Menu
Informasi tentang Kesehatan

Kerusakan Saraf Membuat Penderita Diabetes tak Merasakan Gejala Serangan Jantung

  • Bagikan

Salah satu komplikasi diabetes yang banyak ditemui adalah neuropati diabetik, atau kerusakan saraf terutama di saraf tepi (perifer). Neuroapti diabetik membuat penderita diabetes mengalmi penuruan sensasi rasa, atau merasakn nyeri yang persisten terutama di kedua kaki.

Namun, neuropati diabetik ternyata juga bisa merusak saraf di jantung sehingga penderita diabetes kurang peka dengan gejala-gejala serangan jantung, Hal ini tentu berbahaya, mengingat serangan jantung harus ditangani secepat mungkin. Mengenali gejalanya sejak awal sangat penting.

Baca juga: Cara Mencegah Kerusakan Saraf Bagi Para Wanita

Jenis-jenis Neuropati Diabetik

Lebih dari dua pertiga penderita diabetes mengalami komplikasi neuropati diabetes. Jenis yang paling umum adalah kerusakan saraf tepi, yang menyebabkan mati rasa, kesemutan atau kelemahan pada tangan dan kaki.

Tapi ada jenis lain yang lebih serius yang dapat merusak saraf di jantung, kandung kemih, usus, dan pembuluh darah. Di organ-organ ini terdapat saraf otonom, yakni saraf yang bekerja otomatis tanpa kita sadari.

Di jantung, saraf otonom membantu memompa darah. Saraf otonom di usus membantu gerakan usus, dan di kandung kemih, saraf otonom membantu mengontrol kandung kemih dan keinginan berkemih. Semua aktivitas saraf ini tidak kita sadari, karena bekerja secara otomatis.

Ketika terjadi kerusakan saraf otonom ini, tubuh terkadang tidak dapat mengatur fungsinya, seperti mengendalikan keinginan buang air kecil atau merasakan sensasi nyeri di area ini.

Pada orang dengan diabetes, hal ini tentu mengkhawatirkan. Jika neuropati menumpulkan saraf yang menuju ke jantung, maka bisa jadi orang tersebut tidak mengenali gejala penyakit jantung yang khas seperti nyeri dada.

Orang dengan diabetes kemungkinan mengalami kerusakan saraf otonom atau neuropati otonom, jika memiliki gejala-gejala ini:

– Pusing atau pingsan saat berdiri.

– Masalah kemih seperti inkontinensia atau ketidakmampuan untuk mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.

– Kesulitan seksual seperti disfungsi ereksi atau libido rendah.

– Gangguan pencernaan seperti kehilangan nafsu makan, kesulitan menelan dan mulas.

– Berkeringat terlalu banyak atau hampir tidak berkeringat sama sekali.

Baca juga: Jangan Abaikan Kesemutan Tanda Kadar Gula Tinggi

Gejala Serangan Jantung terkait Diabetes

Orang dengan diabetes harus belajar mengenali tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh. Jika merasakan sedikit tidak nyaman pada dada, jangan tunda untuk cek ke dokter. Tidak perlu menunggu sakitnya hilang sendiri.

Ingat bahwa gejala serangan jantung pun tidak hanya nyeri dada. Gangguan pencernaan yang tidak cepat berlalu terkadang merupakan tanda serangan jantung.

Akan lebih baik jika penderita diabetes rajin cek ke dokter untuk pemeriksaan rutin, minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali. Bagi Diabestfriend yang sudah terdiagnisis neuropati diabetik, harus lebih waspada dengan gejala-gejala serangan jantung berikut ini:

– Nyeri dada atau perasaan penuh.

– Mual.

– Nyeri seperti sakit maag.

– Kelelahan yang tidak biasa.

– Nyeri di rahang, leher, atau lengan kiri (terutama bagi wanita)

– Sesak napas tanpa banyak tenaga.

– Pusing.

– Tangan berkeringat atau lembap tanpa tenaga.

Baca juga: Penderita Diabetes Perlu Tahu Cara Mengatasi Serangan Jantung

Mencegah Neuropati Diabetik

Neuropati diabetik kadang memang tidak dapat dihindari pada orang dengan diabetes. Tetapi perubahan gaya hidup dapat membantu mengurangi risiko komplikasi ini pada orang dengan diabetes.

Paling utama adalah dengan menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang sehat. Caranya dengan menjaga berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan mengatur pola makan sehat. Juga, hindari merokok dan batasi asupan alkohol. Jika memiliki gejala-gejala neruropati diabetik di atas, segera temui dokte untuk mendapatkan penanganan sejak dini.

Baca juga: Mencegah Neuropati, Kerusakan Saraf Penderita Diabetes

Sumber:

Health.clevelandclinic.com. Could your diabetes be masking silent heart disease.

Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.