Menu
Informasi tentang Kesehatan

5 Cara Mendidik Anak agar Bertanggung Jawab, Terapkan Sejak Dini

  • Bagikan

Mengasuh anak adalah salah satu tugas terberat yang dimiliki setiap orang tua di dunia dan jelas tidak mudah untuk mengajari anak-anak bagaimana caranya menjadi pribadi yang bertanggung jawab. Namun, membesarkan anak menjadi orang yang bertanggung jawab akan mencegah Mums dan pasangan berurusan dengan kenakalan dan sikap manja anak di masa depan.

Anak-anak yang bertanggung jawab juga tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Selanjutnya, tanggung jawab juga menjadi sifat yang diperlukan untuk menjadi orang dewasa yang sukses. Jadi, sangat penting untuk mengajari anak tentang tanggung jawab sedini mungkin.

Baca juga: Mengajarkan Anak Sopan Santun Sejak Dini

Cara Mendidik Anak agar Bertanggung Jawab

Mengajari tanggung jawab pada anak bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kesabaran sehingga orang tua harus konsisten. Berikut adalah beberapa cara mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

1. Biarkan anak berkontribusi dalam berbagai aktivitas

Untuk mengajarkan tanggung jawab, penting untuk mengajari anak-anak bahwa mereka tidak hanya perlu mempraktikkan tanggung jawab pribadi, tetapi juga tanggung jawab terhadap orang lain. Anak-anak yang terbiasa membantu di sekitar rumah akan cenderung mau membantu orang lain dalam situasi sosial daripada anak yang hanya bertanggung jawab untuk kebutuhan pribadi mereka sendiri.

Jadi, biarkan anak terlibat dalam berbagai pekerjaan rumah tangga. Dengan begitu, nantinya anak akan mampu melakukan berbagai tugas dengan lebih baik dan mendapatkan kepuasan dengan membantu orang lain. Ini juga meningkatkan kepercayaan diri anak tentang sikap, gagasan untuk mengambil tindakan, dan bangga melakukannya.

2. Orang tua jadi model

Sulit mengajari anak bertanggung jawab jika anak tidak melihat orang tuanya sebagai sosok yang bertanggung jawab. Jadi, penting memastikan bahwa Mums dapat menjadi role model tanggung jawab.

Orang tua harus selalu menepati janji kepada anak dan jangan banyak membuat alasan. Jika anak sering melihat orang tuanya mengingkari janji, mereka tidak akan menganggap bahwa tanggung jawab adalah sesuatu yang penting.

Jika Mums berjanji mengizinkan anak bermain games di akhir pekan, tepatilah. Jika Mums dan keluarga sedang bertamasya di luar dan tidak menemukan tempat sampah, ajarkan anak menyimpan semua sampah sampai menemukan tempat sampah berikutnya.

Baca juga: 7 Contoh Pola Asuh yang Salah, Dampaknya Serius di Masa Depan!

3. Jangan pernah melabeli anak sebagai “tidak bertanggung jawab”

Jangan menyebut anak sebagai orang yang tidak bertanggung jawab karena ini bisa membuat anak melihat dirinya dengan cara demikian. Yang terbaik adalah mengajari anak keterampilan yang dibutuhkan untuk bertanggung jawab.

Misalnya, jika anak sering kehilangan barang, ajari dia untuk memastikan kembali apakah semua barangnya sudah lengkap sebelum meninggalkan suatu tempat. Ini berlaku saat anak berada di rumah dan akan berangkat sekolah, hendak pulang sekolah, saat berada di rumah temannya, dan di mana pun.

4. Ajarkan tentang konsekuensi

Dalam mengajari anak-anak tentang tanggung jawab, penting untuk juga mengajari mereka bahwa ada konsekuensi ketika mereka tidak bertanggung jawab.

Banyak orang tua tanpa sadar tidak membiarkan anak mengambil konsekuensi karena takut membiarkan anak menderita, sedih, atau marah. Namun, jika orang tua selalu menyelesaikan masalah anak, anak tidak akan belajar bertanggung jawab saat mereka tumbuh dewasa.

Selama orang tua mengambil konsekuensi dari kesalahan anak dan melindungi anak dari setiap kekacauan yang mereka perbuat, ini mencegah anak-anak dari belajar bertanggung jawab. Jadi, biarkan anak mengambil konsekuensi dari setiap perbuatan mereka.

Baca juga: Serunya Menjadi Orang Tua Baru!

5. Hindari menyalahkan orang lain

Banyak orang secara otomatis akan menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan. Sikap ini seolah-olah mengajarkan bahwa menyalahkan dapat mencegah terulangnya masalah atau membebaskan kita dari tanggung jawab. Padahal, kenyataannya, menyalahkan membuat orang menjadi defensif, lebih cenderung untuk mengawasi dan menyerang daripada menebus kesalahan.

Ini juga menjadi alasan utama anak-anak berbohong kepada orang tua mereka. Lebih buruk lagi, ketika orang tua terbiasa menyalahkan anak, anak-anak akan belajar menemukan segala macam alasan untuk melindungi diri mereka sendiri sehingga mereka cenderung menjadi pribadi yang tidak bertanggung jawab.

Untuk itu, orang tua harus belajar untuk tidak menyalahkan orang lain, di mana pun. Alih-alih menyalahkan, menerima tanggung jawab apa pun yang Mums bisa adalah praktik yang baik untuk mengajarkan tanggung jawab pada anak.

Mengajarkan tanggung jawab memang tidak mudah, tetapi itu dapat membantu membesarkan anak yang penuh hormat, bertanggung jawab, dan menghindari anak dari sikap nakal, manja, dan tidak tahu berterima kasih.

Baca juga: Yuk, Lakukan Ini Sebelum Kelepasan Marah kepada Anak

Sumber:

Newsfolks.com. Raise a responsible child.

Ahaparenting.com. Responsibility

Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.