Menu
Informasi tentang Kesehatan

Penyakit Kulit Paling Langka di Dunia

  • Bagikan

Masalah kulit adalah hal yang umum terjadi pada orang-orang dari segala usia. Beberapa penyakit kulit, seperti keratosis Pilaris atau psoriasis mempengaruhi jutaan orang setiap tahunnya. Umumnya, gangguan kulit sangat ringan atau mudah diobati sehingga tidak memerlukan perawatan sama sekali.

 

Namun, ada juga kelainan kulit yang sangat langka dan parah sehingga memerlukan perawatan medis khusus. Seperti beberapa kondisi kulit berikut yang sangat jarang terjadi sehingga tidak banyak diketahui dan memerlukan perawatan khusus.

 

Baca juga: Dampak Stres pada Kesehatan Kulit, Termasuk Rambut dan Kuku

 

Penyakit Kulit Paling Langka di Dunia

Berikut ini informasi seputar penyakit kulit paling langka di dunia:

 

1. Argyria

Argyria merupakan kondisi kulit langka yang menyebabkan kulit berubah warna menjadi kebiruan atau keabu-abuan. Penyebab argyria dapat dikaitkan dengan paparan perak yang berlebihan. Jika seseorang menelan perak dalam dosis besar atau terpapar perak dalam untuk waktu yang lama, partikel perak mampu mengendap di kulit dan meninggalkan noda abu-abu kebiruan atau abu-abu.

 

Argyria sebenarnya tidak mengancam jiwa, tetapi mungkin memengaruhi kepercayaan diri. Pigmentasi bersifat permanen dan hampir tidak mungkin diobati. Prevalensi kondisi kulit ini tidak diketahui.

 

2.  Morgellons

Morgellons merupakan kelainan kulit langka yang muncul sebagai luka dengan serat kecil atau sesuatu seperti benang yang keluar dari kulit yang tidak terputus. Ini menyebabkan orang yang mengalami merasa seolah-olah ada serangga yang merayap di atas atau di bawah kulitnya di dekat area yang terinfeksi. Akibatnya, Morgellons sering disalahartikan sebagai gangguan kejiwaan

 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease Control and Preventions (CDC) terhadap 3,2 juta peserta, prevalensi penyakit Morgellons adalah 3,65 kasus per 100.000 penduduk. Gejala utama kelainan ini adalah ruam kulit dengan luka berserat seperti benang dan sensasi menggelitik.

 

Baca juga: Kulit Bayi Mengelupas, Normalkah?
 

3. Harlequin ichthyosis

Harlequin ichthyosis adalah kondisi di mana terjadi penebalan kulit di sebagian besar tubuh. Kelainan ini bersifat genetik dan terjadi saat lahir. Orang dengan Harlequin ichthyosis kelainan kulit ini memiliki kulit yang sangat menebal dan bersisik.

 

Kondisi ini dapat memengaruhi kelopak mata, mulut, telinga, hidung, dan menyebabkan gerakan terbatas pada lengan dan kaki. Terkadang, ini juga dapat menyebabkan terbatasnya gerakan  pada dada, yang dapat menyebabkan masalah dengan pernapasan dan kegagalan pernapasan. Pada bayi, harlequin ichthyosis menyebabkan mereka kesulitan mengendalikan kehilangan air, mengatur temperatur tubuh, dan melawan infeksi.

 

4. Elastoderma

Elastoderma ialah kelainan langka berupa peningkatan kelonggaran kulit pada area tubuh tertentu. Ini menyebabkan kulit melorot, menggantung, dengan lipatan-lipatan. Elastoderma dapat terjadi pada bagian tubuh mana pun, tetapi lebih umum memengaruhi leher, siku, dan lutut. Kondisi ini terjadi pada kurang dari 1 dari 1.000.000 orang di seluruh dunia.

 

Penyebab pasti elastoderma masih belum jelas, tetapi dianggap sebagai hasil dari produksi elastin yang berlebihan. Selain itu, tidak tersedia pengobatan standar untuk elastoderma. Operasi dapat dilakukan untuk mengangkat daerah yang terpengaruh, tetapi kulit yang kendur sering kembali setelah operasi.

 

5. Penyakit sinus pilonidal

Penyakit sinus pilonidal menyebabkan adanya lubang kecil di dasar atau lipatan pantat. Biasanya, tidak ada gejala yang jelas, jadi kebanyakan orang tidak menyadarinya dan tidak mencari pengobatan sampai masalah muncul.

 

Kondisi ini berkembang ketika rambut di antara pantat bergesekan. Gesekan dan tekanan yang dihasilkan mendorong rambut ke dalam dan menyebabkannya tumbuh ke dalam.

 

Kebanyakan orang yang memiliki kondisi ini berusia antara 15 hingga 30 tahun, dan dua kali lebih mungkin terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Lebih khusus, ini paling sering terjadi pada orang yang dalam pekerjaannya membutuhkan duduk berjam-jam.

 

Jika kamu memiliki kelainan atau gejala apa pun pada kulit, jangan anggap remeh. Laporkan kondisimu dan semua gejala yang kamu rasakan pada dokter atau dokter kulit. Nantinya, dokter akan membantu kamu mendapatkan diagnosis dan menentukan opsi perawatan terbaik untuk masalah yang kamu hadapi.

 

Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit yang Menipis

 

 

Sumber:

Healthline.com. Rare-skin-conditions

Verywellhealth.com. Rare-skin-diseases

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.