Menu
Informasi tentang Kesehatan

Penyebab Nyeri Bokong Selama Hamil

  • Bagikan

Nyeri bokong yang terjadi selama kehamilan dapat terjadii karena beberapa alasan, seperti perubahan hormonal dan tekanan dari bayi yang semakin bertumbuh. Rasa nyeri ini paling umum terjadi pada trimester kedua dan ketiga.

Kira-kira apa sih penyebab nyeri bokong selama hamil dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

 

Baca juga: 6 Keluhan yang Umum Dialami oleh Ibu Hamil
 

Penyebab Nyeri Bokong Selama Hamil

Penyebab pasti dari nyeri bokong selama hamil seringkali sulit didiagnosis. Beberapa teori menunjukkan bahwa gejala ini muncul sebagai reaksi tubuh terhadap implantasi, perubahan hormonal, dan tekanan dari bayi dalam rahim. Secara lebih rinci, berikut penjelasannya.

 

1. Wasir

Wasir adalah kondisi di mana terjadi pembengkakan akibat pembesaran pembuluh darah di rektum dan anus. Pembengkan ini dapat terjadi di dalam (wasir internal) dan di luar (wasir eksternal atau ambeien) anus. Sekitar 25-35% wanita hamil pernah mengalami wasir, dan hampir 85% kasus ini terjadi pada trimester ketiga.

Perubahan hormonal dan peningkatan tekanan intra-abdomen dapat menyebabkan wanita hamil mengalami wasir. Terkadang, sembelit selama kehamilan juga dapat memicu terjadinya wasir karena adanya ketegangan saat buang air besar.

Selain rasa nyeri pada bokong, gejala lain dari wasir antara lain perdarahan pada anus, gatal-gatal, dan buang air besar yang terasa menyakitkan.

 

2. Linu panggul

Linu panggul terjadi akibat adanya tekanan saraf siatik yang membentang dari pantat ke bagian kaki. Tekanan ini menyebabkan rasa sakit yang menusuk di punggung bagian bawah dan kaki.

Rasa sakit yang timbul bisa ringan hingga berat, dan umumnya dapat mereda dengan pengobatan atau setelah Mums melahirkan.

Nyeri pada bokong dan kaki bagian belakang juga dapat terjadi karena ligamen panggul mengalami pelonggaran sebagai efek dari hormon relaksin yang menggeser lokasi saraf skiatik dan membuatnya terjepit. Selain itu, berat badan bayi yang semakin bertambah juga dapat memberi tekanan pada saraf skiatik dan menyebabkan rasa sakit serta ketidaknyamanan. Tingkat keparahan nyeri ini dapat bervariasi tergantung pada berat dan posisi bayi.

 

3. Disfungsi simfisis pubis

Disfungsi Simfisis Pubis (SPD) atau nyeri panggul terkait kehamilan adalah kumpulan gejala tidak nyaman yang terjadi akibat pergeseran sendi panggul. Pergerakan sendi panggul yang tidak merata dapat menyebabkan nyeri pada tulang kemaluan, sisi punggung bawah atau bokong, perinium (antara vagina dan anus), dan paha.

Nyeri bokong akibat kondisi ini umumunya cenderung membaik setelah Mums melahirkan. Namun, tindakan dan perawatan mungkin tetap disarankan untuk mengurangi ketidaknyamanan selama kehamilan. Tekanik relaksasi juga dianjurkan untuk wanita dengan nyeri panggul kronis, nyeri punggung, dan nyeri bokong selama kehamilan.

 

4. Kontraksi

Kontraksi rahim dapat menyebabkan bokong terasa sakit selama kehamilan dan persalinan. Selain pada bokong, biasanya nyeri yang ditimbulkan dari kontraksi juga dapat terasa pada bagian perut, selangkangan, paha, dan punggung. Intensitas nyeri dapat meningkat menjelang semakin dekatnya waktu persalinan.

 

Baca juga: Mengatasi Sakit Punggung saat Hamil
 

Tips Meredakan Nyeri Bokong Selama Hamil

Perawatan untuk meredakan nyeri bokong berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Namun, biasanya dokter akan merekomendasikan perawatan konservatif untuk membantu mengurangi rasa nyeri tetapi tidak membahayakan bayi.

Berikut beberapa perawatan sederhana yang bisa Mums lakukan untuk meredakan nyeri bokong selama hamil:

– Menggunakan obat nyeri yang dijual bebas sepeerti acetaminophen (Tylenol) sesuai saran dokter. Hindari penggunaan obat golongan NSAID dan pereda nyeri lain selama hamil tanpa resep dokter.

– Oleskan krim, salep, atau supositoria pereda nyeri topikal untuk nyeri hebat yang disebabkan wasir. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter terkait penggunaannya.

– Kompres area yang nyeri dengan kompres hangat.

– Lakukan pijat relaksasi khusus ibu hamil atau mandi air hangat untuk mengurangi ketidaknyamanan.

– Kurangi aktivitas yang dapat memperburuk nyeri bokong.

 

Nyeri bokong adalah kondisi yang cukup umum terjadi selama kehamilan. Umumnya, nyeri bokong ini dapat membaik dengan sendirinya setelah Mums melahirkan atau melalui perawatan sederhana. Namun, tetap pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan dan perawatan yang tepat ya, Mums. (BAG)

 

Baca juga: Olahraga Dasar yang Mudah untuk Ibu Hamil

 

 

Referensi

Mom Junction. Butt Pain During Pregnancy: Causes, Diagnosis And Treatment.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.