Menu
Informasi tentang Kesehatan

Vaksin Booster untuk Penderita Diabetes

  • Bagikan

Diabestfriend, apakah sudah mendapatkan e-ticket untuk vaksin ketiga (booster) Covid-19? Sebaiknya segera cek dan datangi sentra vaksinasi terdekat untuk mendapatkan suntikan ya. Orang dengan komorbid termasuk salah satu kelompok berisiko yang sebaiknya mendapatkan vaksin lengkap.

 

Suntikan vaksin booster COVID-19 direkomendasikan untuk kondisi tertentu, misalnya individu dengan gangguan kekebalan tubuh. Misalnya, orang yang minum obat imunosupresan rutin karena pernah mendapatkan transplantasi ginjal atau pasien kanker yang tengah menjalani kemoterapi.

 

Selain itu, orang dengan penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi juga “wajib” mendapatkan booster. Diabetes adalah salah satu kondisi medis yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh terganggu.

 

Apalagi jika Diabestfriend berusia di atas 60 tahun juga dianggap berisiko tinggi untuk mengalami gejala berat jika terinfeksi COVID-19, sehingga perlu mendapatkan vaksin booster.

 

Baca juga: Bumil dan Busui Juga Bisa Vaksin Booster COVID-19, Ini Syaratnya!

 

Vaksin Booster untuk Penderita Diabetes

Diabetes dibedakan menjadi dua jenis, dan semuanya memerlukan vaksin booster. 

 

Diabetes Tipe 1

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun, dan termasuk dalam daftar kondisi yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kekebalan. Risiko bahkan lebih buruk bagi orang dengan kontrol glukosa yang buruk. Tanda gula darah tidak terkontrol adalah memiliki nilai HbA1c di atas 8%.

 

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 bukanlah kondisi autoimun, tetapi hampir semua literatur sangat jelas menyatakan bahwa kontrol glukosa yang buruk pada orang dengan tipe 2 dikaitkan dengan keadaan immunocompromised atau kekebalan tubuh buruk Baik diabetes tipe 1 dan tipe 2 dikaitkan dengan tingkat infeksi COVID yang lebih tinggi dan gejala yang lebih berat.

 

Mempertimbangkan semua fakta ini, maka siapa pun dengan semua jenis diabetes harus mendapatkan vaksinasi booster COVID-19.

 

Baca juga: Penerima Vaksin Sinovac Boleh Booster Pakai Vaksin Pfizer atau AstraZeneca

 

Potensi Efek Samping Vaksin Booster

Potensi efek samping dari suntikan booster serupa dengan dua suntikan pertama dan kedua, tergantung jenis vaksin yang diberikan. Vaksin Moderna atau Pfizer biasanya menimbulkan efek samping yang umum berupa nyeri dan pembengkakan di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, dan kedinginan yang dapat berlangsung hingga beberapa hari.

 

Namun, di vaksin ketiga, efek samping ini belum tentu dialami. Tidak ada cara untuk memprediksi efek samping seperti apa yang akan dialami. Lebih baik siapkan obat pereda nyeri atau demam seperti parasetamol untuk mengatasi efek samping yang timbul, dan jangan lupa istirahat yang cukup pasca vaksin.

 

Tetapi konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin booster ya. Dokter yang akan menentukan apakah Diabestfriend, baik diabetes tipe 1 atau tipe 2, memenuhi syarat untuk suntikan booster.

 

Bagaimana dan di mana mendapatkan booster COVID-19? Vaksin booster Cobid-19 bisa dilakukan di Puskemas. Cek ke Puskesmas terdekat atau melalui applikasi Peduli Lindungi.  Menurut aturan Kemenkes terbaru, vaksin booster sudah bisa diberikan 3 bulan setelah suntikan kedua. 

 

Baca juga: Risiko Infeksi Ulang Tinggi, Peneliti Sarankan Booster untuk  Tangkal Varian Omicron

 

 

Referensi:

Take Control of Your Diabetes. 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.