Menu
Informasi tentang Kesehatan

Bau Vagina Berubah setelah Berhubungan Seks

  • Bagikan

Vagina memiliki bau yang khas dan ini sepenuhnya adalah hal yang normal. Kamu juga tidak perlu menggunakan pewangi atau pembersih apa pun untuk mengubah bau daerah kewanitaan.

 

Namun, kamu mungkin mengamati bahwa aroma vagina berubah setelah berhubungan seks. Jika ya, kamu mungkin bertanya-tanya apa yang menyebabkan hal ini dan apakah ini adalah sesuatu yang normal ataukah berbahaya?

 

Untuk menjawab semua keraguanmu, langsung saja simak ulasan berikut ini.

 

Baca juga: Lendir Vagina Terlalu Banyak Saat Promil, Normalkah?

 

Bau Vagina Berubah Setelah Berhubungan Seks

Berikut ini beberapa alasan bau vagina berubah setelah berhubungan seks:

 

1. Infeksi bakteri

Bakterial vaginosis (BV) adalah jenis infeksi vagina paling umum dan biasanya terjadi pada perempuan yang berusia 15 hingga 44 tahun. Ini terjadi karena ada terlalu banyak bakteri tertentu dalam ekosistem vagina, yang mengubah pH vagina dan memengaruhi aromanya.

 

Para ahli tidak sepenuhnya yakin seputar apa yang menyebabkan BV, tetapi ini lebih umum terjadi pada orang dengan vagina yang aktif secara seksual. Beberapa perempuan dengan BV tidak merasakan gejala apa pun, tetapi sebagian lainnya merasakan nyeri, gatal, keputihan, dan bau amis yang kuat, khususnya setelah berhubungan seks. BV biasanya diobati dengan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

 

2. Air mani

Kamu mungkin memperhatikan perubahan bau vagina setelah melakukan seks tanpa kondom. Perubahan ini terjadi karena cairan pada vagina bercampur dengan cairan pasanganmu, seperti air mani dan keringat. 

 

Air mani memiliki pH yang tinggi, dan dapat menyebabkan perubahan aroma. Umumnya, bau akan hilang dengan sendirinya setelah kamu mandi. Namun, jika setelah satu atau dua hari baunya terus berlanjut, segera hubungi dokter.

 

Baca juga: Benarkah Vaginosis Bakterialis Berbahaya bagi Kehamilan?

 

3. Darah

Kamu mungkin menemukan adanya bau seperti tembaga saat vagina mengeluarkan darah. Darah memiliki pH yang tinggi, dan hal dapat memengaruhi flora vagina sehingga menyebabkan perubahan aroma.

 

Seks yang kasar dapat menyebabkan sedikit pendarahan, yang juga dapat menyebabkan bau tembaga setelah berhubungan seks. Berhubungan seksual saat menstruasi juga bisa menyebabkan hal ini. Perlu diingat, segera temui dokter jika hubungan seksual menyebabkan kamu mengeluarkan banyak darah atau pendarahan tidak segera berhenti karena ini bisa menjadi pertanda adanya masalah.

 

4. Keringat

Aktivitas seksual melibatkan keringat dan ini juga memicu perubahan aroma pada vagina, terlebih jika aktivitas ini dilakukan sebelum mandi. Kelembapan memengaruhi keseimbangan keseluruhan bakteri dan pada gilirannya mengubah aroma vagina.

 

Ditambah, lokasi vagina yang dekat dengan anus menjadi alasan pentingnya menjaga kebersihan area tersebut, untuk menghindari penumpukan bakteri yang menyebabkan bau tak sedap. Namun, ingatlah untuk tidak membersihkan vagina dengan sabun yang wangi karena ini bisa memengaruhi pH dan keseimbangan flora vagina secara negatif.

 

Baca juga: Waduh Punya Kutil kelamin, Harus Berobat ke Mana?

 

5. Trikomoniasis

Bau busuk di area kewanitaan bisa mengindikasikan adanya infeksi menular seksual yang disebut trikomoniasis. Trikomoniasis disebabkan oleh parasit kecil yang berpindah di antara orang-orang saat berhubungan seks, dan itu sebenarnya cukup umum. 

 

Selain menyebabkan keputihan yang berbau busuk, trikomoniasis juga bisa membuat daerah intim terasa gatal dan menyebabkan nyeri saat buang air kecil. Namun, banyak juga orang dengan trikomoniasis tidak merasakan gejala apa pun.

 

6. Kondom lateks

Berhubungan seks dengan laki-laki yang menggunakan kondom lateks dapat menyebabkan perubahan bau vagina. Ini karena vagina adalah area yang sensitif, apa pun yang baru diperkenalkan dapat memengaruhi bau alaminya. Untuk pasangan yang alergi dengan kondom lateks atau tidak suka dengan bau yang ditinggalkannya, dapat mencoba kondom berbahan dasar poliuretan.

 

Perubahan bau pada vagina setelah berhubungan seks umumnya adalah hal yang normal dan tidak ada hubungannya dengan kebersihan area intim. Kecuali jika vagina tiba-tiba berbau sangat menyengat atau atau disertai dengan gejala lain, kamu mungkin baik-baik saja dan tidak perlu panik.

 

Baca juga: 5 Cara Alami Mengembalikan Keseimbangan pH Vagina

 

 

Sumber:

Self.com. Vaginal odor

Health.com. Foul odor after sex

Healthline.com. My discharge smells 

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.