Menu
Informasi tentang Kesehatan

Suplemen Kromium untuk Diabetes | Guesehat

  • Bagikan

Diabestfriends pernah dengar tentang kromium? Kromium adalah mineral yang terkandung di dalam beberapa makanan dan di dalam lingkungan. Lalu, apa sih manfaat kromium untuk diabetes?

 

Yuk, langsung aja baca penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: Vitamin A Bantu Memperbaiki Gejala Awal Retinopati Diabetik

 

Apa Itu Kromium?

Kromium adalah mineral yang secara alami terkandung di dalam makanan dan di lingkungan. Ada dua bentuk kromium yang dikenal: trivalen (kromium 3+) dan hexavalen (kromium 6+). Kromium trivalen terdapat di dalam makanan. Sementara itu, kromium hexavalen beracun dan terkandung di dalam polusi industri.

 

Dalam suplemen, kromium tersedia dalam beberapa bentuk, termasuk:

  • Kromium klorid
  • Kromium sitrat
  • Kromium nikotinat
  • Kromium pikolinat
  • Jamur tinggi kromium

Belum diketahui bentuk kromium apa yang paling efektif di dalam tubuh manusia, namun kromium klorida khususnya, memiliki ketersediaan hayati yang rendah. Ini artinya, kromium klorida sulit dicerna dan diserap tubuh.

 

Nah, untuk lebih lanjutnya, artikel ini menjelaskan tentang bagaimana banyak orang yang mengonsumsi kromium untuk mengontrol gula darah pada kondisi diabetes.

 

Baca juga: Pria Diabetes Berisiko Kekurangan Hormon Testosteron, Ini Dampaknya!

 

Apa Fungsi Kromium?

Ilmuwan belum sepenuhnya paham apa dampak kromium pada tubuh. Namun, mineral ini kemungkinan dapat membantu tubuh mencerna dan menyerap karbohidrat, lemak, dan protein.

 

Kromium terkandung di banyak makanan, namun jumlah tepatnya sulit untuk diketahui, khususnya jika kita juga mempertimbangkan bahwa kromium bisa secara tidak sengaja ditambahkan ke dalam makanan ketika sedang diolah dan dipersiapkan menggunakan alat-alat besi stainless. 

 

Beberapa makanan dan minuman yang umumnya mengandung kromium di antaranya:

  1. Apel dan pisang
  2. Daging sapi
  3. Brokoli dan kentang
  4. Kopi
  5. Ikan
  6. Daging ayam dankuning telur
  7. Whole Grain

 

Suplemen kromium seringkali digunakan untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes. Suplemen kromium juga meredakan PCOS, mengontrolberat badan, dan meningkatkan massa otot. Namun, penelitian yang mendukung hal-hal tersebut cenderung kurang memuaskan.

 

Sulit juga menentukan jika seseorang mengalami kekurangan kromium dan apakah suplemen berguna. Banyak penelitian pada suplemen kromium yang kurang meyakinkan. Selain itu, banyak bentuk dan dosis kromium berbeda-beda yang digunakan di penelitian-penelitian ini. 

 

Baca juga: Jika Gula Darah Labil atau Naik Turun tidak Terkendali, Ini yang Harus Dilakukan!

 

Efek Samping Suplemen Kromium untuk Diabetes Tipe 2

Diabestfriends mungkin pernah melihat suplemen-suplemen kromium yang mengiklankan diri untuk penderita diabetes, khususnya untuk meningkatkan kontrol gula darah. Namun, penelitian yang meneliti dampak kromium terhadap kadar gula darah atau diabetes memiliki hasil yang beragam.

 

American Diabetes Association tidak merekomendasikan suplemen kromium untuk penderita diabetes. Pasalnya, dibutuhkan penelitian lebih banyak untuk mengonfirmasi efek kromium pada diabetes, khususnya terkait kontrol kadar gula darah.

 

Ada beberapa efek samping suplemen kromium. Tidak ada efek samping yang serius terkait efek samping ini. Namun, ada beberapa laporan tentang efek samping negatif jika kromium dikonsumsi dalam dosis besar.

 

Diare, sakit kepala, ruam, dan vertigo dialami beberapa orang ketika mengonsumsi suplemen yang mengandung dosis kromium sebanyak 1200-2400 mikrogram per hari selama empat bulan.

 

Ada banyak jenis suplemen kromium yang dijual. Ada yang mengandung kromium tunggal, ada juga yang mengandung kombinasi mineral dan vitamin lain. Saat mau membeli suplemen, pastikan Diabestfriends mengecek dosis kromium di dalamnya. Untuk langkah yang lebih baik, sebaiknya Diabestfriends tanyakan dokter sebelum mengonsumsinya!

 

 

 

Sumber:

Verywellhealth. What Is Chromium? Benefits and Risks. Mei 2022.
Vincent, JB.Chromium: Properties and determination. Encyclopedia of Food and Health. 2016



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.