Menu
Informasi tentang Kesehatan

Bentuk Tubuh dan Pengaruhnya bagi Kesehatan

  • Bagikan

Tubuh manusia datang dalam berbagai bentuk dan ukuran. Yang paling penting bukanlah seperti apa bentuk tubuhmu, tetapi apa arti bentuk tubuh tersebut bagi kesehatan dan bagaimana kamu perlu membuat perencanaan gaya hidup agar tetap sehat.

 

Bentuk tubuh belum tentu menjadi indikator kesehatan secara keseluruhan. Namun, menyimpan lemak di berbagai area tubuh dapat menjadi prediktor kuat untuk penyakit tertentu, seperti stroke, diabetes, penyakit jantung, dan lainnya. Mengetahui bentuk tubuh dapat membantu menemukan latihan dan pola makan yang paling efektif dan membantu meningkatkan kesehatan.

 

Macam-macam Bentuk Tubuh dan Pengaruhnya bagi Kesehatan

Di sini, kita akan membahas apa saja bentuk tubuh dan risiko kesehatan yang terkait dengan bentuk tersebut.

 

1. Apel

Orang dengan tubuh berbentuk apel menyimpan lemak di bagian tengah tubuh dengan sedikit lemak di lengan, pinggul, dan kaki mereka. Secara umum, jika seseorang memiliki bentuk apel, biasanya orang tersebut memiliki rasio pinggang-pinggul yang besar, yang menunjukkan banyak lemak visceral. Ketika lemak mengelilingi organ-organ penting, ini meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh dan kemudian menyebabkan penyakit.

 

Pinggang yang lebih besar bisa jadi menandakan adanya risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Ini juga bisa berarti risiko diabetes tipe 2 yang lebih tinggi. Bahkan, meskipun orang dengan bentuk tubuh apel tidak memiliki kelebihan berat badan, mereka masih berisiko mengalami penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes daripada orang dengan pinggang lebih kecil.

 

Kamu bisa mengurangi ukuran lingkar pinggang dengan mengikuti diet sehat dan olahraga intensif. Pangkas makanan yang dapat meningkatkan gula darah, seperti gula, pizza, roti, bagel, nasi, kentang putih, dan jagung. Tingkatkan asupan buah dan sayuran. Olahraga minimal 30 menit per hari dengan latihan penguatan perut juga dapat membantu menurunkan berat badan sambil mengencangkan otot.

 

Baca juga: Bentuk Badan Mirip Buah Apel Lebih Berisiko Diabetes, Mengapa?

 

2. Pir

Orang dengan tubuh berbentuk buah pir memiliki lebih banyak lemak di pantat dan pinggul dengan sedikit lemak di bahu dan payudara. Bentuk pir dinilai lebih aman daripada apel karena lemak yang tersimpan di kaki memiliki potensi kecil untuk mencapai organ vital. Di sisi lain, orang dengan tipe tubuh ini berpotensi lebih sering mengalami masalah pembuluh darah dan persendian karena mereka menopang banyak berat badan.

 

Lemak yang menumpuk di tubuh bagian bawah bisa membandel. Jadi, meskipun kamu telah berolahraga dan menurunkan berat badan, kamu mungkin melihat lebih banyak kemajuan di perut daripada di tubuh bagian bawah. Meskipun begitu, penting bagi orang dengan tubuh berbentuk buah pir untuk rutin berolahraga dan menerapkan diet sehat. Biasakan untuk makan dengan porsi yang lebih kecil dan meningkatkan asupan sayuran, buah-buahan, dan protein rendah lemak.

 

3. Jam pasir

Bentuk tubuh jam pasir dicirikan dengan pinggul dan payudara yang berukuran sama dengan pinggang yang sempit. Selama bertahun-tahun, para ahli telah meyakini bahwa bentuk tubuh pir adalah yang paling sehat karena rasio pinggang-pinggul lebih rendah.

 

Pada orang dengan bentuk tubuh jam pasir, ketika mereka mengalami penambahan berat badan, ini tidak terkonsentrasi di satu area seperti pada tubuh berbentuk apel atau pir. Namun, kenaikan berat badan juga bisa sulit dikenali jika tidak memeriksa timbangan secara teratur. 

 

Orang yang memiliki bentuk jam pasir cenderung tidak memiliki banyak risiko kesehatan seperti yang dimiliki tipe tubuh lainnya. Namun, mereka masih dapat membawa lemak visceral di dekat organ dalam atau lemak subkutan ekstra di sekitar area perut. Jika kamu mengalami kelebihan berat badan, ini meningkatkan risiko terkena penyakit kronis seperti penyakit jantung.

 

Rutinitas olahraga terbaik untuk orang yang berbentuk jam pasir adalah yang melibatkan seluruh tubuh. Kamu juga perlu makan lebih banyak makanan rendah lemak dan tinggi serat untuk mempertahankan berat badan yang sehat.

 

Baca juga: Gen Orang Tua Terbukti Pengaruhi Ukuran dan Bentuk Tubuh Kamu

 

4. Bentuk lurus

Ada kesalahpahaman umum bahwa orang dengan tubuh lurus lebih sehat karena tidak ada area lemak yang terlihat. Hanya karena orang tersebut tidak memiliki lemak yang terlihat jelas di tempat tertentu, seperti pada tubuh berbentuk apel atau pir, bukan berarti mereka tidak memilikinya.

 

Konsep ini sering disebut sebagai “lemak kurus”, yang berarti bahwa meskipun orang tersebut tampak kurus atau memiliki Indeks Massa Tubuh yang rendah, mereka masih membawa lemak visceral di sekitar organ dalam. Kehadiran lemak ini dapat menyebabkan jenis masalah kesehatan yang sama seperti orang dengan penampilan berbentuk apel. Wanita dengan tubuh ini lebih berisiko mengalami masalah menstruasi, masalah kehamilan, kekurangan gizi, dan depresi.

 

Bagaimanapun, orang dengan tubuh lurus harus memperhatikan pola makan dan olahraga. Pasalnya, pikiran bahwa mereka tidak bisa gemuk justru meningkatkan risiko kesehatan karena mungkin membuat mereka makan sembarangan dan tidak pernah berolahraga.

 

Meskipun secara umum orang dengan bentuk tubuh tertentu memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tertentu, tapi ini bukan berarti orang dengan bentuk tubuh tertentu sudah pasti akan mengalami penyakit tersebut. Juga, bukan berarti bahwa bentuk tubuh tertentu lebih sehat daripada yang lainnya. Semua orang, apa pun bentuk tubuhnya, patut menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur untuk menjaganya tetap sehat.

 

Baca juga: Mengembalikan Bentuk Tubuh Setelah Melahirkan? Ini Dia Tipsnya!

 

 

Sumber:

Pennmedicine.org. Body shape. 

Livestrong.com. Body shape composition health.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.