Menu
Informasi tentang Kesehatan

Masalah Kulit Penderita Diabetes | Guesehat

  • Bagikan

Diabetes dapat menyebabkan komplikasi pada berbagai bagian tubuh, salah satunya kulit. Dikutip dari laman Everyday Health, sepertiga orang yang hidup dengan diabetes akan mengembangkan masalah kulit. 

 

Kabar baiknya, sebagian besar masalah kulit terkait diabetes bisa dicegah atau diobati dengan mudah jika diketahui lebih awal. Selain itu, menjaga kadar gula darah juga dapat mencegah masalah kulit dan komplikasi diabetes lainnya.

 

Baca juga: Ini Tanda-tanda Diabetes pada Pria!

 

Masalah Kulit yang Rentan Dialami Pengidap Diabetes

Berikut adalah sejumlah masalah kulit yang rentan dihadapi orang dengan diabetes.

 

1. Dermopati diabetik

Diabetes dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah kecil. Perubahan ini dapat menyebabkan masalah kulit yang disebut dermopati diabetik. Dermopati diabetik adalah kondisi kulit yang ditandai dengan bercak coklat muda dan bersisik. Bercak ini umumnya berbentuk oval atau melingkar.

 

Dermopati diabetik terjadi karena perubahan pada pembuluh darah kecil sebagai akibat dari diabetes. Gangguan ini paling sering memengaruhi bagian depan kedua kaki. Bercak juga tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal serta tidak berbahaya.

 

2. Akantosis nigricans

Acanthosis nigricans adalah area kecokelatan atau kehitaman yang muncul di sisi leher, ketiak, dan selangkangan. Terkadang, Acanthosis nigricans juga terjadi pada tangan, siku, dan lutut.

 

Kondisi ini paling sering dialami pengidap diabetes yang kelebihan berat badan. Perawatan terbaik untuk mengatasi Acanthosis nigricans adalah menurunkan berat badan. Selain itu, penggunaan krim topikal juga dapat membantu memperbaiki penampilan.

 

3. Necrobiosis lipoidica diabetesorum

Necrobiosis lipoidica diabetesorum (NLD) adalah bintik-bintik yang mirip dengan dermopati diabetik, tetapi lebih sedikit, lebih besar, dan lebih dalam. NLD adalah kondisi yang langka dan lebih sering dialami oleh wanita daripada laki-laki.

 

NLD kerap dimulai sebagai area yang kusam, merah, dan terangkat. Setelah beberapa waktu, area tersebut tampak seperti bekas luka mengkilap. Pembuluh darah di bawah kulit juga menjadi lebih mudah dilihat. Terkadang bintik-bintik NLD menjadi terbuka, gatal, dan nyeri.

 

4. Lepuh diabetes

Lepuh diabetes adalah bintil-bintil yang biasanya muncul tiba-tiba di jari tangan, jari kaki, tangan, kaki, dan terkadang di kaki atau lengan bawah. Lepuh diabetes biasanya berwarna putih, tidak sakit, dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 3 minggu.  Kondisi ini biasanya muncul saat kadar gula darah tidak terkontrol. Jadi, bicaralah dengan dokter jika lepuhan mulai muncul.

 

Baca juga: 11 Cara Merawat Kaki Orang dengan Diabetes, Wajib Diketahui!
 

5. Sklerosis digital

Sklerosis digital ditandai dengan kulit menebal, yang dapat terjadi pada diabetes tipe 1 dan tipe 2. Sklerosis digital biasanya terjadi pada kulit di punggung tangan, jari tangan, atau kaki. Penebalan kulit ini dapat menyebar ke lengan, punggung atas, dan bahu.  Dalam kasus yang parah, sklerosis digital mungkin menyebabkan kesulitan menggerakkan persendian. Terkadang, kondisi ini perlu diatasi dengan terapi fisik.

