mencoba persalinan per vaginam dulu. Hal ini dengan catatan dokter tetap melakukan pemeriksaan sebagai berikut:

– Pemantauan ketat terhadap kontraksi, pelebaran, dan perkembangan bayi di jalan lahir.

– Pemantauan ketat terhadap gerakan dan detak jantung bayi.

– Konfirmasi posisi bayi dan pemeriksaan vagina.

– Tes lain, seperti X-ray, USG, atau MRI untuk melihat kepala bayi dan kondisi panggul Mums.

Selama percobaan persalinan per vaginam, Mums dapat membantu membuka panggul dan mendorong bayi dengan bantuan perawat, doula, atau Dads.

Jika persalinan berjalan dengan baik, dokter mungkin masih memerlukan forceps atau vakum untuk membantu mengeluarkan bayi. Tetapi, jika masalah muncul seperti kontraksi yang tidak efektif, pelebaran dan penipisan yang lambat, tidak ada pergerakan bayi turun, atau gawat janin, dokter akan mengakhiri percobaan persalinan per vaginam dan segera melakukan operasi caesar.

 

Persalinan caesar

Bila proses persalinan terjadi sangat lama dan tidak menunjukkan adanya perkembangan, maka dokter akan merekomendasikan Mums untuk segera melakukan persalinan caesar guna menghindari komplikasi.

Secara lebih rinci, berikut beberapa alasan yang mungkin membuat Mums perlu segera melakukan persalinan caesar ketika didiagnosis mengalami CPD:

– Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya.

– Kehamilan pertama di usia yang lebih tua.

– Bayi tidak berada pada posisi yang tepat untuk dilahirkan.

– Mengalami komplikasi seperti preeklampsia.

– Bayi mengalami masalah medis.

 

CPD memang jarang terjadi selama kehamilan, namun kondisi ini terbilang serius sehingga memerlukan penanganan yang tepat. Oleh karenanya, pastikan untuk selalu melakukan pemeriksaan kehamilan rutin guna memantau perkembangan bayi dan juga kondisi Mums. (BAG)

 

Baca juga: Ini Yang Perlu Mums Persiapkan Jelang Persalinan
 

 

Referensi

American Pregnancy Association. “Cephalopelvic Disproportion (CPD)”.

Very Well Family. “Cephalopelvic Disproportion”.

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.