Menu
Informasi tentang Kesehatan

Tantrum Orang Dewasa | Guesehat

  • Bagikan

Geng Sehat tentu tidak asing dengan istilah tantrum, kan? Tantrum seringkali kita dengar sebagai bagian normal dari perkembangan masa kanak-kanak. Anak-anak yang masih memiliki keterbatasan komunikasi dan kemampuan mengekspresikan perasaan kerapkali meluapkan emosinya secara meledak-ledak. Tapi jangan salah, ternyata tantrum juga bisa dialami oleh orang dewasa. Tantrum pada orang dewasa atau adult tantrum tidak boleh dianggap remeh karena bisa jadi pertanda adanya gangguan mental tertentu.

 

Ciri-ciri Adult Tantrum atau Tantrum pada Orang Dewasa

Adult tantrum biasanya terjadi pada orang dewasa yang kesulitan mengendalikan dan melampiaskan emosi dengan cara yang positif. Kondisi adult tantrum dapat terlihat baik secara fisik, verbal atau keduanya. Mulai dari berubahnya raut wajah dan/atau bahu menjadi tegang, gerakan tangan yang cepat, nada bicara yang tinggi, tempo bicara yang cepat, suara yang keras, hingga perilaku yang lebih agresif seperti berteriak, memaki, melempar atau menendang bahkan merusak barang.

 

Baca juga: Mums, Yuk Belajar Mengelola Emosi Agar Tak Terjebak Toxic Positivity

 

Penyebab Tantrum pada Orang Dewasa (Adult Tantrum)

Adult tantrum ternyata dapat disebabkan oleh banyak hal, di antaranya:

  • Pola asuh yang salah

  • Trauma akibat kekerasan fisik atau verbal

  • Mekanisme untuk memanipulasi orang lain

  • Cara mengalihkan perhatian dari masalah lain

  • Cara menutupi ketakutan, rasa malu, atau rasa bersalah

  • Menderita gangguan mental tertentu seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), bipolar, depresi, narsisme

  • Penyalahgunaan obat-obatan atau zat adiktif tertentu

 

Baca juga: 9 Tanda Kamu Sudah Dewasa Secara Emosional

 

Manajemen emosi untuk mengatasi Adult Tantrum

Jika Geng Sehat menemukan salah satu ciri adult tantrum pada diri sendiri dan/atau orang dekat di sekitar jangan panik. Ada beberapa cara dari manajemen emosi yang bisa digunakan untuk menanganinya. Berikut beberapa tipsnya:

 

1. Temukan pemicu tantrum

Jika pemicu tantrum sudah diketahui, Geng Sehat dapat lebih mudah mencari solusi untuk mencegahnya terjadi. Kalaupun pemicunya tak terhindari, paling tidak Geng Sehat bisa menemukan solusi untuk meredakannya.

 

2. Temukan serta pahami tanda dan pola tantrum

Saat tanda dan pola tantrum dikenali, Geng Sehat dapat meredam dorongan tantrum dan dengan segera menenangkan diri sehingga tantrum tidak muncul

 

3. Menenangkan pikiran

Saat muncul tantrum, orang tidak mampu lagi mengendalikan emosinya sehingga cenderung berpikir berlebihan, tidak rasional dan mudah melakukan hal-hal yang menyakitkan. Jika dorongan tantrum muncul, teknik relaksasi dengan mengatur pernapasan dan membayangkan hal-hal yang menyenangkan patut untuk dicoba.

 

Teknik kontrol emosi lainnya seperti butterfly hug yang makin tenar via drama Korea It’s Okay to Not Be Okay juga bisa dijadikan opsi untuk menenangkan pikiran. Ketika pikiran sudah cukup tenang, Geng Sehat bisa mengutarakan perasaan namun tetap dengan cara penyampaian yang tepat. Hindari perkataan yang menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain.

 

4. Mengalihkan perhatian dan pikiran

Ketika kemarahan menguasai, cobalah untuk mengalihkannya ke hal-hal positif dan menyenangkan seperti berolahraga, meluangkan waktu me time dan melakukan hobi. Dengan demikian niscaya tubuh menjadi lebih sehat, rileks, dan mengurangi stress sehingga kemungkinan munculnya tantrum berkurang.

 

Menyisipkan candaan atau membuat humor yang memicu tawa juga dipercaya dapat meredam amarah, hanya pilihlah candaan yang tidak menggunakan sindiran atau kata-kata kasar yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

 

5. Curhat ke orang terdekat

Meluapkan perasaan dan unek-unek kepada orang terdekat juga sangat membantu menenangkan emosi.

 

Apabila cara-cara tersebut tidak berhasil, jangan pernah ragu untuk segera minta bantuan pihak lain yang lebih ahli untuk mendapat penanganan lebih lanjut

 

Baca juga: 5 Cara Mengendalikan Emosi, Biar Enggak Menyesal Nantinya

 

 

Referensi:

Ameen-Rice, A. Psych Central (2019). Adults Can Do Have Tantrums.

Satow, R. Psychology Today (2019). A Strategy to Deal With Adult Temper Tantrums.

Cleveland Clinic (2018). Managing Anger: Management and Treatment.

Morin, A. Verywell Mind (2019). 11 Anger Management Strategies That Help You Calm Down Fast.

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.