Menu
Informasi tentang Kesehatan

5 Kondisi Anak yang Harus Diatasi dengan Terapi Wicara

  • Bagikan

Setelah bisa berjalan dan berlari, Mums dan Dads pastinya tak sabar menunggu kalimat pertama dari mulut si Kecil. Namun, setelah menunggu lama, kok si Kecil tak kunjung bicara, ya? Apakah ini tandanya ia membutuhkan terapi wicara? Yuk, kenali pada kondisi apa saja terapi ini diperlukan.

 

Perkembangan Kemampuan Bicara dan Bahasa Anak

Di 3 tahun pertama kehidupan seorang anak, terjadi proses perkembangan dan pematangan otak yang pesat, sehingga ini menjadi periode paling intensif untuk memperoleh keterampilan berbicara dan bahasa. Keterampilan ini berkembang paling baik di dunia yang kaya dengan suara, pemandangan, dan paparan yang konsisten terhadap ucapan dan bahasa orang lain.

 

Pada rentang usia ini pula, merupakan periode kritis untuk perkembangan bicara dan bahasa pada bayi dan anak kecil, karena otak paling mampu menyerap bahasa. Jika periode kritis ini dibiarkan berlalu tanpa paparan bahasa, maka kemampuan bicara dan bahasa akan lebih sulit untuk dipelajari.

 

Perlu Mums ketahui, ada dua gangguan perkembangan komunikasi yang bisa terjadi pada seorang anak, yaitu gangguan bicara dan gangguan bahasa.

 

Gangguan bahasa adalah ketika anak mengalami kesulitan memahami apa yang orang lain katakan (bahasa reseptif) atau kesulitan berbagi pemikirannya (bahasa ekspresif). Keterampilan bahasa meliputi berbicara, memahami, membaca, dan menulis. Seorang anak dengan gangguan bahasa mungkin mengalami masalah dengan beberapa keterampilan ini.

 

Sementara, gangguan bicara adalah ketika anak-mengalami kesulitan menghasilkan suara bicara dengan benar. Bisa pula ia ragu-ragu atau gagap ketika berbicara. Keterampilan bicara anak meliputi artikulasi, suara, dan kelancaran. Ketiga aspek ini harus bisa dikuasai bersama-sama untuk keterampilan verbal yang efektif.

 

Baca juga: Bolehkah Balita Minum Kopi? Ini Jawabannya

 

 

5 Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Setiap anak terlahir dengan keunikannya sendiri dan akan berkembang dengan kecepatannya masing-masing. Tetapi sebagai orang tua, memerhatikan perbedaan tumbuh-kembang si Kecil dengan saudara kandung atau teman sebayanya pun penting, karena ini merupakan salah satu cara terbaik untuk tetap waspada jika pertumbuhan atau perkembangannya terlambat.

 

Khusus untuk perkembangan kemampuan bahasa dan komunikasi si Kecil, ada 2 aspek yang perlu Mums ketahui. Anak usia 18 bulan harus menggunakan setidaknya 20 kata, termasuk berbagai jenis kata, seperti kata benda (“bayi”, “kue”), kata kerja (“makan”, “pergi”), kata depan (“atas”, “bawah”) , kata sifat (“panas”, “mengantuk”), dan kata-kata sosial (“hai”, “dadah”).

 

Sedangkan anak di usia 24 bulan harus menggunakan setidaknya 100 kata dan menggabungkan 2 kata. Kombinasi kata-kata ini harus dibuat oleh si Kecil, dan bukan kombinasi kata, seperti “terima kasih”, “sampai jumpa”, “semua hilang”, atau “apa itu?”. Contoh kombinasi kata yang benar adalah “lampu mati”, “minum susu”, atau “tangan kotor”. 

 

Di masa belajar ini, wajar banget kok, jika si Kecil sering salah mengucapkan kata-kata dan kesulitan menyusun kalimat. Pasalnya, ia sedang mengeksplorasi berbagai cara menggunakan lidah, gigi, dan bibir untuk membuat suara baru, serta menemukan cara menggabungkan kata-kata untuk membuat kalimat.

