Menu
Informasi tentang Kesehatan

Istilah Persalinan yang Penting | GueSehat

  • Bagikan

Menjalani masa kehamilan pastinya menjadi sebuah perjalanan yang baru untuk Mums. Maka, wajar kok, jika Mums banyak bingung dan perlu terus mencari ilmu. Kali ini, yuk ketahui 20 istilah yang dekat dengan proses persalinan dan penting untuk Mums ketahui.

 

1. His

Merupakan istilah lain dari kontraksi rahim (uterus), yaitu mengencangnya otot-otot rahim dan kemudian menjadi rileks untuk membuka leher rahim (serviks) dan membantu mendorong bayi keluar dari rahim.

 

2. Dilatasi/pembukaan

Membukanya serviks hingga 10 sentimeter agar kepala bayi bisa melewati jalan lahir.

 

3. Station

Seberapa jauh bayi turun di panggul. Diukur dalam angka negatif dan positif; negatif lima adalah bayi mengambang, stasiun nol dikatakan terlibat dalam panggul, dan ditambah lima adalah mahkota.

 

4. Lightening

Masuknya bayi ke pintu atas panggul.

 

5. Bloody show

Keluarnya lendir darah berwarna merah terang atau cokelat tua dalam waktu 24 hingga 48 jam. Ini artinya serviks sudah mulai bersiap untuk proses persalinan.

 

 

 

6. Effacement

Penipisan serviks. Ukuran serviks yang mulanya sepanjang 3-4 cm, menipis, memendek, dan melunak. Effacement sering dinyatakan dalam persentase. Ketika bidan mengatakan bahwa effacement 100%, artinya Mums siap melahirkan.

 

7. Engaged 

Kepala bayi sudah masuk panggul dan ketika dipegang sudah tidak bergoyang lagi.

 

Baca juga: Infeksi Berbahaya bagi Ibu Hamil, Ini Langkah Pencegahannya!

 

8. Presentasi janin

Presentasi janin adalah bagian terbawah dari janin saat berada dalam kandungan, yang akan keluar lebih dulu saat persalinan. Secara umum, presentasi janin terbagi menjadi: presentasi sefalik (kepala), presentasi bokong, dan presentasi kaki.

 

9. Pemeriksaan dalam (vaginal toucher)

Sering juga disebut sebagai pemeriksaan VT. Pemeriksaan ini dilakukan sejak tanda dan gejala persalinan dimulai sampai nantinya akan melahirkan bayi. Pemeriksaan dilakukan oleh bidan dengan memasukkan jari telunjuk dan jari tengah ke dalam vagina untuk mengetahui kemajuan proses persalinan, seperti besar pembukaa , memeriksa  bagian terendah janin (kepala atau bokong), apakah janin sudah masuk ke panggul, ketuban sudah pecah atau belum, apakah ada tali pusat janin yang ikut turun, dan masih banyak lagi fungsi pemeriksaan dalam ini.

 

10. Palpasi 

Metode meraba dengan jari atau tangan pada perut ibu hamil untuk menentukan letak dan presentasi janin.

 

11. Sungsang

Ketika posisi terbawah bayi di dalam rahim adalah bokong atau kaki, bukan kepalanya.

 

Baca juga: Mums, Ini Minuman yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil!

 

12. Fetal distress 

Kondisi bayi kekurangan oksigen atau karena komplikasi lainnya, sehingga mengakibatkan detak jantung bayi di bawah 120 kali/menit atau di atas 160 kali/menit. Jika bayi sudah mengalami kondisi ini, maka perlu dilakukan tindakan untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.

 

13. Episiotomi

Sayatan di area antara lubang vagina dan anus (perineum) untuk membuat lubang vagina lebih besar agar persalinan berjalan normal dan bayi bisa dilahirkan dengan selamat. 

 

14. Induksi

Upaya untuk mendorong rahim berkontraksi agar terjadi proses persalinan normal. Hal ini dilakukan karena berbagai alasan, terutama jika ada kekhawatiran terhadap kesehatan ibu atau bayi.

 

15. APGAR

Tes APGAR adalah sistem penilaian untuk mengevaluasi kondisi bayi baru lahir pada 1 menit dan 5 menit setelah lahir, kemudian dilanjutkan setiap 5 menit sampai menit ke-20 untuk mengetahui apakah skor APGAR bayi kurang dari 7.

 

Dokter anak dan perawat akan mengevaluasi tanda-tanda penting dan memberikan nilai poin. Yang diperhatikan adalah A = Appearance (warna kulit), P = Pulse (denyut jantung), G = Grimace (refleks), A = Activity (tonus otot), dan R = Respiration (pernapasan).

 

Skor 7 sampai 10 dianggap normal, sedangkan skor 4 hingga 6 dianggap bayi memerlukan beberapa tindakan penyelamatan pernapasan (oksigen) dan pemantauan yang cermat. Sementara, skor 3 atau lebih rendah berarti bayi membutuhkan teknik pernapasan dan penyelamatan jiwa. 

 

16. Passage

Jalan lahir terjadi atas jalan lahir tulang dan jalan lahir lunak. Jalan lahir tulang harus memenuhi syarat, bentuk ukuran luas bagian dalamnya batas normal, sehingga proses adaptasi dengan kepala baik, yang memberi kemungkinan persalinan berjalan normal. Jalan lahir lunak terdiri atas otot dasar panggul, elastis, serta mampu membuka dengan baik, sehingga proses persalinan berjalan normal dan lancar.

 

17. CPD (Cephalo Pelvic Disproportion)

Kondisi kepala bayi sulit masuk ke panggul atau jalan lahir, sehingga sulit untuk melahirkan secara normal. Hal ini juga sering disebut sebagai persalinan macet.

 

18. Caesar

Bisa disebut juga sebagai C-sectio, yaitu proses mengeluarkan bayi dari perut ibu melalui tindakan pembedahan perut dan dinding rahim. Prosedur persalinan ini umumnya dilakukan oleh tim dokter yang beranggotakan spesialis kandungan, spesialis anak, spesialis anastesi, serta bidan.

 

19. Cito

Operasi caesar darurat karena kegagalan kemajuan dalam persalinan atau gangguan janin yang dicurigai atau sudah terkonfirmasi.

 

20. Histerektomi caesar

Bedah caesar diikuti dengan pengangkatan rahim. Hal ini dilakukan dalam kasus-kasus ketika terjadi perdarahan yang sulit tertangani atau ketika plasenta tidak dapat dipisahkan dari rahim.

 

Yang terpenting adalah tetap jaga kesehatan Mums selama hamil dengan makan makanan bergizi, memeriksakan kehamilan secara teratur, cukup istirahat, dan perbanyak afirmasi positif. Semoga sukses ya, Mums! (AS)

 

Baca juga: Kenapa Ya Bayi Kok Menangis saat Buang Air Besar?

 

Referensi

Better Health. Terms During Pregnancy

VeryWell. Childbirth

Mayo Clinic. Stages of Labor



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.