Menu
Informasi tentang Kesehatan

Semprot Hidung dan Kumur Antiseptik

  • Bagikan

Apa kabar pandemi? Bisa dikatakan badai pandemi COVID-19 sudah mereda, namun akhir-akhir ini kasus positif kembali naik seiring temuan varian-varian baru virus ini. Kita tetap harus waspada ya Geng Sehat? 

 

Jika ada kerabat atau Kamu sendiri positif COVID-19, segera lakukan perawatan dan isolasi. Salah satu perawatan untuk mempercepat hilangnya gejala adalah dengan melakukan pembersihan di area tenggorok dan hidung, di mana konsentrasi virus umumnya tinggi. Belum lama ini hasil penelitian tentang efikasi penggunaan obat kumur dan semprot hidung yang mengandung antiseptik dilakukan di Wisma Atlet. 

 

Penelitian dipimpin oleh Prof. drg. Rahmi Amtha, MDS., Sp.PM., Ph.D., dan hasilnya dipaparkan pada acara Jakarta Great Dentistry pada 16 Juli 2022. Penelitiannya berjudul “Uji Klinis Povidone-Iodine dan Iota-Carrageenan pada Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet.”

 

Dalam penelitian ini, pasien COVID-19 dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok A sebanyak 45 pasien yang menerima pengobatan standar dari pemerintah ditambah Betadine Mouthwash and Gargle dengan 1% PVP-I untuk digunakan 6x sehari selama 14 hari dan Betadine Cold Defence Nasal Spray dengan Iota Carrageenan untuk digunakan 3x sehari selama 7 hari. Adapun kelompok B yaitu 44 pasien hanya menerima obat-obatan dari pemerintah.

 

Baca juga: Biasakan Kumur dan Semprot Hidung untuk Melindungi Saluran Napas dari Virus!

 

Kumur dan Semprot Hidung Antiseptik Menurunkan Gejala Lebih Cepat

Hasilnya menunjukkan, kelompok A mengalami pengurangan gejala subyektif klinis seperti demam, sakit tenggorok, batuk kering, dan gangguan pengecapan sejak hari kedua penggunaan obat-obatan tersebut dibandingkan kelompok B yang hanya mendapatkan obat standar dari pemerintah. 

 

 

Prof. drg. Rahmi yang merupakan  Guru Besar Ilmu Penyakit Mulut, Universitas Trisakti, mengungkapkan, “Sebagaimana kita ketahui, hingga kini SARS-CoV-2 masih merajalela dan bahkan muncul varian baru Omicron BA.4 dan BA.5 yang menyebabkan kenaikan kasus hampir mencapai 30.000 . Menurut data, sebesar 41% virus ini ditemukan melalui jalur udara, mampu bereplikasi dalam saliva sebanyak 3,3 juta per mililiter  dan mulut beserta nasofaring menjadi jalur utama sumber transmisi virus . Uji klinis ini dilakukan dengan harapan dapat membuktikan manfaat PVP-I dan IO dalam mengurangi gejala klinis subyektif yang berhubungan dengan infeksi SARS-CoV-2.”

 

 Prof. Rahmi menambahkan, gejala Covid-19 yang paling umum ditemukan pada penelitian kali ini adalah anosmia, batuk kering, batuk berdahak, demam, dan sakit kepala. Gejala ini dikeluhkan baik oleh pasien di Kelompok A ataupun B.

 

Penilaian atau perbandingan hasil dilakukan setelah 8 hari. Penurunan gejala sudah mulai terlihat di hari ke-2 hingga ke-14, di mana terlihat perbandingan hasil signifikan sampai tingkat penurunan sebesar 91,88% untuk kelompok A. Sedangkan pada Kelompok B, gejala pada pasien menurun pada hari ke-8 sebesar 48,87%.

 

Hasil juga menunjukkan bahwa pasien di Kelompok A rata-rata dalam waktu 5-6 hari sudah dinyatakan negatif. Penurunan gejala ini terjadi karena subyek di Kelompok A menerima PVP-I dan Iota-Carrageenan bersamaan dengan obat-obatan dari pemerintah. “Dengan demikian bisa disimpulkan, nasofaring yang merupakan reservoir virus diserang dari berbagai sisi. Penurunan ini juga dipengaruhi sifat virus SARS-CoV-2 yang otomatis akan berkurang kemampuan replikasinya dalam waktu 14 hari,” jelas Prof. Rahmi.

 

Sebagai kesimpulan, penggunaan PVP-I kumur 6x sehari dan Iota-Carrageenan dalam bentuk semprot hidung 3x sehari terbukti mampu mengurangi gejala klinis subyektif yang termasuk dalam kategori ringan.

 

Uji klinis ini akan lebih baik jika dapat dilakukan dengan jumlah pasien yang lebih banyak dan dapat memantau viral load setiap harinya untuk mendapatkan angka spesifik yang lebih spesifik. “Riset ini juga telah dipublikasikan di Tekiyo Medical Journal Vol 44, issue 05, Oktober 2021 dan kami harapkan dapat menjadi referensi penelitian selanjutnya untuk mengungkapkan keefektifan PVP-I dan Iota-Carrageenan mencegah sekaligus mengobati gejala SARS-CoV-2,”tutup Prof. Rahmi.

 

Baca juga: Ternyata Begini Cara Meredakan Nyeri Tenggorokan dengan Mudah!

 

 

 

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.