Menu
Informasi tentang Kesehatan

Masa-masa Kritis Orang dengan Diabetes Rentan Alami Stres

  • Bagikan

Diabetes tidak hanya memengaruhi penderitanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Ada masa-masa di mana orang dengan diabetes akan mengalami emosi naik turun, yaitu saat pertama didiagnosis, atau saat harus meninggalkan semua gaya hidup tidak sehat di masa lalu.

Itulah mengapa orang dengan diabetes membutuhkan dukungan seumur hidup, terutama dari keluarga atau pasangannya.

Baca juga: Obesitas Pintu Masuk untuk Diabetes

Orang dengan Diabetes Rentan Alami Stres

Setiap orang pasti akan mengalami stres dari waktu ke waktu. Namun, bagi orang dengan diabetes, penyakit yang harus dikelola seumur hidup, akan sangat melelahkan dan rentan memicu stres. Stres dapat memengaruhi kadar gula darah, sehingga penting bagi Diabestfriends untuk mengetahui cara mengenali saat kalian merasa stres dan cara menghadapinya.

Inilah masa kritis di mana orang dengan diabetes rentang alami stres dan bagaimana mengatasinya:

1. Mengatasi stres saat didiagnosis diabetes

Didiagnosis dengan diabetes bisa mengejutkan dan sulit diterima bagi sebagian orang. Reaksi pertama mungkin tidak percaya, merasa tidak berdaya, bahkan marah. Biasanya perasaan ini mereda setelah beberapa saat (bisa hitungan bulan atau tahun) dan diabetes menjadi bagian dari kehidupan.

Namun bagi sebagian penderita diabetes, terkadang perasaan ini tidak mudah hilang. Jika Diabesfriends salah satunya, Diabesfriends tidak sendirian. Ada banyak orang di luar sana yang siap mendukung, keluarga, teman, termasuk tim tenaga kesehatan. Yakin dan percayalah bahwa diabetes bisa dikelola dengan baik sehingga penderitanya bisa hidup sehat dan berusia panjang.

Baca juga: Jenis-jenis Tes untuk Mendeteksi Diabetes, Termasuk untuk Ibu Hamil

2. Kesulitan mengelola diabetes

Orang dengan diabetes harus memulai hidup baru, dan ini bisa sangat sulit untuk dijalani. Terkadang mereka merasa tertekan, frustrasi, bersalah, sedih, atau khawatir. Orang dengan diabetes dua kali lebih mungkin mengalami depresi daripada orang yang tidak menderita diabetes. Tetapi jika perasaan ini menetap dan tidak hilang, Diabestfriends mungkin harus berbicara dengan keluarga, pasangan, dan menemui profesional kesehatan.

3. Ketakutan mengalami hipoglikemia

Hipoglikemia atau hipo adalah kondisi ketika kadar glukosa darah (gula darah) terlalu rendah. Hipoglikemia berat bisa membuat pingsan bahkan koma. Tidak semua orang dengan diabetes bisa mengalami hipo, tetapi beberapa penderita diabetes menjadi terlalu khawatir atau cemas mengalaminya.

Jika ketakutan ini tidak hilang atau mulai mengambil alih kehidupan sehari-hari, maka penting untuk membicarakannya dengan seseorang. Cari tahu cara bagaimana mengatasi kecemasan mengalami hipoglikemia.

Baca juga: Gula Darah Sangat Tinggi Mencapai 400 mg/dL, Apa Bahayanya?

4. Emosi dengan makanan

Diabetes adalah penyakit yang mengharuskan penderitanya sangat mengatur pola makan, aktivitas fisik, dan minum obat secara teratur. Bagi yang terbiasa memakan segalanya, ini tentu sangat sulit.

Fokus pengelolaan diabetes sangat fokus pada makanan dan diet sehari-hari. Penderita diabetes harus mempelajari makanan apa saja yang bisa meningkatkan kadar gula darahnya secara berlebihan. Mengingat ada banyak jenis makanan, apalagi makanan yang disukai, ini bisa membuat emosi.

Tak jarang, beberapa orang dengan diabetes justri makan lebih banyak ketika mereka stres atau makan lebih sedikit karena mereka frustrasi. Keduanya tidak baik untuk diabetes.

Cara Mengelola Emosi Negatif

Saran terbaik jika mengalami masalah emosi adalah berbicara tentang diabetes dengan orang yang membuat nyaman, atau dengan tenaga kesehatan seperti psikolog. Awalnya mungkin sulit untuk memulai, atau menemukan seseorang yang menurut Diabestfriends nyaman untuk diajak berbicara terbuka.

Namun melepas sebagian dari apa yang menjadi beban memiliki banyak manfaat, baik bagi penderita diabetes sendiri maupun orang-orang terdekat.

Baca juga: 4 Ide Aktivitas Fisik untuk Penderita Diabetes

Sumber:

Diabetes.org.uk. Diabetes and your emotions

Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.