Menu
Informasi tentang Kesehatan

Anak Belum Bicara di Usia 2 Tahun

  • Bagikan

Di usia 2 tahun, umumnya rumah akan ramai dengan celotehan si Kecil yang menggemaskan. Tapi, bagaimana jika yang terjadi adalah sebaiknya? Tenang dulu ya, Mums. Ada checklist yang perlu Mums isi untuk mengenali kenapa si Kecil tak kunjung bicara. Baca terus dan isi pertanyaannya di bawah ini, yuk.

 

Kemampuan Berbicara di Usia 2 Tahun

Setiap anak memiliki perjalanan tumbuh dan kembangnya masing-masing. Inilah yang membuat masing-masing anak berkembang dengan kecepatannya sendiri, sehingga terkadang dapat membuat orang tua bingung atau khawatir ketika kemampuan bahasa si Kecil tampaknya tertinggal dengan teman sebayanya.

 

Secara teori, pada usia 2 tahun, kemampuan berbicara dan bahasa si Kecil mencapai 50 kosakata atau lebih. Jumlah tersebut termasuk kosakata yang tidak bisa ia ucapkan dengan sempurna atau sulit dipahami oleh orang asing.

 

Walau begitu, di usia ini si Kecil umumnya sudah dapat menyebutkan makanan favoritnya dengan nama yang benar dan menirukan berbagai suara binatang ketika diminta, seperti suara kucing, sapi, dan ayam.

 

Selain itu, ia mulai berlatih mengucapkan frasa dua kata seperti “mau makan” serta menggunakan kata ganti seperti “punyaku” atau “punya adek”. Tak apa kok, jika ucapannya masih banyak tak jelas karena kemampuan bicaranya masih dalam masa perkembangan.

 

Jumlah kata yang dikuasai si Kecil kemudian akan melonjak tajam ketika ia berusia 3 tahun, yaitu mencapai 200-1.000 kata. Ia pun mulai memahami dan berbicara tentang konsep spasial, seperti “di”, serta mengetahui kata sifat untuk menggambarkan orang, tempat, benda, dan emosi, termasuk “senang” atau “sedih” dan “besar” atau “kecil.”

 

Baca juga:  Bolehkah Ibu Hamil Makan Udang?

 

Lakukan Ini Jika si Kecil Terlambat Bicara

Di bidang perkembangan bahasa, memperhatikan milestone memang penting. Namun secara keseluruhan, penting untuk mempertimbangkan apakah si Kecil efektif dalam berkomunikasi atau tidak, daripada hanya fokus pada penguasaan jumlah kosakata. 

 

Nah, jika Mums merasa mengalami kesulitan memahami atau berkomunikasi dengan si Kecil dan mulai khawatir terdapat masalah, langkah awal yang perlu Mums lakukan adalah berpikiran terbuka. Di sini maksudnya menerima bahwa bisa saja ada sesuatu terjadi pada perkembangan si Kecil dan perlu ditindaklanjuti lebih lanjut. 

 

Menurut data, dua kesalahan yang paling sering dilakukan orang tua dalam menyikapi keterlambatan perkembangan anak adalah menunggu terlalu lama dan menyangkal bahwa ada sesuatu yang terjadi. Padahal penelitian menunjukkan bahwa intervensi dini sangat membantu, terutama jika si Kecil terlambat bicara.

 

Langkah kedua yang bisa Mums lakukan adalah tanyakan kepada diri Mums pertanyaan-pertanyaan berikut dan catat hasilnya. Jika ada pertanyaan yang dijawab “tidak”, segeralah berkonsultasi ke dokter anak untuk untuk pengujian dan diagnosis lebih lanjut.

 

Pertanyaannya adalah:

 

  • Apakah si Kecil mencoba berbicara?

Pada usia 12 bulan, balita harus berusaha berkomunikasi secara verbal dengan orang tuanya. Bentuk ocehan yang tidak jelas ataupun kata-kata parsial seperti “su-su” untuk mewakili kata “susu” diperhitungkan sebagai jenis komunikasi.

 

  • Apakah si Kecil menunjukkan ketertarikan kepada orang lain?

Ketika di rumah dan orang lain masuk atau keluar ruangan, umumnya balita memperhatikan dan bereaksi. Reaksi dapat mencakup tersenyum saat melihat orang yang dikenalnya, menangis saat Mums pergi, atau mencoba mengikuti Mums saat keluar dari ruangan. Balita pun akan tertarik dengan apa yang dilakukan orang lain, misalnya saat seseorang sedang makan, membaca buku, atau bermain dengan mainan di dekatnya. 

 

  • Apakah si Kecil menggunakan kata-kata baru secara teratur?

Setelah balita mulai mencoba menggunakan kata-kata, Mums akan melihat kemajuan yang stabil dalam perkembangan bahasanya. Perbendaharaan kata akan selalu bisa ia kuasai dan meningkat seiring waktu. Berhati-hatilah jika kosakata si Kecil tampak mandek selama lebih dari beberapa bulan atau jika tadinya ia menguasai kata-kata tertentu, tetapi  sekarang tidak bisa ia ucapkan lagi. 