 

Walau begitu, Mums tetap perlu waspada agar bisa segera menyadari bila perkembangan bicara dan bahasa si Kecil membutuhkan bimbingan ahli. Bahkan, ada beberapa tanda yang bisa Mums perhatikan lho, di antaranya:

 

  • Tidak memahami instruksi verbal

Ketika si Kecil tidak mau melakukan apa yang Mums minta atau suruh, tentu hal ini membuat frustrasi. Apalagi, permintaan yang disampaikan sangat sederhana seperti, “Taruh gelas di dapur”, atau “Ayo, sikat gigi”. Jika si Kecil terlihat kesulitan memahami permintaan verbal, ini bisa menjadi tanda bahwa ia mengalami kesulitan memproses bahasa atau mengekspresikan keinginan dan kebutuhannya sendiri secara efektif. 

 

  • Anak tidak berinteraksi dengan orang lain

Jika si Kecil tidak berbicara dan tidak berinteraksi dengan orang-orang yang dikenal atau teman sebayanya, maka akan sulit baginya untuk belajar bagaimana membentuk persahabatan, belajar cara bermain, dan bersosialisasi dengan tepat. Terapi wicara akan membantu si Kecil belajar berinteraksi dengan orang lain secara tepat dan membangun keterampilan sosialnya.

 

Baca juga: Nutrisi Penting untuk Si Kecil Usia Prasekolah, Anak Makin Pintar!

 

Gagap biasanya didefinisikan sebagai ketidaklancaran yang tidak disengaja dalam ekspresi verbal. Biasanya, gagap bermanifestasi sebagai pengulangan suara, suku kata, atau kata-kata. Gagap bisa pula berwujud sebagai hambatan bicara atau jeda yang berkepanjangan antara suara dan kata.

 

Gangguan bicara ini bisa disertai dengan perilaku sekunder, seperti mengedipkan mata, menyentak rahang dan kepala, atau gerakan tak sadar lainnya. Jika ini terjadi pada anak-anak, si Kecil bisa merasa malu dan takut untuk berbicara, sehingga menghambat kemampuannya berkomunikasi.

 

Pada usia 2 tahun, setidaknya 50% ucapan si Kecil harus bisa dipahami oleh seseorang di luar lingkungan keluarga dan pada usia 3 tahun, ucapannya akan semakin jelas dan sebagian besar bisa dipahami. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, segeralah mencari bantuan untuk mendampingi si Kecil belajar melafalkan suaranya dengan benar.

 

  • Sering mengucapkan kata dengan bunyi yang salah

Si Kecil sudah berusia 3 tahun dan masih sering salah untuk mengucapkan kata-kata yang umum? Misal, si Kecil menyebut “ke mana” menjadi “ke-wa-na”m atau “pintu” menjadi “n-tu”. Mengganti kata, menghilangkan konsonan akhir, dan menyederhanakan kombinasi bunyi adalah kesalahan artikulasi (fonologis).

 

Sangat penting untuk berkonsultasi dengan ahli terapi wicara dalam kasus ini. Pasalnya, dikhawatirkan ini menjadi tanda-tanda bahwa si Kecil memiliki otot artikulasi yang lemah atau kesulitan mengoordinasikan gerakan otot-otot bicaranya. Dengan latihan artikulasi yang teratur, dapat meningkatkan kekuatan otot-otot bicara anak, sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa praktis dan komunikasi sosial anak secara signifikan.

 

Inti dari semua ini, memerhatikan tumbuh-kembang si Kecil memang tak perlu dibawa stres, namun juga jangan disepelekan. Ketika Mums merasa bahwa perkembangan bicara dan bahasa si Kecil sedikit berbeda dibanding anak sebayanya, tak perlu menunggu sekian lama untuk diperiksakan atau berkonsultasi dengan ahlinya. Lebih cepat diperiksakan lebih baik. (IS)

 

Baca juga: Coba yuk, Tips agar Anak Suka Makan Ikan

 

Referensi:

Celebration Speech Group. Child Needs Speech Therapy

NIDCD. Speech and Language

Wee Talkers. Speech Therapy

Milestone Therapy Group. Pediatric Therapy

Kids First. Indicators for Toddlers



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.