Menu
Informasi tentang Kesehatan

Dampak Kista dan Miom pada Rahim untuk Kesuburan

  • Bagikan

Ada kista ovarium, ada pula miom pada rahim. Tapi jangan sampe tertukar ya, karena kedua hal ini adalah hal yang berbeda. Baik kista maupun miom dapat memengaruhi kesuburan wanita, sehingga lebih sulit untuk hamil secara alami. Yuk, simak infonya di sini!

 

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan atau bahan semipadat yang terbentuk pada atau di dalam salah satu ovarium. Ovarium atau indung telur, adalah sepasang organ kecil di panggul sebagai tempat pembentukan dan pelepasan sel telur (ovum) yang sangat penting dan menjadi pusat siklus ovulasi wanita setiap bulan. Selama siklus ovulasi bulanan inilah, kista atau kantung berisi cairan, pada satu atau kedua ovarium, dapat terbentuk.

 

Kista biasanya terjadi tanpa gejala, ketika salah satu folikel yang bertanggung jawab untuk melepaskan sel telur gagal membuka. Karena sifatnya fungsional, kista ovarium biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa bulan tanpa Mums sadari. Kista ovarium pun umum terjadi selama awal kehamilan, meskipun Mums tidak lagi menstruasi. 

 

Biasanya, kista ini tidak berbahaya seperti kebanyakan kista ovarium lainnya. Namun, ada beberapa kemungkinan masalah jika kista terus tumbuh selama kehamilan, seperti pecah, terpuntir, atau bahkan menyebabkan masalah saat melahirkan. Ini adalah salah satu dari banyak alasan penting untuk tetap berada di bawah perawatan dokter kandungan selama kehamilan dan sepanjang hidup Mums. 

 

Baca juga: Kapan Bisa Hamil Setelah Berhenti Minum Pil KB?

 

Apa Itu Miom?

Di sisi lain, mioma uteri, miom, atau juga biasa disebut fibroid, adalah pertumbuhan otot nonkanker di dalam dinding rahim yang umumnya muncul di usia subur. Pertumbuhan massa ini seringkali tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala yang jelas. Agar lebih bisa dipahami, berikut beberapa karakteristik khas dari miom:

1. Miom berkembang dari lapisan otot rahim.

2. Fibroid dapat tumbuh di luar dinding rahim, di dalam rongga rahim, atau di dalam dinding rahim.

3. Ukuran miom bisa sekecil kacang polong atau lebih besar dari jeruk bali.

4. Seorang wanita bisa saja memiliki beberapa miom dengan ukuran yang berbeda pada suatu waktu.

5. Sekitar 40% hingga 60% wanita memiliki miom pada usia 35 tahun dan 80% memilikinya pada usia 50 tahun.

6. Kehamilan dengan miom bisa normal atau dengan komplikasi tergantung pada ukuran dan lokasi miom di dalam rahim.

7. Meskipun tidak jelas apa yang menyebabkan fibroid rahim, tetapi kadar hormon seks wanita dan genetika mungkin menjadi penyebabnya. Selain itu, riwayat keluarga yang memiliki miom, obesitas, dan daging merah sering dianggap sebagai penyebab potensial miom.

 

Baca juga: Apa Itu Tuba Nonpaten dan Bagaimana Hubungannya dengan Kesuburan?

 

Pengaruh Kista Ovarium dan Miom pada Kesuburan

Miom dan kista adalah kelainan struktural yang sangat umum pada sistem reproduksi wanita dan keduanya kebanyakan terjadi di usia subur. Perlu diketahui, miom dan kista memengaruhi struktur yang berbeda dalam sistem reproduksi wanita. Miom memengaruhi rahim, sementara kista terjadi di ovarium.Walau begitu, keduanya bisa hadir dengan gejala yang sama, seperti nyeri panggul dan perdarahan rahim yang tidak normal. Ada juga kemungkinan bahwa kedua kondisi tersebut dapat memengaruhi kesuburan.