 

  • Apakah si Kecil bereaksi terhadap musik?

Kebanyakan balita menunjukkan semacam reaksi terhadap musik. Umumnya anak akan bertepuk tangan, bergoyang atau mencoba menari, menggelengkan kepala, bersenandung, dan mencoba bernyanyi, yang merupakan tanda-tanda yang baik. Sebaliknya, jika ia tidak melakukan hal-hal ini sama sekali, mungkin saja ada masalah yang perlu ditindaklanjuti. 

 

 

  • Apakah si Kecil menirukan suara di sekitarnya?

Meskipun suara setiap orang memiliki karakteristik yang unik, pola bicara memiliki satu persamaan, yaitu bisa mencerminkan apa yang ia dengar di sekitarnya. 

 

  • Apakah si Kecil mengucapkan huruf konsonan dengan benar?

Sejak umur 1 tahun, balita seharusnya sudah mengoceh dan bisa menggunakan banyak huruf konsonan pada saat berbicara, seperti p, b, m, d, dan n. Biasanya proses mengoceh dimulai dengan cara meniru suara yang ia dengar, lalu ditambah dengan satu atau dua kata lainnya. 

 

Jika vokal si Kecil terdengar cukup normal bagi Mums, tetapi ia  memiliki caranya sendiri untuk mengucapkan kata-kata tertentu yang tampaknya tidak membaik seiring waktu, hal ini tidak bisa disepelekan begitu saja.

 

  • Apakah si Kecil tahu dan merespons namanya?

Saat Mums memanggil nama si Kecil, ia harus menoleh atau menatap langsung ke arah Mums. Bahkan, mulai dari usia 6 bulan, bayi sudah bisa melakukan ini. Jadi, Mums pantas curiga jika hingga berusia 1 tahun si Kecil tidak bisa melakukan ini.

 

  • Apakah si Kecil menggunakan lebih banyak kata daripada gestur?

Metode komunikasi si Kecil dengan Mums atau yang sehari-hari mengasuhnya tidak boleh dengan isyarat. Artinya, pada usia 2 tahun, si Kecil seharusnya telah beralih menggunakan lebih banyak kata daripada gerakan.

 

Baca juga: Cara Meningkatkan Berat Badan Anak Secara Sehat

 

  • Apakah orang lain dapat memahami keinginan si Kecil?

Ada tingkat pemahaman tertentu yang dimiliki orang tua dengan anak-anaknya sendiri, yang tidak dimiliki orang lain. Jika Mums kadang-kadang bertindak sebagai penerjemah untuk orang lain, tidak apa-apa. Namun, jika hal ini terus berlangsung hingga ia berusia 3 tahun, maka Mums memiliki alasan untuk merasa khawatir.

 

  • Bisakah si Kecil mengikuti perintah verbal sederhana?

Mums tentu tak keberatan melakukan segalanya untuk si Kecil. Namun waspadalah, hal ini bisa membuat Mums tidak menyadari bahwa Mums melakukannya karena ada kemungkinan masalah dengan perkembangan bahasa. Jika ini sepertinya terjadi, cobalah Mums mundur sejenak dan menilai apakah si Kecil mampu mengikuti permintaan verbal umum, seperti “Ambil buku itu” atau “Kasih gelasnya ke Mama.”

 

  • Apakah si Kecil bisa menyatukan kata?

Di usia 2 tahun, anak bisa menyusun kata-kata menjadi kalimat yang bermakna, misal dengan mengatakan, “Mau susu” dan “Minta minum.” 

 

  • Apakah si Kecil mampu meniru?

Berhati-hatilah jika si Kecil belum pernah meniru suara atau gerakan. Beberapa imitasi awal yang umum ditiru anak-anak adalah kucing mengeong, anjing menggonggong, orang tua mengatakan “aduh”, melambaikan tangan sambil berkata ” dadah”, atau bertepuk tangan saat Mums melakukan hal yang sama.

 

Satu hal yang perlu Mums ketahui, keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh banyak faktor. Itu sebabnya evaluasi, diagnosis, dan terapi yang dilakukan sejak dini sangat memegang peranan kunci untuk memberikan hasil terbaik bagi perkembangan si Kecil. 

 

Kabar baiknya, satu dari lima anak, menurut American Academy of Pediatrics, akan belajar berbicara lebih lambat dari anak seusianya. Artinya, keterlambatan ini bisa saja bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya. Namun ingat, keterlibatan dokter anak untuk mengevaluasi sangatlah diperlukan, sehingga dapat dinilai apakah keterlambatan si Kecil dalam batas normal atau ada hal yang perlu ditindaklanjuti. (AS)

 

Baca juga: Tips Aman Pelihara Kucing Ketika Memiliki Bayi

 

Referensi

VeryWell. Toddler Developmental Delay

Healthline. 2 Years Old Not Talking

VeryWell. When Do Babies Start Talking?

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.