Menu
Informasi tentang Kesehatan

Cara Mengatasi Anak Susah Diatur

  • Bagikan

Memasuki usia 4 tahun, si Kecil sudah pantas untuk diberikan tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, serta bisa menerima instruksi dari orang tua dengan baik. Tapi, harus bagaimana ya, kalau si Kecil susah dibilangin? Apakah caranya yang belum tepat? Yuk, tambah ilmu Mums dari artikel ini.

 

Cara Jitu agar si Kecil Menurut

Jadi ibu katanya otomatis menjadi cerewet, karena ibu akan mengeluarkan ratusan kata setiap jamnya. Salah satu penyebabnya adalah karena Mums perlu mengingatkan si Kecil berulang-ulang untuk melakukan satu tugas. Dikasih tahu sekali, enggak mempan. Dikasih tahu dua kali, anaknya masih bergeming. Lama-lama akhirnya Mums pun jadi emosi dibuatnya karena si Kecil tak kunjung melakukan apa yang Mums suruh. Dan untuk kesekian kalinya, rasa frustrasi menumpuk sehingga reaksi yang umum terjadi adalah membentak, mengomel, atau marah. Begitulah permintaan sederhana bisa menjadi sumber ketegangan dan konflik.

 

Tapi tunggu dulu. Sebelum kemarahan menguasai Mums, penting untuk diketahui bahwa si Kecil mungkin saja tidak sengaja mengabaikan Mums. Ia mungkin benar-benar tidak mendengar atau lupa, karena memori kerja anak tidak seefisien yang Mums harapkan. Juga, mereka mungkin sepenuhnya berniat untuk melakukan apa yang diminta tetapi ingin bermain dulu dan akan melakukannya nanti.

 

Terlepas dari kenapa si Kecil perlu diingatkan berulang kali untuk melakukan satu pekerjaan, ada berbagai strategi yang dapat Mums gunakan untuk membuat si Kecil melakukan apa yang Mums minta tanpa harus berulang-ulang memberitahunya.Salah satunya bisa Mums tiru, nih. Yaitu:

 

Baca juga: Si Kecil Belum Bisa Bicara di Usia 2 Tahun? Mums Perlu Lakukan Ini

 

1. Dapatkan perhatian si Kecil

Sains telah membuktikan bahwa ketika anak-anak asyik mengerjakan sesuatu yang ia sukai, maka mereka tidak memerhatikan apa yang terjadi di sekitarnya. Bahkan faktanya, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak di bawah usia 14 tahun kurang kesadaran periferal, yang berarti bahwa jika si Kecil fokus pada mainan, buku, permainan, atau acara TV ketika orang tuanya meminta melakukan sesuatu, otaknya disetel ke dalam aktivitas itu dan tidak lebih.

 

Artinya, paling tidak, Mums harus melakukan kontak mata saat meminta si Kecil melakukan sesuatu. Cara ini bekerja paling baik jika Mums bisa menghampirinya langsung, menyentuh lengannya atau meletakkan tangan di bahunya, dan berjongkok agar tinggi badan Mums dan si Kecil sejajar sehingga ia bisa langsung melihat mata Mums. Bagi yang belum tahu, si Kecil seringkali tidak mendengarkan perkataan orang tuanya karena ia merasa tidak didengar, lho. Maka, yuk lakukan hal yang sama jika Mums ingin didengar olehnya.

 

Sementara jika Mums sedang sibuk di ruangan lain, mintalah si Kecil untuk datang menghampiri sebelum Mums menyuruhnya. 

 

Baca juga: 4 Gaya Parenting dan Dampaknya pada Anak

 

2. Sampaikan instruksi dengan spesifik

Sebagai orang tua, tentu kita juga perlu mengintrospeksi diri. Contohnya pada situasi si Kecil yang susah sekali untuk menuruti perintah Mums, yuk coba telaah lagi apakah cara menyampaikan kepadanya sudah jelas. Hindari mengungkapkan permintaan Mums dalam bentuk pertanyaan seperti, “Adek mau sikat gigi enggak?”. Lebih baik sampaikan dengan kalimat yang jelas beserta kerangka waktunya. Contoh: Adek, ayo sikat gigi sekarang supaya nanti kalau ngantuk bisa langsung tidur.”

 

3. Beri pujian dan ucapkan terima kasih

Jika si Kecil melakukan apa yang Mums minta, jangan gengsi ya, untuk memberi tahu betapa bagusnya pekerjan yang ia lakukan dan betapa Mums menghargai tindakannya. Si Kecil mungkin belum bisa mengungkapkannya, tapi percayalah bahwa ia akan merasa sangat senang, percaya diri, sekaligus dihargai oleh sosok yang paling ia sayangi. Terkadang, sangat mudah lho, bagi kita orang tua untuk melupakan hal ini. Padahal, diawali dengan pujian yang tulus, si Kecil akan menganggap bahwa patuh pada orang tua bukanlah paksaan, melainkan sesuatu yang menyenangkan.

 

4. Jelaskan konsekuensi

Apa yang Mums lakukan jika si Kecil tidak melakukan apa yang diperintahkan setelah satu hingga lebih dari dua kali diingatkan? Eits, bukan marah lho, jawabannya. Inilah saatnya untuk menjelaskan mengapa Mums memintanya melakukan sebuah tugas dan apa konsekuensinya jika ia tidak mematuhinya. 

 

Si Kecil tentu butuh gambaran apa itu konsekuensi. Maka, tunjukkanlah kepadanya dampak nyata dari perilakunya, sehingga ia tahu bahwa permintaan Mums memiliki tujuan tertentu. Misal, beri tahu si Kecil jika ia tidak sikat gigi sekarang, maka ayahnya harus menunggunya untuk mulai membacakan buku sebelum tidur, yang mana hal ini bisa membuat waktu tidur ayah berkurang. Jika waktu tidur ayah berkurang, bisa saja ayah besok kelelahan saat bekerja. Dari sini beri tahu si Kecil bahwa jika ia tidak melakukan sesuatu yang Mums suruh sekarang, maka itu akan memengaruhi orang lain.

 

Pada kenyataannya, memang enggak semudah itu, untuk selalu sabar menghadapi perilaku si Kecil. Namun, itulah seninya menjadi orang tua. Setiap hari kita dituntut untuk belajar dan lebih baik daripada hari kemarin. Jadi, tetap semangat, ya. Apa yang sudah Mums lakukan hingga sejauh ini sudah hebat, kok. (IS)

 

Baca juga: Kinder Joy Ditarik dari Pasaran, Yuk Teliti Lebih Dalam tentang Cokelat Telur Ini

 

 

 

Referensi:

VeryWell. Tell Kids What to Do

Healthy Children. Discipline



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.