 

Beberapa kista ovarium dapat dikaitkan dengan penurunan kesuburan. Namun, itu tergantung pada jenis kista ovarium yang dimiliki. Kista ovarium yang dapat memengaruhi kesuburan antara lain:

  • Endometrioma: Kista yang disebabkan oleh endometriosis, yaitu ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. 
  • Kista ovarium akibat sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan banyak kista kecil di ovarium, menstruasi yang tidak teratur dan kadar hormon tertentu yang tinggi. PCOS dikaitkan dengan ovulasi yang tidak teratur, yang dapat menyebabkan masalah kesuburan.

 

Sementara itu, ada beberapa jenis kista ovarium yang umumnya tidak memengaruhi kesuburan, yaitu:

  • Kista fungsional, seperti kista folikel (kista korpus luteum). Ini adalah jenis kista ovarium yang paling umum. Kista fungsional terbentuk selama siklus menstruasi normal dan tidak menyebabkan atau berkontribusi pada infertilitas. Bahkan faktanya, kista fungsional sebenarnya menunjukkan bahwa fungsi penting yang berhubungan pada kesuburan sedang berlangsung.
  • Kistadenoma, yaitu pertumbuhan di ovarium yang muncul dari permukaan ovarium. Meskipun kondisi ini memerlukan perawatan medis, namun umumnya tidak memengaruhi kesuburan.
  • Kista dermoid. Kista jenis ini bukan mengandung cairan, melainkan mengandung jaringan padat, seperti kulit, rambut, atau bahkan gigi.

 

Meski demikian, memiliki kista di ovarium biasanya tidak memengaruhi peluang Mums untuk hamil. Itulah sebabnya dokter biasanya hanya akan menyelidiki lebih lanjut jika pasangan suami istri telah mencoba untuk hamil secara alami dengan berhubungan seksual secara teratur selama setahun, tetapi belum berhasil hamil.

 

Di sisi lain, ada kemungkinan keberadaan miom dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan keguguran, seperti:

  • Miom dapat menimbulkan masalah bagi sel telur yang telah dibuahi untuk menempel pada lapisan rahim. 
  • Miom yang tumbuh di luar rahim (miom submukosa) mengubah bentuk rahim dan membuat lebih sulit untuk hamil.
  • Pada beberapa kasus, dapat mengubah jumlah atau kuantitas sperma yang dapat masuk ke rahim sehingga sulit untuk pembuahan.
  • Aliran darah ke rahim dapat dipengaruhi oleh adanya miom dan ini dapat menyebabkan kegagalan implantasi embrio baik dalam kasus konsepsi alami atau melalui prosedur bayi tabung.
  • Terkadang, pertumbuhan miom di saluran tuba dapat mencegah pelepasan sel telur ke rahim sehingga mencegah pembuahan.
  • Pertumbuhan miom di sepanjang dinding rahim dapat mencegah embrio berkembang dengan baik dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan keguguran.

 

Walau begitu, perlu diluruskan bahwa meskipun fibroid dapat menyebabkan beberapa kesulitan dalam hamil dan selama kehamilan, pertumbuhan massa ini tidak berhubungan langsung dengan kesuburan, lho. Artinya, memiliki miom tidak otomatis membuat Mums tidak subur. 

 

Pasalnya, infertilitas dapat disebabkan karena sejumlah alasan mendasar seperti ketidakseimbangan hormon, kualitas sel telur atau sperma yang buruk, dan rahim yang lemah. Jadi, jika sampai saat ini Mums belum dapat hamil, kemungkinan besar itu bukan karena miom, tetapi bisa karena beberapa alasan lain yang hanya bisa didiagnosis setelah pemeriksaan oleh dokter kandungan. Jadi, tak perlu ragu untuk memeriksakan diri ke ahlinya, ya. (IS)

 

Baca juga: Bercinta Pakai Pelumas Bikin Sulit Hamil? Ini Faktanya

 

 

Referensi:

NCBI. Uterine Fibroid and Fertility

Mayo Clinic. Ovarian Cysts

Fertility Dost. Conception

Health Plus. Cysts and Fibroids

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.