Menu
Informasi tentang Kesehatan

Obat Alergi Antihistamin | Guesehat

  • Bagikan

 

Alergi merupakan suatu reaksi sistem imun tubuh yang dapat timbul pada orang tertentu, dan timbul gejala pada beberapa area tubuh, misalnya di kulit, saluran pernapasan, atau pencernaan. Pemicu alergi atau dikenal dengan alergen, sangat bervariasi dan berbeda pada masing-masing orang yang memiliki riwayat alergi. Misalnya, ada orang yang alergi debu, alergi dingin, alergi susu sapi, alergi kacang, dan sebagainya. 

 

“Gejala alergi dapat meliputi gejala ringan sampai berat. Gejala ringan misalnya kulit kemerahan, gatal, bersin, hidung tersumbat, tenggorokan terasa gatal, dan mata berair. Gejala berat misalnya diare, mual muntah, sesak nafas, sulit menelan, mengi, berdebar sampai hilang kesadaran.” jelas dr. Shannia Tritama melalui keterangan pers Selasa (15/2).

 

Baca juga: Mums, Penting Lho Deteksi Dini Alergi pada Anak. Cek di Tiga Organ Ini Ya!
 

Antihistamin untuk Mengatasi Alergi 

Pengobatan paling utama untuk mengatasi alergi adalah menghindari alergen. Jika Kamu alergi bulu binatang, maka hindarilah bermain dengan kucing atau anjing. Jika alergi debu, gunakan masker, dan seterusnya. 

 

Jika gejala alergi sudah kadung timbul, minum obat alergi adalah langkah paling tepat. Obat untuk mengatasi gejala alergi yang paling sering digunakan adalah obat golongan antihistamin.

 

Saat terpapar alergen, muncul reaksi alergi dan tubuh akan mengeluarkan zat histamine. Histamine ini akan berikatan dengan reseptor dalam tubuh dan menyebabkan berbagai gejala alergi. Oleh karena itu, seorang yang mengalami alergi harus diberikan antiHistamine. Contoh obat  golongan antihistamin adalah Loratadine dan Cetirizine.

 

Baca juga:  Kenali 5 Makanan yang Sering Memicu Alergi

 

Perbedaan Loratadine dan Cetirizine

Baik Loratadine maupun Cetirizine adalah obat antihistamine yang bekerja dengan cara mengatasi efek histamine pada reseptor tubuh yang spesifik. Loratadine termasuk obat golongan antagonis reseptor histamin H1 generasi kedua yang banyak digunakan untuk mengatasi alergi.

 

Menurut penelitian, begitu diminum, konsentrasi Loratadine dalam darah akan mencapai puncak dalam waktu 1-2 jam. Waktu paruhnya yaitu sekitar 10-20 jam, sehingga Loratadine dapat bertahan setidaknya 24 jam. Karena efeknya yang panjang ini, maka dosis Loratadine cukup 1 kali sehari.

 

Sementara itu, Cetirizine memiliki masa kerja yang lebih pendek sehingga gejala alergi dapat timbul lagi dengan cepat, tergantung dari daya tahan tubuh seseorang. Selain itu, Cetirizone tidak boleh digunakan untuk mengobati gatal-gatal yang memar atau melepuh karena alergi. Tidak hanya itu, Cetirizine (umumnya yang generasi lama) juga mempunyai efek samping seperti  mengantuk berat, kelelahan berlebihan, mulut kering, bisa juga menyebabkan sakit perut.

 

Karena perbedaan efektivitas tersebut, Loratadine kerap disebut sebagai alternatif yang lebih baik untuk mengatasi gejala dari alergi.

 

Baca juga: Obat Alergi untuk Ibu Hamil dan Menyusui, Manakah yang Aman?

 

4 Manfaat Loratadine untuk Mengatasi Gejala Alergi

Berikut ini 4 indikasi Loratadine sebagai obat alergi:

 

1. Mengatasi alergi rinitis

Alergi rinitis adalah alergi yang ditandai dengan gejala bersin-bersin, hidung tersumbat, mata berair dan biasanya disebabkan karena debu, pollen atau cuaca dingin. Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) sekitar 10-30 persen populasi dunia memiliki alergi rhinitis, di mana lebih banyak dialami oleh laki-laki daripada wanita.

 

2. Mengatasi kaligata (gatal karena alergi)

Gatal pada kulit beberapa saat setelah makan makanan tertentu, terkena debu atau serangga merupakan salah satu gejala alergi. Gatal muncul disertai dengan bentol berbentuk seperti pulau-pulau yang semakin lama semakin besar. Alergi makanan biasanya terjadi sekitar 8 persen pada anak dibawah usia 5 tahun dan hingga 4 persen pada orang dewasa.

 

3. Mengatasi bengkak akibat alergi

Bengkak akibat alergi dapat terjadi pada daerah tangan, kaki, area mata, bibir, lidah dan genital. Bengkak akibat alergi disebut sebagai angioedema. Bengkak akibat alergi dapat terjadi pada saluran pernapasan dan dapat mengancam nyawa.

 

4. Mata gatal dan berair

Mata terasa gatal dan berair terus menerus paling banyak disebabkan karena alergi. Pemicunya adalah bulu binatang, debu, jamur, make up atau tetes mata. Tubuh bereaksi terhadap paparan alergi tersebut dan menyebabkan pelepasan histamin. Selanjutnya, menyebabkan pelebaran pembuluh darah pada mata dan mata menjadi berair dan terasa gatal.

 

Baca juga: Mata Sering Gatal, Hati-hati Jangan Digaruk!

 

 

Loratadine bisa didapatkan di apotek. Belum lama ini, PT Lapi Laboratories meluncurkan produk anti alergi dengan kandungan Loratadine, bernama ALERHIS.  “Kami berharap obat ini dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengatasi gejala alergi. Loratadine kami tidak menyebabkan kantuk sehingga aman dikonsumsi pagi atau siang hari. Obat ini dapat diminum dari anak usia 6 tahun, dan kini sudah tersedia di apotek dan toko obat berizin terdekat,” kata Heskhel Wijaya selaku Marketing Manager divisi OTC PT LAPI LABORATORIES.

 

Nah, Geng Sehat yang alergi, kini tidak pusing lagi ya memilih obat alergi. pastikan hindari alergen agar gejala alergi tidak kembali muncul. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter jika gejala alergi susah hilang. 

 

Baca juga: Apa Perbedaan Antihistamin dan Dekongestan?

 

 

Referensi:

Journal.sagepub.com. 

Healthline.com. Allergic rhinitis

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.