Menu
Informasi tentang Kesehatan

Buah untuk Atasi Sembelit saat Hamil

  • Bagikan

Bumil dan sembelit bagaikan dua hal yang tak terpisahkan. Bukan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, sembelit juga bisa memengaruhi persalinan jika tidak diatasi. Tapi jangan khawatir, ada beberapa pilihan buah yang dapat melancarkan buang air besar untuk mengatasi masalah sembelit, lho. Yuk, temukan informasinya di bawah ini.

 

Sembelit Pasti Terjadi pada Ibu Hamil?

Buang air besar adalah kebutuhan hidup. Kegiatan eksresi ini diperlukan untuk mengosongkan limbah sisa produksi makanan di usus besar. Sementara semua orang buang air besar, frekuensinya bisa sangat bervariasi.

 

Mums dikatakan sembelit jika memiliki frekuensi buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu dengan keluhan tinja yang sulit dikeluarkan. Mums juga termasuk sembelit jika kesakitan saat melakukannya, harus mengejan, dan merasa tidak tuntas mengosongkan perut bahkan setelah BAB. 

 

Menurut data, 1 dari 4 wanita mengalami sembelit selama kehamilan. Pada umumnya, sembelit terjadi karena kurangnya asupan serat dan aktivitas fisik. Namun khusus untuk ibu hamil, sembelit sangat mungkin terjadi karena adanya peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan usus bekerja kurang efisien dan makanan bergerak lebih lambat melalui usus, atau disebut juga motilitas lambung yang berkurang.

 

Penyebab lain dari sembelit adalah obat-obatan dan suplemen yang Mums konsumsi selama hamil. Contohnya, obat-obatan yang diresepkan untuk mual dan muntah, antasida untuk keluhan heartburn, dan beberapa obat nyeri yang kuat. Suplemen seperti zat besi dan kalsium, serta beberapa multivitamin pun dapat memicu sembelit. Walau begitu, konstipasi secara fisiologis ini sangat dapat dicegah. Dan kabar baiknya, konstipasi akan hilang dengan sendirinya setelah kehamilan selesai.

 

Baca juga: Vaksin Booster CoronaVac Aman untuk Usia Lebih dari 3 Tahun

 

 

Tak Sulit untuk Atasi Sembelit

Solusi yang paling sering Mums dengar untuk melancarkan frekuensi BAB tentu adalah dengan mengonsumsi asupan serat. Tapi, apa ya sebenarnya serat itu, dan apa yang ia lakukan di dalam tubuh kita?

 

Serat makanan adalah karbohidrat yang ada pada buah serta sayuran, yang tidak dapat dicerna oleh tubuh. Karena tidak dapat dicerna, maka serat hanya akan melewati organ pencernaan setelah dimakan, lalu dikeluarkan kembali melalui anus. Kalau hanya “numpang lewat” kenapa serat diperlukan? 

Meskipun tubuh tidak dapat mencerna serat, makan cukup serat tetap sangat penting untuk kesehatan usus, karena serat makanan meningkatkan ukuran tinja dan membuatnya lebih lembut. Kotoran yang lebih besar dan lebih lembut ini, akan membantu frekuensi BAB tetap teratur, karena dapat bergerak lebih cepat melewati usus dan lebih mudah untuk dikeluarkan.

 

Nah, sudah jelas kan, kenapa serat menjadi asupan penting untuk kesehatan pencernaan Mums? Kalau begitu, sekarang liat apa saja yuk, asupan serat yang baik Mums konsumsi agar terhindar atau mengatasi masalah sembelit selama hamil. Pilihannya antara lain:

 

Berbicara tentang sembelit, tentu tak bisa melupakan kehebatan buah satu ini. Pepaya sangat kaya akan air dan serat, serta mengandung enzim papain. Jenis pepaya formosa bahkan dikenal memiliki sifat pencahar yang lebih tinggi daripada pepaya biasa, karena memiliki serat hampir dua kali lebih banyak.

 

Satu cangkir pepaya yang dikonsumsi saat perut kosong dapat membantu membersihkan racun dari saluran pencernaan dan memperlancar buang air besar. Itulah sebabnya buah ini sangat baik dikonsumsi di waktu sarapan.

 

Kedua buah yang berasal dari keluarga yang sama ini, mengandung beberapa senyawa yang meningkatkan pencernaan. Layaknya buah yang baik untuk pencernaan, apel dan pir mengandung kadar air yang tinggi, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. 

 

Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari apel dan pir, makanlah apel dan/atau pir secara mentah bersama dengan kulitnya alias tanpa dikupas. Oleh karena itu, pastikan Mums sudah mencucinya hingga bersih di bawah air mengalir selama beberapa detik, ya.

 

Jeruk kaya akan air yang membantu menghidrasi usus dan tinja. Satu buah jeruk mengandung sekitar 2,2 gram serat, lebih banyak daripada kandungan serat 1 potong roti gandum. Namun, penting bahwa kandungan serat yang tinggi pada jeruk ini hanya akan optimal Mums dapatkan jika memakan jeruk secara mentah, bukan dalam bentuk jus atau diperas.

Karena ketika jeruk buah diperas, ampasnya akan terbuang bersama dengan kulit. Oleh karena itu, dalam bentuk jus, jeruk bukanlah pencahar alami yang baik.

 

Baca juga: Daftar Makanan yang Sebaiknya Dikonsumsi dan Dihindari Setelah Keguguran

 

Meski dikenal sebagai buah yang menghambat pencernaan, setiap pisang memiliki setidaknya 1 gram serat, lho. Triknya adalah memakan buah ini saat sudah sangat matang, sehingga seratnya akan siap membantu dalam proses transit di usus. Sebaliknya, jika Mums ingin mengontrol diare dengan asupan pisang, sebaiknya makan pisang saat masih setengah hijau, karena dengan begitu seratnya akan membantu melancarkan pencernaan.

 

Satu fakta lain yang belum banyak orang tahu yaitu pisang hijau alias pisang belum matang nyatanya sangat baik dikonsumsi, lho. Pisang dalam keadaan segar ini memiliki kandungan serat tinggi dan merupakan makanan prebiotik alami yang membantu kesehatan flora usus. Mums bisa mengonsumsinya dalam bentuk smoothie, dimakan dengan olesan saus cokelat, atau direbus. 

 

Alpukat adalah juaranya jika berbicara tentang kandungan serat: Alpukat seberat 100 gram mengandung sekitar 6 g serat. Buah ini juga kaya akan lemak yang baik untuk tubuh dan membantu pengeluaran tinja melalui usus. Selain itu, meningkatkan kesehatan jantung dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Banyak ya, manfaatnya! (IS)

 

Baca juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Tidur Tengkurap?

 

Referensi:

Pregnancy Birth Baby. Constipation During Pregnancy

Healthline. Green Bananas

Tuasaude. Natural Laxatives



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.