Menu
Informasi tentang Kesehatan

Perbedaan Flu dan Omicron pada Anak

  • Bagikan

Mendengar kata pandemi Covid-19, tentu kita masih belum bisa merasa tenang ataupun bersantai. Dengan varian terbaru, yakni Omicron, yang dikabarkan lebih mudah menular, orang tua pastinya menjadi semakin khawatir dengan kondisi anak-anaknya. Apalagi menurut beberapa kejadian, gejala dari pasien Omicron ini sangat mirip dengan flu biasa. Nah, untuk mengurangi kekhawatiran Mums, yuk kita cari tahu perbedaan flu dan Omicron pada anak!

 

Baca juga: Waspada, Anak-anak Lebih Rentan Terinfeksi Omicron!
 

Seperti Apa Kondisi Omicron pada Anak-anak?

Menurut Kelly Fradin, MD., dokter anak dan penulis Parenting in a Pandemic: How to Help Your Family Through COVID-19, berdasarkan data saat ini, gejala yang muncul dari infeksi Omicron memang tidak separah Delta. “Meski begitu, gejala Omicron terbilang masih lebih dari sekadar ‘flu biasa’, terutama pada orang-orang yang tidak menerima vaksin,” lanjut Kelly.

 

Untuk anak-anak, gejala Omicron tampak mirip dengan varian Covid-19 lainnya. “Omicron cenderung lebih sering menyerang saluran pernapasan bagian atas, dibanding saluran pernapasan bawah,” jelas Eric Ball, MD., dokter anak di Rumah Sakit Misi Providence, Orange County, California, sekaligus mantan presiden American Academy of Pediatrics.

 

Eric menambahkan, kebanyakan dari pasien anak-anak yang datang dengan kasus Omicron mengeluhkan beberapa gejala umum, seperti sakit tenggorokan yang sangat parah, batuk, hidung tersumbat, dan demam.

 

Pada beberapa anak, gejala varian Omicron memang mirip dengan gejala selesma. Akan tetapi, Eric menambahkan bahwa gejala Covid-19 biasanya akan lebih parah daripada hidung tersumbat biasa, pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. “Kami melihat demam tinggi dan kesulitan bernapas karena infeksi COVID-19,” kata Eric.

 

Selain itu, menurut Eric, banyak pula pasien anak-anak dengan Omicron memiliki gejala seperti penyakit Croup, di mana terjadi pembengkakan saluran napas bagian atas yang membuat mereka sulit bernapas. Dalam kasus ini, beberapa anak perlu mendapat pengobatan khusus atau dirawat di rumah sakit agar dapat bernapas lebih nyaman.

 

Secara lebih lanjut, Kelly juga menambahkan bahwa pasien anak-anak dengan Omicron lebih mungkin mengalami sakit tenggorokan, batuk croup (batuk mengi), dan sakit kepala. Namun, kebanyakan dari mereka tidak akan mengalami gejala lebih parah dari Covid-19 varian sebelumnya.

 

Baca juga: Sudah Ditemukan di Indonesia, Apakah Varian Omicron Berbahaya?
 

Cegah Omicron pada Anak-anak

Dengan tingginya kasus penyebaran Covid-19 varian Omicron ini, orang tua tentu harus lebih waspada dengan kondisi anak-anaknya. Kelly meminta agar orang tua lebih memperhatikan setiap gejala yang mungkin berkaitan dengan Covid-19 varian Omicron dan segera melakukan tes sedini mungkin. Semakin cepat Covid-19 terdeteksi, semakin cepat pengobatan dilakukan dan gejala parah dapat dihindari.

 

Selain pemeriksaan dini, orang tua sebaiknya membekali anak mereka dengan vaksinasi Covid-19 lengkap, termasuk dosis booster jika sudah memenuhi syarat. Vaksin Covid-19 memberikan perlindungan yang kuat dan juga mencegah keparahan gejala infeksi.

 

“Kami memiliki data bahwa vaksinasi mengurangi risiko komplikasi Covid-19, seperti MISC (Sindrom Peradangan Multisistem), risiko Covid-19 yang berkepanjangan, dan kemungkinan penyakit autoimun pemicu Covid-19, seperti diabetes tipe 1,” ungkap Kelly.

 

Sementara untuk anak-anak di bawah usia 6 tahun yang belum bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19, Kelly menyarankan agar orang tua senantiasa tertib dalam menerapkan tindakan pencegahan. Dalam hal ini, tentu saja memperketat protokol kesehatan. Terakhir, usahakan untuk tetap rileks dan tidak perlu terlalu panik. Stres dan kepanikan hanya akan membuat kondisi fisik bertambah buruk.

 

Kondisi pandemi Covid-19 yang masih tidak menentu membuat kita tidak boleh lengah sedikit pun. Karenanya, penting untuk membekali anak-anak dengan vaksinasi Covid-19 secara lengkap dan pahami beberapa gejala yang menunjukkan kemungkinan terjadinya infeksi Covid-19. (AS)

 

Baca juga: Risiko Infeksi Ulang Tinggi, Peneliti Sarankan Booster untuk  Tangkal Varian Omicron
 

 

Referensi

Very Well Family. “Does Your Kid Have a Cold or Omicron? What Omicron Symptoms Look Like in Kids”.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.