Menu
Informasi tentang Kesehatan

Bayi Menangis saat Buang Air Besar

  • Bagikan

Sensasi aneh yang timbul saat buang air besar seringkali membuat bayi merasa tidak nyaman. Bahkan, tak jarang karena ketidaknyamanan ini, bayi akhirnya menangis setiap kali mereka buang air besar. Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran dalam diri Mums. Nah, kira-kira selain sensasi yang tidak nyaman, apa lagi sih penyebab bayi menangis saat buang air besar ini? Yuk, cari tahu selengkapnya berikut ini, Mums!

 

Baca juga: Penyebab Balita Menahan Buang Air Besar dan Cara Mengatasinya
 

Penyebab Bayi Menangis saat Buang Air Besar

Penyebab bayi menangis saat buang air besar biasanya disebabkan oleh belum terbiasanya mereka dengan sensasi yang ditimbulkan. Namun, ada pula beberapa kondisi medis lain yang mungkin menjadi pemicu bayi menangis saat buang air besar. Untuk lebih jelasnya, berikut urainnya.

 

1. Belum terbiasa dengan sensasi buang air besar

Di hari-hari awal kehidupan bayi, mereka mungkin lebih sering menangis saat buang air besar. Hal ini disebabkan karena bayi masih beradaptasi dengan sensasi buang air besar yang terbilang kurang nyaman. Selain itu, kondisi ini bisa juga disebabkan oleh otot perut bayi yang masih kurang berkembang sehingga sulit untuk buang air besar.

Meski tampak mengkhawatirkan, tapi Mums sebenarnya tidak perlu panik, karena ini cukup normal terjadi pada bayi. Seiring waktu dan pertambahan usianya, bayi akan perlahan-lahan terbiasa dan tidak akan menangis lagi saat buang air besar.

 

2. Sembelit

Sembelit adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada bayi. Saat sembelit, bayi mungkin akan merasa tidak nyaman saat buang air besar. Ini karena feses yang dihasilkan saat bayi mengalami sembelit cenderung lebih keras dan jadwalnya pun tidak teratur.

Apabila si Kecil mengalami sembelit, biasanya ada beberapa tanda lain yang bisa Mums kenali, seperti:

– Rewel

– Produksi air liur berlebih

– Feses yang keras dan kering

– Sakit saat buang air besar

– Sakit perut dan kembung

– Frekuensi buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam seminggu

 

3. Diskezia

Ini adalah kondisi di mana bayi mengejan dan menangis selama lebih dari 10 menit sebelum buang air besar. Saat menangis, wajah bayi juga tampak memerah hingga keunguan. Namun, pada kondisi ini, feses yang dikeluarkan biasanya tetap normal dengan tekstur lunak atau cair. Diskezia terbilang cukup umum terjadi pada bayi dan akan sembut setelah beberapa minggu.

 

4. Fisura anus

Jika bayi mengalami sembelit kronis, mereka mungkin juga akan mengalami fisura anus. Kondisi ini terjadi ketika terdapat robekan kecil pada kulit di lapisan anus atau saluran anus akibat feses yang terlalu keras saat sembelit.

Sebuah studi baru-baru ini juga menunjukkan bahwa kolik pada bayi terkait erat dengan fisura anus dan buang air besar yang menyakitkan.

 

5. Kolik

Kolik cukup umum terjadi pada bayi. Sekitar 10-40% bayi pernah mengalami kondisi ini. Biasanya, kolik akan mengalami puncaknya saat bayi berusia sekitar 6 minggu dan akan mulai hilang saat usia bayi menginjak 3 hingga 6 bulan. Saat mengalami kolik, bayi akan lebih rewel dan sering menangis. Selain itu, ada pula beberapa gejala lain yang menyertai, seperti keluarnya feses yang disertai darah, gas yang berlebihan, nyeri saat buang air besar, ruam kulit, dan muntah.

 

Baca juga: Fakta di Balik Warna Feses Bayi
 

Tips Agar Bayi Tidak Menangis saat Buang Air Besar

Walaupun beberapa kondisi bayi yang menangis saat buang air besar bukanlah masalah serius, tetapi melihatnya menangis setiap kali buang air besar rasanya menyiksa juga ya, Mums. Nah, untuk mengurangi ketidaknyamanan si Kecil saat buang air besar, berikut ada beberapa tips yang bisa Mums lakukan:

– Jika Mums masih memberikan ASI secara eksklusif, cobalah untuk mengubah pola makan Mums. Lihatlah apakah ada perubahan pada bayi saat ia buang air besar. Apabila bayi minum susu formula, pastikan juga untuk mengonsultasikan jenis susu formula yang diberikan kepada ahli laktasi atau dokter anak.

– Sertakan makanan berserat tinggi, seperti brokoli, pir, dan pisang jika bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat.

– Jaga agar bayi tetap terhidrasi.

– Pijat lembut pusar dan area perut bayi untuk membantu mengeluarkan kelebihan gas pada saluran pencernaannya.

– Letakkan kompres hangat dii perut bayi unruk membantu mereka buang air besar dengan lebih nyaman.

 

Mums, itulah beberapa penyebab bayi menangis saat buang air besar. Dalam kebanyakan kasus, menangis saat buang air besar bukanlah masalah yang serius. Namun, jika kondisi ini disertai juga dengan gejala-gejala lain, seeperti demam, kesulitan makan, atau bahkan terdapat darah dalam feses, segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebab pasti dan penanganan yang tepat. (BAG)

 

Baca juga: Cerita Mengatasi Feses Berwarna Hitam Pada Bayi
 

 

Referensi

Mom Junction. Baby Crying When Pooping: Reasons, When To Worry And Remedies.

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.