Menu
Informasi tentang Kesehatan

6 Aktivitas yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

  • Bagikan

Mengetahui bahwa Mums positif hamil tentunya membuat Mums dan keluarga merasa bahagia. Sebagai upaya untuk menyambut anggota keluarga yang baru, Mums tentunya ingin melakukan segala yang terbaik. Salah satunya dengan menghindari segala aktivitas yang berbahaya bagi ibu hamil.

Sangat penting mengambil setiap langkah untuk memastikan bahwa Mums dan bayi dalam keadaan sehat. Ini mungkin termasuk mengambil beberapa perubahan dalam aktivitas sehari-hari karena aktivitas yang biasanya tidak berbahaya bisa menjadi berbahaya jika dilakukan oleh ibu hamil.

Baca juga: Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Ibu Hamil di Trimester Pertama

Aktivitas yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Di sini, Mums akan diajak membahas apa saja aktivitas yang perlu selama kehamilan karena dapat membahayakan Mums atau bayi.

1. Aerobik berdampak tinggi

Melakukan latihan aerobik berdampak rendah yang dibantu oleh instruktur bersertifikat bermanfaat untuk ibu hamil dan bayi yang sedang berkembang. Sebaliknya, aerobik berdampak tinggi yang melibatkan lompatan tidak dianjurkan untuk ibu hamil.

Ini karena pusat gravitasi ibu hamil telah bergeser sehingga dapat memengaruhi keseimbangan dan koordinasi, membuat ibu hamil lebih rentan terhadap cedera. Selain itu, Mums mungkin diminta untuk menghindari latihan aerobik jika memiliki riwayat keguguran atau jika Mums memiliki komplikasi dengan kehamilan. Ingatlah untuk selalu konsultasikan kondisi dengan penyedia layanan kesehatan guna mendapatkan rekomendasi spesifik yang berkaitan dengan latihan aerobik.

Baca juga: Inilah Tips Berenang yang Aman untuk Ibu Hamil

2. Mengangkat beban berat

Ibu hamil perlu menghindari mengangkat sesuatu yang berat. Sebenarnya, mengangkat beban berat tidak menimbulkan risiko besar bagi bayi, tetapi ini menimbulkan risiko bagi Mums. Ini karena hormon kehamilan dapat mengendurkan sendi dan ligamen, yang membuat Mums lebih rentan terhadap cedera. Meskipun begitu, jika Mums masih ingin melatih lengan dengan latihan angkat beban, Mums masih dapat melakukannya dengan menggunakan beban yang ringan.

3. Kegiatan dengan risiko jatuh

Setelah trimester pertama, ibu hamil harus menghindari aktivitas yang berisiko jatuh, seperti panjat tebing, menunggang kuda, baseball, dan sebagainya. Ini karena selama kehamilan, pusat gravitasi bergeser saat perut membesar, sehingga jatuh sedikit saja dapat menyebabkan cedera.

Meskipun bayi sebenarnya terlindungi dengan baik di dalam rahim, tetapi cedera parah pada perut dapat menyebabkan solusio plasenta. Sebaiknya, lakukan aktivitas berdampak rendah, seperti berenang atau berlari di treadmill.

4. Mengganti litter box hewan

Ibu hamil harus menghindari aktivitas mengganti litter box binatang peliharaan, seperti kucing. Ini karena membersihkan aktivitas apa pun yang melibatkan kontak dengan kotoran binatang dapat membuat Mums berisiko terkena toksoplasmosis.

Jika ibu hamil menularkan toksoplasmosis ke janin, bayinya dapat mengalami gejala yang parah, seperti:

  • kebutaan
  • cacat intelektual
  • kerusakan otak
  • kerusakan mata.

Baca juga: Apakah Ibu Hamil Harus Melakukan Tes Torch?

5. Merokok

Merokok selama kehamilan dapat membahayakan ibu hamil dan calon bayi. Selain meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan kanker paru-paru, merokok saat hamil juga dapat menyebabkan masalah berikut:

  • persalinan prematur
  • kelainan bawaan, seperti bibir sumbing
  • sindrom kematian bayi mendadak
  • masalah dengan plasenta

Wanita harus berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok segera setelah mereka tahu bahwa mereka hamil. Jika Mums butuh bantuan untuk dapat berhenti dari kebiasaan merokok, segera hubungi penyedia layanan kesehatan.

6. Berendam di air panas

Berendam di air panas kerap dijadikan cara banyak orang untuk merilekskan tubuh. Namun, para ahli merekomendasikan ibu hamil untuk tidak berendam di air panas dan sauna. Ini karena berendam air panas dapat menyebabkan hipertermia atau suhu tubuh yang terlalu tinggi, yang kemudian dapat menyebabkan kelainan bawaan. Selain itu, aktivitas lain yang juga dapat menyebabkan suhu tubuh naik terlalu tinggi meliputi:

  • ioga atau pilates
  • berjemur terlalu lama
  • olahraga berat
  • dehidrasi.

Banyak aktivitas yang biasanya aman untuk orang-orang pada umumnya menjadi berbahaya jika dilakukan oleh ibu hamil. Jadi, Mums harus aktif mencari informasi dan menanyakan pada dokter kandungan seputar apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kehamilan.

Baca juga: Bahaya Sauna untuk Ibu Hamil, Risiko Melahirkan Bayi Cacat

Sumber:

Medicalnewstoday.com. Aactivities with a fall risk

Americanpregnancy.org. Activities to avoid during pregnancy

Verywellfamily.com. A comprehensive guide: what to avoid during pregnancy

Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.