Menu
Informasi tentang Kesehatan

D-MER, Perasaan Sedih saat Menyusui

  • Bagikan

Menyusui seharusnya menjadi momen intim sekaligus menyenangkan bagi Mums dan juga si Kecil. Namun, nyatanya tidak semua ibu bisa merasakan hal yang serupa. Sebagian ibu justru merasa bahwa menyusui menjadi momen-momen yang tidak menyenangkan bahkan menimbulkan perasaan negatif, seperti kesedihan, kecemasan, atau bahkan kemarahan.

 

Perasaan negatif yang berhubungan dengan momen menyusui in disebut dengan D-MER atau Dysphoric Milk Ejection Reflex. Untuk lebih jelasnya mengenai penyebab D-MER dan cara menanganinya, yuk simak ulasan berikut!

 

Baca juga: Inilah Kunci Agar Mums Gembira Menyusui!
 

Apa Itu D-MER?

D-MER digambarkan sebagai luapan emosi negatif selama menyusui yang secara khusus berhubungan dengan proses pengeluaran ASI. Biasanya, perasaan negatif ini muncul tepat sebelum ASI mengalir keluar (letdown reflex) dan berlanjut hingga beberapa menit setelahnya.

D-MER berasal dari kata dysphoria (disporia) yang berarti suasana hati yang tidak nyaman, seperti kesedihan, perasaan depresi, gelisah, kemarahan, atau perasaan sangat lelah.

Istilah D-MER baru diperkenalkan pada tahun 2007 lalu oleh Alia Heise, seorang konsultan laktasi. Ia mencetuskan hal tersebut karena pengalamannya sendiri saat menyusui anak ketiganya.

 

Gejala D-MER

Secara umum, D-MER mencakup perasaan depresi, marah, dan cemas. Namun, setiap orang mungkin akan mengalami perasaan negatif yang berbeda-beda, mulai dari yang bersifat ringan hingga berat. Perasaan ini biasanya muncul dalam beberapa menit saat Mums menyusui dan bertahan sekitar 10 menit.

Nah, berikut ini beberapa gejala atau perasaan negatif yang mungkin muncul ketika Mums mengalami D-MER:

– Putus asa

– Sedih

– Panik atau paranoia

– Membenci diri sendiri

– Perasaan takut dan khawatir akan hal mengerikan yang akan terjadi

– Kemarahan

– Pikiran untuk bunuh diri

 

Baca juga: Mums, Hindari 5 Kesalahan Berikut saat Menyusui!
 

Penyebab D-MER

Seperti namanya, D-MER merupakan bentuk refleks dari reaksi fisiologis dan hormonal dari tindakan menyusui. Belum dapat dipastikan juga penyebab dari D-MER, tetapi para pakar percaya bahwa kondisi ini disebabkan oleh penurunan dopamin yang terjadi selama proses letdown reflex atau keluarnya ASI.

Selain hal tersebut, teori lain juga menyebutkan bahwa kondisi ini disebabkan oleh munculnya respons “fight or flight” yang berlebihan akibat adanya pelepasan hormon oksitosin selama proses keluarnya ASI.

 

Berapa Lama Biasanya Mums Mengalami D-MER?

D-MER umumnya paling terasa pada awal-awal menyusui. Dalam kebanyakan kasus, gejala D-MER akan perlahan berkurang seiring pertambahan usia anak atau ketika produksi ASI mulai menurun. Beberapa Mums lain ada juga yang merasa adanya penurunan gejala setelah 3 bulan.

 

Perawatan D-MER

Saat ini belum ada obat khusus yang dapat mengurangi gejala D-MER. Namun, para ahli percaya bahwa stres dan trauma dapat memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, mengurangi perasaan stres dan trauma merupakan cara paling efektif untuk mengurangi gejala D-MER. Nah, berikut ini beberapa hal yang bsia dilakukan Mums untuk mengurangi stres saat menyusui:

– Lakukan skin-to-skin contact

– Mintalah bantuan Dads atau orang lain untuk memijat lembut tubuh Mums sembari menyusui

– Mendengarkan musik santai

– Letakkan kompres atau bantalan hangat pada bahu

– Rendam kaki dengan air hangat

– Berlatih teknik meditasi untuk mengurangi pikiran negatif

– Latih pernapasan untuk merilekskan tubuh dan pikiran

– Mintalah bantuan orang lain dalam mengurus rumah

 

Normalnya, menyusui menjadi momen yang menyenangkan bagi Mums dan juga si Kecil. Jadi, jika ini terasa berat, bahkan menyedihkan bagi Mums, maka Mums perlu mewaspadai adanya kemungkinan D-MER. Segeralah minta bantuan orang lain untuk membuat perasaan Mums lebih nyaman. Bila perlu, konsultasikan juga keadaan Mums dengan tenaga ahli. (BAG)

 

Baca juga: Drama Menyusui Para Ibu Baru

 

 

Referensi

Healthline. “What to Know About Depression and Anxiety While Breastfeeding”.

Very Well Family. “What is the Dysphoric Milk Ejection Reflex?”.

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.