Menu
Informasi tentang Kesehatan

Arti Warna Pup Bayi | GueSehat

  • Bagikan

Mums pasti setuju kesehatan si Kecil adalah hal yang utama. Sayangnya, karena ia belum bisa bicara, Mums akan kesulitan untuk mengetahui apakah ia dalam kondisi sehat atau sedang merasa tidak enak badan. Namun, jangan khawatir, Mums. Mums bisa mendeteksi kesehatan bayi lewat warna pup alias fesesnya, lho. Yuk, cari tahu arti warna pup bayi!

  

Arti Warna Pup Bayi

Arti warna pup bayi menggambarkan berbagai kondisi, mulai dari usia, pola makan, hingga kesehatannya. Jadi ketika menggantikan popok si Kecil, perhatikan baik-baik ya Mums apa warna pupnya.

 

Pada bayi baru lahir, warna pup bayi cenderung hitam. Sedangkan pada bayi yang sudah lebih besar, warna pupnya cenderung kuning atau cokelat. Apa yang diasup bayi juga memengaruhi warna pupnya, lho. Ada pula warna pup bayi yang perlu diwaspadai. Berikut rinciannya.

 

Hitam

Pada bayi yang berusia kurang dari 1 minggu, pup berwarna hitam berarti ia dalam kondisi sehat. Dalam 24 jam pertama, bayi akan mengeluarkan mekonium. Bentuk feses ini padat dan berwarna hitam. Mekonium terdiri dari sel-sel, cairan ketuban, empedu, dan lendir yang tertelan oleh si Kecil selama di dalam rahim. Feses ini steril, sehingga biasanya tidak berbau.

 

Namun, setelah masa tersebut, feses bayi seharusnya tidak lagi berwarna hitam. Pasalnya, arti warna pup bayi yang satu ini menandakan adanya masalah kesehatan yang perlu Mums waspadai. Segera konsultasikan kepada dokter jika warna pup bayi masih atau tiba-tiba berwarna hitam karena ada kemungkinan terjadi perdarahan pada sistem pencernaannya.

 

Kuning

Bila warna pup bayi kuning dan ia menyusu ASI, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Bayi yang menyusu ASI cenderung memiliki feses berwarna kuning atau kuning gelap dan terdapat bintik-bintik kecil di dalamnya. Bintik-bintik tersebut berasal dari ASI dan tidak berbahaya. Selain itu, bentuknya biasanya menyerupai biji-bijian kecil.

 

Cokelat atau Oranye

Kalau si Kecil diberikan susu formula, maka Mums akan menemukan warna pupnya cokelat muda atau oranye. Bentuknya biasanya lebih padat dibandingkan dengan pup bayi yang menyusu ASI.

 

Hijau

Banyak bayi yang warna fesesnya hijau. Ada beberapa alasan mengapa bisa memiliki warna tersebut, yaitu:

  • Pencernaan bekerja lebih lambat. Umumnya, ini disebabkan bayi menyusu atau makan lebih banyak dari biasanya.
  • Mengonsumsi makanan berwarna hijau. Bila masih disusui, maka berasal dari makanan yang Mums konsumsi.
  • Menderita flu perut.
  • Mengalami alergi makanan atau intoleransi terhadap jenis makanan tertentu.
  • Antibiotik, baik si Kecil yang mengonsumsi ataupun ibu menyusui.
  • Sedang melakukan pengobatan untuk mengatasi kuning.

 

Jika berat badan si Kecil tetap meningkat sesuai grafik dan tidak terdapat gejala penyerta lain, maka Mums tidak perlu cemas.

 

Merah

Arti warna pup bayi ini kurang baik, yakni biasanya terdapat darah di dalam pup. Bisa jadi ia mengalami masalah kesehatan, bagian duburnya berdarah, atau menelan sedikit darah selama menyusu akibat puting payudara Mums berdarah atau pecah-pecah. Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dideteksi penyebabnya.

 

Putih

Jangan abaikan warna pup bayi yang tidak biasa ini. Pasalnya, arti warna pup bayi putih bisa jadi mengindikasikan terdapat masalah lever atau hati. Sekitar 80% bayi di 2 minggu pertama setelah kelahirannya akan mengalami kuning. Namun, bila setelah 14 hari ia masih mengalami kuning, maka cek warna pupnya. Bila putih atau pucat, maka bisa jadi ada masalah pada lever. Segera periksakan ke dokter.

 

Nah, begitulah beragam arti warna pup bayi. Seiring pertumbuhan, warna pup si Kecil akan berubah-ubah. Apalagi, jika ia sudah memasuki tahapan MPASI. Setiap makanan dan minuman yang ia konsumsi tentu akan berpengaruh terhadap kondisi fesesnya. Namun, bila warna pup bayi tidak biasa disertai dengan gejala lain, misalnya si Kecil rewel, tampak lesu, berat badan berkurang, dan lain-lain, maka jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter ya, Mums. (AS)

 

Referensi

MedicalNewsToday: Baby poop color: Causes and when to see a doctor



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.