Menu
Informasi tentang Kesehatan

Hipoglikemia Reaktif | Guesehat

  • Bagikan

Diabestfiends pernah dengar istilah hipoglikemia reaktif atau hipoglikemia postprandial? Hipoglikemia reaktif juga terkadang disebut sugar crash. Nah, artikel ini akan membahas lengkap tentang hipoglikemia reaktif!

 

Apa Itu Hipoglikemia Reaktif?

Hipoglikemia reaktif adalah kondisi dimana gula darah drop atau turun setelah makan. Hipoglikemia sendiri adalah istilah untuk kondisi gula darah rendah. Hipoglikemia reaktif berbeda dengan hipoglikemia biasa. 

 

Hipoglikemia saja biasanya disebut hipoglikemia puasa, yaitu terjadi karena puasa atau merupakan respon terhadap beberapa obat atau kondisi kesehatan. Sementara itu, sebaliknya, hipoglikemia reaktif terjadi setelah makan. 

 

Gejala Hipoglikemia Reaktif

Hipoglikemia reaktif bisa menyebabkan gejala beragam mulai dari ringan hingga parah. Hipoglikemia reaktif pada umumnya bukan kondisi yang berbahaya, namun bisa menjadi pertanda kondisi atau masalah kesehatan lain. 

Gejala hipoglikemia reaktif diantaranya:

  • Tubuh bergetar (tremor)
  • Rasa lapar
  • Denyut jantung cepat
  • Panik atau kecemasan
  • Sensasi kesemutan di dekat mulut
  • Berkeringat
  • Pupil melebar
  • Sensitif
  • Gelisah
  • Mual
  • Pusing

Gejala hipoglikemia reaktif yang parah:

  • Kebingungan 
  • Perubahan perilaku
  • Bicara kurang jelas
  • Penglihatan kabur
  • Kejang
  • Hilang kesadaran

 

Diagnosis Hipoglikemia Reaktif

Hipoglikemia reaktif bisa didiagnosis dengan cara mengukur jumlah glukosa di dalam darah ketika pasien menunjukkan gejalanya. Jika kadar gula darah di bawah 70 mg/dL, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien melakukan tes toleransi makan campuran (mixed meal tolerance test/MMTT).

 

MMTT dilakukan dengan memberikan pasien minuman yang tinggi protein, karbohidrat, dan lemak. Setelah itu, kadar gula darah akan dites setiap 30 menit selama lima jam. Selain glukosa, MMTT juga memantau kadar insulin dalam darah. 

 

Penyebab Hipoglikemia Reaktif

Penyebab hipoglikemia reaktif belum diketahui. Namun ada beberapa teori yang ditemukan, salah satunya kekurangan hormon tertentu. Ada pula beberapa kondisi yang diketahui dapat menyebabkan hipoglikemia non-diabetik, seperti:

  • Kekurangan enzim pencernaan pada tubuh.
  • Operasi bypass lambung
  • Penyakit Addison
  • Tumor jinak di pankreas
  • NIPHS, kondisi langka yang menyebabkan perubahan pada pankreas

 

Pengobatan Hipoglikemia Reaktif

Jika hipoglikemia reaktif disebabkan oleh kondisi medis lain, pengobatannya akan fokus pada cara mengobati kondisinya. Untuk kasus lain, pengobatannya biasanya dengan mencari tahu cara merespon kondisi hipoglikemia, kemudian melakukan perubahan gaya hidup untuk mencegah kekambuhan. 

 

Cara Mengatasi Ketika Hipoglikemia Reaktif Terjadi

Hipoglikemia reaktif dapat diredakan dengan mengembalikan kadar gula darah ke normal, caranya dengan mengonsumsi makanan atau minuman. Diabestfriends bisa melakukan aturan 15-15. Dalam aturan ini, Diabestfriends mengonsumsi 15 gram karbohidrat kerja cepat dan mengecek kadar gula darah 15 menit kemudian.

Karbohidrat kerja cepat merupakan jenis makanan atau minuman yang dengan cepat dapat meningkatkan kadar gula darah. Jika kadar gula darah masih di bawah 70 mg/dL setelah 15 menit, maka konsumsi lagi makanannya dan kembali cek kadar gula darah 15 menit kemudian.

 

Mencegah Hipoglikemia Reaktif

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hipoglikemia reaktif:

  • Mengonsumsi diet seimbang yang terdiri dari protein tanpa lemak, whole grain, sayuran, buah, dan susu rendah lemak.
  • Membatasi makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi.
  • Makan dalam porsi kecil, namun sering, dan mengandung serat serta protein.
  • Makan setiap 3 jam.
  • Olahraga rutin.

 

Sumber:

VeryWellHealth. What Is Reactive Hypoglycemia?. Maret 2022.
American Diabetes Association. Hypoglycemia (low blood sugar).

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.