Menu
Informasi tentang Kesehatan

Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh Ibu Hamil

  • Bagikan

Ibu hamil harus sangat memperhatikan kesehatan diri sendiri karena ini bukan hanya berpengaruh untuk dirinya, tapi juga untuk calon bayi. Dalam hal ini, kekebalan tubuh selama kehamilan harus menjadi perhatian utama. Pasalnya, sistem kekebalan ibu seperti perisai yang melindungi ibu dan bayi dari penyakit, kuman, racun dan infeksi.

 

Selama kehamilan, perempuan juga lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi, dibandingkan dengan perempuan yang tidak sedang hamil. Untuk itu, sangat penting bagi seorang ibu hamil untuk melakukan yang terbaik demi menjaga sistem kekebalannya tetap prima.

 

Jika Mums memiliki sistem kekebalan yang lemah selama kehamilan, ini akan menyebabkan:

  • Lebih mudah terkena infeksi, racun, dan kuman.
  • Lebih sering mengalami flu.
  • Mengalami kelelahan yang ekstrem.
  • Morning sickness menjadi lebih parah.
  • Pertumbuhan dan perkembangan bayi menjadi terhambat.

 

Baca juga: 7 Buah yang Tinggi Kandungan Asam Folat, Baik untuk Ibu Hamil

 

Tips Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh saat Hamil

Untungnya, ada beberapa tips sederhana untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan.

 

1. Makan makanan yang bergizi dan seimbang

Saat hamil, perempuan lebih mungkin mengidam berbagai makanan yang mungkin tidak sehat. Sebenarnya, tidak mengapa untuk memanjakan diri sesekali dengan makanan yang kamu sukai, tetapi penting untuk diingat bahwa semua makanan yang dimakan selama kehamilan juga berdampak untuk calon bayi. Dan, calon bayi membutuhkan makanan yang baik dan sehat.

 

Ibu hamil perlu memastikan mendapatkan cukup protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan nutrisi penting lainnya. Semua ini penting untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh selama kehamilan.

 

2. Dapatkan tidur yang cukup

Mendapatkan tidur yang cukup sangat penting untuk semua orang, terlebih bagi ibu hamil. Pasalnya, selama kehamilan, tubuh menghadapi banyak hal besar, baik secara fisik, emosional, dan fisiologis sehingga perlu mendapatkan istirahat yang baik.

 

Tidur 7 hingga 8 jam adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan ibu dan bayi setiap malam. Mungkin, sulit untuk menemukan posisi yang tepat, terutama di akhir kehamilan; sebagai gantinya, praktikkan teknik relaksasi setiap hari seperti yoga, pernapasan dalam, dan meditasi untuk meningkatkan relaksasi dan meminimalkan stres.

 

Cobalah untuk menghindari situasi stres dan mengandalkan orang lain jika kamu membutuhkan bantuan. Sering-seringlah memanjakan diri dengan pijatan, berjalan-jalan, atau menikmati secangkir teh di penghujung hari tanpa gangguan.

 

Baca juga: Jenis-jenis Tes untuk Mendeteksi Diabetes, Termasuk untuk Ibu Hamil

 

3. Tetap berolahraga dalam batas yang aman

Ibu hamil tetap harus melakukan olahraga rutin, kecuali dokter sendiri yang melarang untuk berolahraga selama kehamilan. Idealnya, ibu hamil harus melakukan setidaknya 2 jam 30 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu. Aktivitas fisik penting untuk menjaga jantung, tulang, dan pikiran tetap sehat dan kuat. 

 

Beberapa latihan yang umumnya aman bagi ibu hamil, adalah berjalan-jalan, menari, berenang, dan bersepeda. Hindari aktivitas yang bisa membuat perut tertabrak atau jatuh, seperti sepak bola, kickboxing, panjat tebing, ski, atau senam. 

 

Juga, sering-seringlah beristirahat, minum banyak air, berhati-hatilah agar tidak kehilangan keseimbangan, jangan berolahraga di tempat yang terlalu panas atau lembap, dan jangan berlebihan. Untuk lebih amannya, tanyakan pada dokter kandungan atau bidan, olahraga apa yang cocok untuk kamu lakukan selama kehamilan.

 

4. Menjaga berat badan yang sehat

Penting bagi ibu hamil untuk sering memeriksa kenaikan berat badan. Sebab, kenaikan berat badan dapat membantu dokter atau bidan memprediksi kondisi ibu hamil dan calon bayi.

 

Ibu hamil harus menambah berat badan secara bertahap, dengan sebagian besar kenaikan terjadi pada trimester terakhir. Umumnya, berat badan ibu harus bertambah 1-2 kg selama trimester pertama, kemudian 1,5-2 kg per bulan untuk trimester kedua dan ketiga. Semua beban tambahan ini dialokasikan untuk bayi, plasenta, cairan ketuban, pertumbuhan rahim, pertumbuhan payudara, darah dan cairan tubuh ibu, serta untuk tubuh ibu. Karenanya, penting untuk selalu memastikan bahwa kenaikan berat badan berada dalam tingkat yang tepat.

 

Baca juga: Obesitas Saat Hamil, Wajar atau Tidak?

 

5. Konsumsi vitamin prenatal dengan asam folat, zat besi, dan yodium

Mengonsumsi vitamin ini setiap hari membantu ibu dan calon bayi tetap berada dalam kondisi yang sehat. Tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi agar darah mampu membawa oksigen yang cukup untuk ibu dan bayi. Sementara, asam folat berperan dalam meminimalkan risiko terjadinya cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang. 

 

Sebagian besar ibu hamil perlu mendapatkan suplemen prenatal guna mendapatkan mineral penting dalam kadar yang tepat. Namun, perlu diingat bahwa suplemen prenatal bukanlah pengganti diet sehat sehingga ibu hamil tetap perlu memerhatikan apa yang dimakan.

 

Setiap kehamilan membawa banyak perubahan bagi perempuan, termasuk perubahan gaya hidup demi memastikan diri sendiri dan bayi berada dalam kondisi optimal. Jika kamu memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang kehamilan, jangan ragu untuk bertanya pada dokter kandungan atau bidan.

 

Baca juga: Susah BAB pada Ibu Hamil, Ini Cara Mengatasinya!

 

 

Sumber: 

Parenting.firstcry.com. How-to-boost-immunity-during-pregnancy

Frederickhealth.org. 12-tips-for-staying-healthy-during-pregnancy

 

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.