Menu
Informasi tentang Kesehatan

Leher Hitam Tanda Diabetes | Guesehat

  • Bagikan

Mungkin Kamu pernah dengar bahwa leher hitam tanda diabetes. Gejala diabetes itu beragam. Gejala awalnya biasanya peningkatan frekuensi buang air kecil, sering lapar, penglihatan kabur, sering lelah, sering merasa haus, infeksi jamur, dan jika ada luka di tubuh sembuhnya lama. 

 

Namun, gejala diabetes juga bisa muncul di kulit. Kulit bisa terkena dampak akibat kadar gula darah tidak terkontrol. Lalu, apakah leher hitam tanda diabetes, khususnya tanda diabetes pada kulit? 

 

Kita perlu tahu apa saja gejala diabetes, agar jika terdeteksi dini, pengobatan juga bisa dilakukan secara dini. Berikut penjelasannya!

 

Baca juga: Banyak Penderita Diabetes “Melupakan” Kondisi Jantungnya
 

Leher Hitam Tanda Diabetes?

Di masa awal munculnya penyakit, mungkin akan muncul bercak pada kulit penderita diabetes. Bercak kulit hitam ini biasanya ada di leher atau ketiak. Inilah kenapa leher hitam tanda diabetes. Bercak hitam ini bisa memiliki tekstur lembut.

 

Diabetes yang tidak terkontrol bisa menyebabkan masalah pada berbagai organ tubuh, termasuk kulit. Komplikasi atau masalah kulit akibat diabetes bisa dicegah dengan kontrol kadar gula darah yang baik. 

 

Diabetes yang tidak terkontrol bisa memengaruhi kulit secara negatif. Salah satu contohnya diabetic dermopathy, yaitu masalah kulit akibat diabetes tak terkontrol dengan gejala bercak cokelat pada kulit, biasanya pada betis. 

 

Tidak semua penderita diabetes mengalami kondisi ini. Diabetic dermopathy dialami sekitar 55% penderita diabetes. Kondisi ini lebih umum menyerang orang lanjut usia yang memiliki diabetes jangka panjang. Masalah kulit ini bisa terjadi akibat penurunan sirkulasi darah ke kulit akibat diabetes. 

 

Baca juga: Penyebab Diabetes tipe 1 pada Anak, Seperti yang Dialami Matthew White
 

Pengobatan untuk Masalah Kulit Akibat Diabetes

Masalah kulit, seperti bercak hitam atau diabetic dermopathy, umumnya tidak memiliki pengobatan spesifik. Namun, masalah-masalah kulit tersebut bisa menjadi tanda komplikasi diabetes seperti retinopati (kerusakan mata), nefropati (kerusakan ginjal), dan neuropati (kerusakan saraf).

 

Bercak hitam atau cokelat pada kulit bisa menyebabkan rasa tidak percaya diri. Hal ini bisa diatasi dengan memakai kosmetik untuk menutupinya. Jika Kamu memiliki gejala masalah kulit seperti yang disebutkan, disertai dengan gejala-gejala diabetes lainnya, sebaiknya segera periksakan ke dokter, ya. 

 

Baca juga: 4 Makanan Sehat yang Bisa Membantu Mengatasi Kecanduan Rokok
 

Masalah Kulit Lainnya Akibat Diabetes

Ada beberapa masalah kulit lain akibat diabetes yang perlu diwaspadai:

  1. Penderita diabetes memiliki risiko terkena Diabetic Bullae atau yang bisa disebut bullosis diabeticorum. Gejalanya adalah lepuhan pada kulit. Diabetic Bullae termasuk salah satu gejala khas diabetes.
  1. Banyak penderita diabetes tipe 1 yang kulitnya menjadi kaku. Kondisi ini disebut diabetic cheiroarthropathy. Kondisi ini bisa menyebabkan gerakan sendi tangan menjadi terbatas, sehingga menyebabkan kulit tangan menjadi kaku, tebal, dan kekuningan.
  1. Ada pula kondisi yang disebut necrobiosis lipoidica. Kondisi ini memiliki gejala munculnya bercak kuning pada kulit di bagian depan betis. 
  1. Penderita diabetes, khususnya yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, bisa mengalami masalah kulit dimana di bagian lipatan kulit menggelap dan menebal. Kondisi ini diduga disebabkan oleh resistensi insulin. Kondisi ini disebut acanthosis nigricans. 
  1. Selain kondisi-kondisi yang telah disebutkan di atas, penderita diabetes juga memiliki risiko terkena infeksi jamur yang bisa sembuh dan kambuh kembali, khususnya di bagian intim tubuh. 

 

Sumber:

NDTV. Diabetes Symptoms: Dark Patches On Your Skin Can Be A Sign Of Diabetes; Here’s Everything You Need To Know About Diabetes And Skin. Desember 2019.
AAD. DIABETES: 12 WARNING SIGNS THAT APPEAR ON YOUR SKIN.



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.