Menu
Informasi tentang Kesehatan

Terapi Varises Terbaru | Guesehat

  • Bagikan

Punya varises, terutama di kaki, mungkin dapat disembunyikan dengan mudah pakaian. Dengan celana atau rok panjang, tidak ada yang tahu kalo Kamu punya varises. Namun, persoalan varises bukan hanya mengganggu penampilan saja, namun ada bahaya di balik tonjolan pembuluh darah yang berkelok-kelok dan menonjol ini.

 

Dijelaskan dr. Wirya A. Graha, Sp.BTKV selaku Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak dan Vaskular dari Bethsaida Hospital, pada Kamis (27/1) di Jakarta, varises pun mengenal tingkatan keparahan, dari yang ringan sampai yang berat. Kasus varises yang berat pun berawal dari varises ringan yang dibiarkan saja.

 

“Varises tidak datang tiba-tiba. Awalnya mungkin penderitanya hanya merasakan pegal-pegal di kaki saat malam hari setelah banyak beraktivitas. Gejala ini bisa meningkat saat varises semakin berat bahkan sampai terjadi luka. Ketika sudah ada luka, maka penyembuhannya sangat lama bahkan bertahun-tahun,” jelas dr. Wirya.

 

Bagaimana mendeteksi dan mengobati varises? Ternyata sudah ada teknologi yang canggih lho Geng Sehat, untuk mengobati varises ini!

 

Baca juga: Varises selama Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mencegahnya!
 

Varises, Siapa yang Berisiko?

Sebelum berbicara tentang terapi terbaru varises, Geng Sehat perlu tahu bagaimana varises terjadi. Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik atau vena. Secara tampilan, varises nampak seperti pembuluh darah yang menonjol dan berliku-liku.

Varises disebabkan oleh peningkatan tekanan darah di vena. Varises terjadi di pembuluh darah vena yang dekat permukaan kulit (dangkal).

 

Vena adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung. Di dalam vena ini ada banyak katup satu arah. Ketika katup melemah atau rusak, darah tidak dapat lancar balik ke jantung sehingga malah terkumpul di dalam vena. Hal ini menyebabkan pembuluh darah vena menjadi membesar sehingga menonjol dan bekelok-kelok dan terjadilah varises.

 

Ada banyak penyebab varises. Misalnya, duduk atau berdiri dalam waktu lama. Ini dapat menyebabkan darah terkumpul di pembuluh darah kaki, meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah.

 

“Varises dapat ditemui di segala usia. Pada usia muda biasanya karena faktor keturunan. Faktor risiko yang dapat memicu timbulnya varises antara lain penggunaan heels tinggi, kegemukan atau obesitas, serta aktivitas olahraga yang terlalu berat,” jelas dr. Wirya.

Geng Sehat yang hobi olahraga harus menghindari menekuk kaki segera setelah olahraga berat, karena ini akan memicu tekanan lebih besar di vena. Orang yang gemuk sebaiknya tidak menurunkan berat badan secara drastis, karena bisa meningkatkan risiko varises.

 

Baca juga: Masalah Kulit Akibat Tekanan Pembuluh Darah Selama Kehamilan

Varises Stadium Lanjut

Awalnya, pembuluh darah vena yang melebar ini tidak menunjukkan gejala. Penderita hanya merasakan pegal di kaki. Namun seiring waktu, gejala akan makin berat yakni kaku dan bengkak, gatal dan bisa timbul luka di kaki.

 

Jika dilihat dari tampilan kulit, di stadium awal atau satu, varises hanya nampak seperti spider vein berukuran 1 mm. “Di tahap ini orang umumnya akan mencari pengobatan dengan disuntik. Awal risiko disuntik ini adalah kulit menjadi hitam,” tegas dr. Wirya.

 

Memasuki stadium dua, varises mulai nampak menonjol. Ketika berobat di tahap ini, terapi yang ditawarkan umumnya laser. Pada tahapan varises selanjutnya, kaki di sekitar varises berada akan tampak bengkak, dan sulit kempes ketika ditekan. Dan di tahap akhir atau stadium 4, mulai muncul luka yang sulit sembuh dan semakin melebar.

 

“Apa bedanya luka karena varises dan luka kaki diabetes? Kalau luka karena varises umumnya kulit menghitam dan munculnya di sisi kaki bagian dalam. Sedangkan luka diabetes biasanya dimulai di ujung kaki, entak itu jari-jari atau telapak kaki,” papar dr. Wirya.

 

Baca juga: Varises Bisa Terjadi di Beberapa Bagian Tubuh Ini

Pengoatan Varises: Stocking Hingga Laser

Pengobatan sedini mungkin sangat dianjurkan sebelum varises membesar dan menyebabkan luka. “Pemeriksaan varises sangat sederhana. Dokter hanya perlu melakukan pemerikaan USG untuk melihat apakah benar varises dan mengetahui keparaham varises. Melalui USH bisa dipastikan ukuran dan bentuk pembuluh darah vena, bahkan bisa diketahui apakah ada komplikasi berupa bekuan darah di vena,” jelas dr. Wirya.

Ada beberapa pilihan pengobatan untuk varises. Seperti dijelaskan sebelumnya, varises derajat ringan bisa diatasi dengan suntikan. Tetapi menurut dr. wirya hal ini tidak disarankan karena ada efek samping di kulit dan bekas suntikan.

 

 

Pilihan pengobatan lainnya adalah dengan stoking khusus yang memang dirancang untuk menelan pembukuh darah supaya dapat mengecil lagi. “Tetapi terapi stocking ini ini tidak mudah dan sangat tidak nyaman. Mengenakannya saja sudah sangat susah apalagi melepaskannya karena sangat kencang. Selain itu menyakitkan. Belum lagi jika ada alergi akan menyebabkan gatal,”tambah dr. Wirya.

Untuk varises yang sudah berat, dulu dilakukan operasi atau pembedahan yang memerlukan luka sayatan cukup besar sekitar 3-4 cm untuk mengambil varisesnya. Saat ini dengan teknologi terbaru, varises bisa diobati dengan prosedur bedah yang minim luka, bahkan hanya dengan sayatan kecil. Teknik terbaru yang dimaksud adalah EVLA (Endovenous Laser Ablation). Luka hanya sekitar 1-2 mm yang akan menghilang dalam waktu 1-2 minggu.

 

Dengan EVLA, vena yang melebar dan membengkak akan diablasi dengan energi panas dari laser sehingga vena akan mengecil dan peredaran darah menjadi normal. Setelah tindakan, pegal dan keram akan berkurang, lalu dalam waktu 3-4 minggu varises akan hilang dan bekas lukapun akan pulih dengan cepat,”jelas dr. Wirya.

 

Apakah setelah menjalani terapi dengan EVLA varises akan hilang selamanya? Menurut dr. Wirya, ada kemungkinan varises akan muncul lagi tetapi dalam waktu 15 tahun, dan hanya pada 15% pasien saja. Umumnya varises kembali muncul pada pembuluh darah lain yang tidak terjangkau terapi.

 

Meskipun terapi sudah tersedia, namun biayanya tentu tidak murah. Karena itu, Geng Sehat lebih baik mencegah agar tidak memiliki varises. Caranya adalah dengan menghindari faktor risiko, yakni dengan menurunkan berat badan secara sehat, hindari penggunaan high heels, dan kurangi berolahraga berat.

 

 

Baca juga: Mencegah Penyumbatan Pembuluh Darah Penting Bagi Penderita Diabetes

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.