Menu
Informasi tentang Kesehatan

Herbal untuk Meningkatkan Produksi ASI

  • Bagikan

Banyak tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI. Mums pasti sudah tidak asing dengan daun katuk. Tapi tidak hanya daun katuk lho yang memiliki khasiat meningkatkan produksi ASI. Habbatusauda atau jinten hitam, ternyata memiliki manfaat yang sama.

 

Apa itu habbatusauda?

Habbatusauda atau jinten hitam memiliki nama lain black seed dan Nigella sativa. Tanaman ini merupakan salah satu jenis biji-bijian yang banyak digunakan untuk menjaga kesehatan. Bahkan bagi umat muslim, habbatussauda telah dinyatakan sebagai obat segala penyakit menurut Nabi Muhammad SAW. Dalam hadist Abu Hurairah r.a., Rasullulah SAW bersabda, “Sesungguhnya pada jinten hitam itu terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian.”

 

Baca juga: 4 Penyebab Produksi ASI Seret dan Solusinya
 

Khasiat habbatusauda untuk meningkatkan produksi ASI

ASI diproduksi melalui proses kompleks yang mencakup faktor fisik dan emosional serta interaksi banyak hormon terutama hormon prolaktin. Setelah bayi dilahirkan dan plasenta dikeluarkan, kadar hormon progesteron dan estrogen ibu menurun sehingga kadar prolaktin akan meningkat dan dimulailah produksi ASI (kontrol endokrin).

 

Setelah beberapa hari kadar prolaktin secara bertahap berkurang tetapi produksi ASI dipertahankan bahkan meningkat karena mekanisme umpan balik lokal yaitu dengan mengosongkan payudara. Semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak produksi ASI, atau menganut sistem supply and demand.

 

Banyak ibu baru mengalami masalah suplai ASI rendah dan mencari-cari suplemen laktasi terbaik untuk meningkatkan produksi ASI. Suplemen atau booster ASI sering juga disebut laktogogue, yaitu zat yang membantu meningkatkan suplai ASI ibu menyusui. Habbatusauda memiliki manfaat meningkatkan produksi ASI. Hal ini karena kandungan thymoquinone (TQ) pada habbatusauda membuat biji-bijian hitam ini menjadi kaya manfaat.

 

Selain TQ, kandungan lain yang terdapat dalam habbatusauda antara lain protein 20-85%, lemak 38,20%, serat 7-94%, dan karbohidrat 31,94%.

 

Selain menerapkan supply and demand dan mengonsumsi suplemen peningkat ASI, faktor psikologis ibu juga menentukan. Ibu menyusui sebaiknya mendapatkan dukungan dari suami dan lingkungan agar sukses menyusui.

 

 

Baca juga: Atasi ASI Seret dengan Laktogogue

 

Manfaat kesehatan habbatusauda

Dalam jurnal A review on Therapeutic Potential of Nigella Sativa: A Miracle Herb, habbatusauda banyak digunakan dalam pengobatan berbagai penyakit seperti bronkitis, asma, diare, rematik dan gangguan kulit.

 

1. Mengatasi masalah kulit

Dalam jurnal A Review on the Cosmeceutical and External Applications of Nigella sativa disebutkan bahwa habbatusauda juga memiliki manfaat untuk mengatasi beragam masalah dermatologis dan anti inflamasi seperti mulai dari jerawat hingga luka bakar. Dalam studi yang dilakukan pada 62 pasien, pada pasien yang memiliki jerawat dan menggunakan lotion habbatusauda sebagai terapi menunjukkan tingkat kesembuhan yang lebih baik dalam peradangan kulit mereka.

 

2. Dapat dikonsumsi untuk program hamil

Habbatusauda baik digunakan bagi yang sedang melangsungkan program kehamilan. Habbatusauda memiliki sifat antioksidan dan antiradang yang baik untuk kesuburan dan keberhasilan promil. Hal ini sejalan dengan studi yang berjudul Effects of Nigella sativa L. seed oil on abnormal semen quality in infertile men: a randomized, double-blind, placebo-controlled clinical trial. Pada penelitian ini dijelaskan bahwa habbatussauda dapat meningkatkan kualitas sperma pria yang didiagnosis mengalami infertilitas.

 

3. Membantu menurunkan berat badan

Bagi yang ingin menurunkan berat badan, mengonsumsi minyak habbatussauda dapat membantu mengurangi obesitas, sindrom metabolik, atau diabetes tipe 2. Hasil yang menarik ditemukan dalam riset yang berjudul Effects of Nigella sativa oil with a low-calorie diet on cardiometabolic risk factors in obese women: a randomized controlled clinical trial.

 

Penelitian ini melibatkan 90 orang perempuan berusia 25-50 tahun yang mengalami obesitas. Pada riset ditemukan bahwa dengan melakukan diet rendah kalori dan konsumsi 1 gram minyak habbatusauda setiap makan, membuat para perempuan yang mengonsumsi habbatussauda mengalami penurunan berat badan dan lingkar pinggang berkurang secara signifikan.

 

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand.) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal) menjelaskan, penggunaan bahan herbal untuk membantu menjaga kesehatan tubuh relatif lebih aman.

 

“Namun, tentunya penggunaan herbal ini harus juga dengan takaran yang dianjurkan dan tidak berlebihan. Hal yang sama pun berlaku untuk penggunaan habbatusauda. Meskipun herbal biji jinten hitam ini memiliki banyak manfaat terhadap tubuh, harus tetap diperhatikan takaran dan cara mengonsumsinya. Akan lebih aman jika dikonsumsi dalam dosis yang sudah terukur, misalnya dalam bentuk sediaan suplemen,” jelasnya melalui siaran pers Deltomed, yang diterima 2 Agustus 2022.

 

Mums bisa menyimpan dan membuat ramuan herbal dari jinten hitam di rumah. Biasanya jinten hitam ini banyak diolah untuk dijadikan bumbu masakan. Biji habbatusauda dapat dipanggang terlebih dahulu kemudian ditumbuk dan dicampurkan untuk bahan masakan. Biji habbatusauda yang sudah dipanggang dan ditumbuk bisa disimpan dalam toples kedap udara agar tidak lembab dan berjamur.

 

 

 

Baca juga: Kenali Manfaat Fenugreek sebagai Booster ASI

 

 

Referensi:

IDAI.or.id. Laktogogue: Seberapa Besar Manfaatnya?

Mommyknowsbest.com. Twelve herbs to help boost your breastmilk supply

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.