Menu
Informasi tentang Kesehatan

Anak Tak Mau Makan Nasi

  • Bagikan

Belum kenyang kalau belum makan nasi. Prinsip seperti itu sudah sangat menempel pada budaya Asia, sehingga memunculkan pemikiran bahwa makan tak akan lengkap tanpa nasi. Benarkah demikian? Jika si Kecil tidak menyukai nasi, apakah pertumbuhannya akan terhambat? Simak pembahasannya di bawah ini, yuk!

 

Berlari ke sana ke mari, memanjat, kemudian bermain tiada henti. Kadang bingung ya Mums dari mana si Kecil mendapatkan energi sebanyak itu. Jawabannya tentu dari asupan nutrisinya!

 

Nutrisi sangat penting untuk pertumbuhan manusia, terutama bayi dan anak-anak. Pertumbuhan yang optimal memerlukan pola makan yang tepat agar asupan zat gizi makro dan zat gizi mikro terpenuhi.

 

Nutrisi makro adalah senyawa yang perlu dikonsumsi dalam jumlah besar, terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. Sementara nutrisi mikro merupakan zat gizi yang diperlukan dalam jumlah kecil, tetapi sangat diperlukan untuk pertumbuhan yang memadai, seperti vitamin dan mineral (contoh: seng, zat besi, kalsium, dan lain-lain).

 

Berbicara tentang karbohidrat, zat gizi ini merupakan sumber energi utama tubuh. Karbohidrat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana mudah dipecah oleh tubuh dan terdiri dari gula. Ini sering ditemukan pada nasi putih, roti putih, kue, biskuit, tepung, dan makanan lain dengan gula rafinasi, Ini bisa pula ditemukan pada buah dan produk susu.

 

Untuk karbohidrat kompleks, terdiri dari serat dan pati, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dipecah oleh tubuh. Karbohidrat jenis ini ditemukan dalam nasi merah, ubi, singkong, jagung, dan lain-lain.

 

Nah, dalam masa pertumbuhan si Kecil, ia membutuhkan asupan karbohidrat dalam makanannya sehari-hari karena berbagai alasan, antara lain:

 

Karbohidrat dipecah oleh tubuh menjadi gula sederhana, yang kemudian beredar dalam aliran darah dan digunakan oleh sel-sel tubuh untuk bekerja. Di usia si Kecil yang terus bergerak, berbicara, dan belajar, ia membutuhkan banyak energi untuk mengisi hari-harinya. Selain itu, dalam masa pertumbuhannya, tubuh si Kecil terus bekerja keras untuk membuatnya lebih besar dan lebih kuat, bahkan saat ia tidur. Tentu proses ini sangat membutuhkan energi.

 

  • Sumber makanan untuk otak

Otak menggunakan glukosa (salah satu gula sederhana) sebagai sumber energi utamanya. Nah, inilah mengapa si Kecil membutuhkan asupan karbohidrat di tiga waktu makannya agar otak dapat bekerja dengan baik. Ini penting untuk semua anak, tetapi menjadi sangat diperlukan jika si Kecil sudah mulai sekolah, yang mana ia harus belajar sepanjang hari dan perlu berkonsentrasi untuk waktu yang lama.

 

Baca juga: Penting, Kenali Ciri-ciri DBD pada Bayi!

 

 

Pertumbuhan Anak Tergantung pada Asupan Karbohidrat?

Masih sangat lekat di dalam pemahaman para orang tua bahwa asupan nasi alias karbohidrat adalah kunci utama agar si Kecil dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Dari situlah maka timbul pemahaman bahwa anak-anak harus makan nasi agar tumbuh dengan baik. Benarkah?

 

Nyatanya, pemahaman itu tidak benar, lho. Untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak, si Kecil tidak wajib banyak mengasup karbohidrat, melainkan menjalankan pola makan yang cukup dan seimbang, seperti yang juga ditunjukkan oleh studi yang diterbitkan dalam Journal of Human Nutrition and Dietetics. Nutrisi seimbang itu terdiri dari apa saja, sih? Nah, ini dia:

 

1. Protein

Untuk membantu mendorong pertumbuhan, penting untuk memastikan asupan kalori si Kecil berasal dari ketiga kombinasi nutrisi makro yang sehat, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak.

 

Protein, khususnya, memainkan peran penting dalam banyak fungsi tubuh. Protein membantu tubuh anak membangun sel, memecah makanan menjadi energi, melawan infeksi, dan membawa oksigen.

 

Fungsi protein juga untuk pemulihan dan perbaikan jaringan di otot, kulit, organ, darah, dan banyak lagi. Sumber protein yang baik antara lain ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, telur, susu, yoghurt, keju, dan edamame.

 

2. Lemak

Lemak merupakan sumber energi yang baik serta mudah disimpan dalam tubuh. Makronutrien ini berperan penting dalam perkembangan otak anak dan membantunya mencapai potensi pertumbuhan maksimalnya. Lemak digunakan dalam tubuh sebagai bahan bakar dan membantu tubuh menyerap vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K.

 

Makanan berlemak sering dikaitkan dengan kelebihan berat badan, obesitas, penyakit jantung, dan stroke. Padahal, lemak yang tepat dapat memberikan banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Contoh asupan lemak yang baik adalah produk susu, daging, ikan, ayam, dan kacang-kacangan.

 

Baca juga: Bumil Sembelit? Ini Dia 5 Buah untuk Melancarkan BAB

 

3. Zat Besi

Selama periode pertumbuhan, tubuh sangat bergantung pada zat besi, yang membantu mengantarkan oksigen ke sel-sel tubuh. Sebuah makalah di Canadian Medical Association Journal menunjukkan bahwa peningkatan asupan zat besi, baik melalui makanan dan suplemen gizi seperti susu pertumbuhan, dapat mendorong pertumbuhan pada anak-anak yang kekurangan zat besi. Pilihan makanan kaya zat besi antara lain daging, telur, makanan laut, kacang-kacangan, kacang polong, salmon, dan sayuran berdaun hijau gelap.

 

4. Seng

Seng berperan penting dalam pertumbuhan sel, terutama pada anak-anak. Defisiensi seng dapat memperlambat pertumbuhan secara keseluruhan serta mengurangi resistensi terhadap infeksi. Sumber seng yang bisa Mums pilihkan untuk si Kecil antara lain daging sapi, bayam, udang, dan kacang merah.

 

5. Vitamin D

Semua vitamin tentu memiliki peran yang sama penting. Nah, salah satu vitamin yang berguna untuk penyerapan kalsium tubuh serta mendorong pembentukan dan pertumbuhan tulang yang sehat adalah vitamin D. Tahukah Mums bahwa kekurangan vitamin D adalah masalah umum pada anak-anak, bahkan sebagian besar orang di negara tropis?

 

Untuk memenuhi nutrisi esensial ini, makanan kaya akan vitamin D yang baik dikonsumsi adalah susu, produk susu, dan jamur. Selain itu, berikan si Kecil kesempatan untuk bermain di luar agar terpapar sinar matahari yang membantu pengolahan vitamin D.

 

Jadi, jangan sampai salah lagi ya, Mums. Pertumbuhan si Kecil tidak hanya bergantung pada satu jenis nutrisi, melainkan perpaduan berbagai makanan dari setiap kelompok makanan. (AS)

 

Baca juga: Tak Hanya Ditemui pada Balita, Tantrum Orang Dewasa pun Ada!

 

Referensi

Parents. Must Eat Nutrients

Web MD. Nutrients for Kids

Team Kids. Why Kids Need Carbs



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.