 

6. Nekrobiosis lipoidika

Nekrobiosis lipoidika ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah kecil dan menonjol di kulit yang perlahan-lahan tumbuh semakin besar, berkilau, dan terkadang menguning. Kulit mungkin juga menipis dan pecah, menyebabkan luka yang disebut ulkus. 

 

Nekrobiosis lipoidika terkadang menyebabkan rasa gatal dan sakit, tetapi kasusnya sangat jarang. Kondisi ini hanya menyerang 1 dari 300 orang dengan diabetes. Masalah ini juga sulit untuk diobati, tetapi pemberian obat, suntikan, atau losion dapat membantu.

 

7. Eruptive xanthomatosis

Eruptive xanthomatosis adalah benjolan mirip jerawat yang bisa muncul dalam jumlah banyak di kaki, tangan, lengan, dan pantat. Jika disentuh, benjolan ini terasa lembut, gatal, dan tidak menular.

 

Ini paling sering muncul pada pasien diabetes yang tidak terkontrol, khususnya laki-laki dengan diabetes tipe 1. Mengontrol kadar gula darah dengan lebih baik akan membantu meringankan benjolan.

 

Baca juga: Awas! Penderita Diabetes Rentan Terkena Masalah Gigi dan Mulut
 

8. Infeksi bakteri

Orang yang hidup dengan diabetes lebih rentan terkena infeksi kulit bakteri. Infeksi bakteri yang paling sering dialami pasien diabetes meliputi sties kelopak mata, bisul, infeksi kuku, dan carbuncle. Biasanya, kulit yang terinfeksi akan terasa panas, merah, nyeri, dan bengkak. Masalah kulit akibat infeksi bakteri biasanya dapat diatasi dengan krim atau pil antibiotik.

 

9. Infeksi jamur

Orang dengan diabetes rentan terhadap infeksi jamur, utamanya Candida albicans. Candida albicans adalah jamur seperti ragi yang menyebabkan ruam merah dan gatal, serta dikelilingi oleh lepuh dan sisik kecil. Candida albicans biasanya menginfeksi daerah yang hangat dan lembap, seperti ketiak atau di sela-sela jari kaki. 

 

Infeksi jamur lain yang umum dialami oleh pengidap diabetes termasuk kurap, gatal di selangkangan, kutu air, dan infeksi jamur vagina. Obat terbaik untuk mengatasi jamur kulit bisa bermacam-macam, tergantung pada jenis jamur dan area yang terinfeksi.

 

10. Vitiligo

Vitiligo ialah masalah kulit di mana sel-sel kulit yang membuat melanin hancur, menyebabkan timbulnya bercak acak. Bercak ini umumnya muncul di tangan, wajah, atau dada.  Para ahli percaya vitiligo adalah kondisi autoimun dan orang dengan diabetes tipe 1 memiliki riskio lebih tinggi mengembangkan vitiligo. Tidak ada obat untuk menyembuhkan vitiligo, tetapi terapi cahaya dan steroid dapat digunakan untuk mencegahnya semakin parah.

 

11. Granuloma annulare diseminata

Granuloma annulare diseminata ditandai dengan bintik-bintik yang bergelombang, berbentuk cincin, dan berwarna kulit atau merah. Granuloma annulare diseminata paling sering muncul di jari tangan dan telinga. 

 

Bintik-bintik ini kerap menimbulkan rasa gatal yang ringan, tetapi pengobatan medis tidak diperlukan karena ruam biasanya hilang dengan sendirinya tanpa meninggalkan bekas. Meskipun begitu, pemberian steroid topikal sering dapat meringankan kondisi.

 

Orang dengan diabetes memang lebih rentan terkena berbagai masalah kulit dibandingkan dengan individu yang sehat. Untungnya, berbagai masalah kulit ini dapat dicegah jika gula darah terkelola dengan baik.

 

Baca juga: 5 Karbohidrat yang Cepat Menaikkan Gula Darah, Nasi Putih di Posisi Berapa?
 

 

Sumber:

Diabetes.org. Skin complications

WebMD.com. Diabetes skin problems  

Everydayhealth.com. Diabetic skin problems

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.