Menu
Informasi tentang Kesehatan

Jika Anak Suka Membantah | GueSehat.com

  • Bagikan

Saat ia masih bayi, si Kecil diajari ngomong supaya bisa ngomong. Begitu ia beranjak menjadi balita dan kemampuan berkomunikasinya semakin baik, kenapa jadi suka membantah, ya? Eits, tahan dulu emosi Mums, ya. Sebelum nantinya menyesal atau telanjur menjadi contoh yang buruk, yuk ikuti langkah bijak berikut untuk menghadapi kondisi ini.

 

Kemampuan Berbahasa di Usia Balita Berkembang Pesat

Memasuki usia prasekolah atau pada usia 4-5 tahun, si Kecil sudah memiliki kemampuan berbicara yang baik. Ia sudah lebih baik dalam percakapan, dapat menggunakan kalimat yang lebih panjang, dan berbicara secara bergiliran. Ia pun dapat mengatakan apa yang ia pikirkan dengan bercerita dan menggambarkan perasaan. Sehingga, Mums dapat memahami sebagian besar apa yang si Kecil katakan dan berkomunikasi lebih baik dengannya.

 

Namun, beda usia beda pula tantangannya. Ketika kemampuan verbal si Kecil semakin berkembang disertai dengan keragaman emosi yang bisa ia rasakan, ia pun bisa mengekspresikan perasaannya dengan tindakan yang pastinya mengesalkan, yaitu membantah dan menjawab balik. 

 

Mengejutkan pastinya ya Mums, melihat sosok kecil yang tadinya lucu kini bisa mengesalkan. Namun perlu Mums ketahui, cepat atau lambat, fase membantah dan menjawab perkataan orang tua ini akan datang waktunya. Bahkan, kemampuan membantah ini dapat terjadi pada hampir semua usia, dimulai sejak si Kecil menguasai kata “Tidak!” pertamanya. Ini adalah bagian normal dari perkembangan anak, tetapi tentu tidak membuat kondisi ini lebih mudah untuk ditangani.

 

Tindakan membantah dapat dipicu oleh berbagai penyebab. Ini bisa berasal dari keinginannya mencoba untuk mengendalikan hidupnya sendiri, seperti apa yang dia pakai, makan, atau lakukan. Hal yang kurang menyenangkan ini bisa juga ia lakukan saat kesal karena lapar atau lelah.

 

Apa pun penyebabnya, membantah dan menjawab perkataan orang tua adalah sesuatu yang harus segera Mums tangani. Karena sebagai orang tua, memang sudah menjadi tugas kita untuk mengajari anak-anak bagaimana mengekspresikan keinginan dan pendapatnya dengan cara yang hormat dan konstruktif. 

 

Baca juga:  Anak Bungsu Pasti Manja? Yuk, Ketahui 10 Fakta Menarik Anak Bontot

 

 

Daripada Marah, Lebih Baik Lakukan Ini

Tentu saja, sulit untuk tidak marah ketika mendengar perkataan membantah yang keluar dari mulut si Kecil. Tetapi ingat, besar atau kecilnya sebuah masalah sangat bergantung pada bagaimana reaksi Mums,

 

Jadi, tarik napas yang dalam, tata ulang pikiran Mums yang menganggap si Kecil mencoba untuk menyakiti Mums, dan lakukan tindakan ini sebagai langkah yang lebih bijak. Ingat, peran Mums di sini sangat penting untuk mengajari si Kecil mengekspresikan emosinya agar lebih dapat diterima. Perasaan Mums bukanlah masalahnya, namun bagaimana si Kecil mengekspresikan emosinya.

 

Beberapa hal yang bisa Mums lakukan antara lain:

 

  • Cegah situasi yang membuatnya kesal atau marah

Si Kecil adalah manusia mungil dengan beragam emosi layaknya orang dewasa, namun ia belum tahu cara mengelola dan menyampaikannya. Selagi ia belajar mengendalikan ini dengan arahan dari orang tuanya, Mums bisa mencoba mencegahnya dengan mengenali situasi apa yang membuatnya marah atau kesal. 

 

Misal, jika ia marah karena harus mandi saat asyik bermain, Mums tak perlu memaksakannnya untuk langsung menurut. Cobalah bernegosiasi dengan memberinya waktu ekstra lima menit. Namun, pastikan Mums menerapkan kelonggaran itu dengan disiplin agar ia pun belajar bahwa ada kewajiban yang harus ia lakukan.

 

Apakah si Kecil cenderung membantah ketika dia lelah atau terlalu bersemangat? Jika ya, terapkan waktu tidur yang baik dan cukup untuknya. Pertimbangkan pula ritme kegiatan Mums jika harus membawa serta si Kecil, karena bisa saja karena hal itu ia jadi kelelahan. Anak kecil juga membutuhkan waktu tenang untuk beristirahat atau menenangkan diri, lho.

 

Sekuat tenaga Mums menjaga si Kecil dari paparan acara TV atau film yang kurang edukatif, kemungkinan ia terpapar dengan hal itu tetap saja ada. Bahkan, cukup banyak tayangan yang terlihat lucu atau menampilkan unsur komedi, namun sebenarnya menjadi tontonan yang tidak baik untuk ditiru oleh si Kecil. 

 

Jika Mums mencurigai perilaku atau perkataan si kecil dari faktor ini, luangkanlah waktu untuk menonton apa yang si Kecil tonton, sehingga Mums dapat menyaring dan memberikan pengertian kepada si Kecil jika ada hal yang ternyata tidak baik dan ditiru olehnya.

 

Baca juga: Mums, Ini Rutinitas Tidur yang Baik untuk Anak!

 

Pastikan si Kecil memahami apa yang boleh dan tidak boleh dikatakan. Hal ini tentu harus dibiasakan sejak dini dan terus Mums sampaikan ulang agar ia mengingatnya. Misal, ajari ia bahwa berkata “Ah” pada orang tua dan sosok yang lebih tua termasuk tindakan tidak sopan. 

 

 

  • Lempengkan pikiran dan turunkan nada bicara

Membantah adalah salah satu cara si Kecil untuk menunjukkan bahwa ia punya batasan dan keinginan. Misal, di saat Mums sudah menyiapkan pakaian untuknya namun ia menolak pilihan Mums, apakah itu cukup penting untuk diperdebatkan? Tentu saja tidak, ya. 

 

Solusi lain untuk menangani situasi ini adalah dengan mengontrol nada bicara Mums. Katakan dengan tenang bahwa ia bisa memilih baju yang lain, namun minta ia untuk menyampaikan keinginannya dengan cara yang baik. Intinya, hindari untuk bereaksi berlebihan terhadap omongan si Kecil atau terlibat dalam perebutan kekuasaan atas pilihan kata atau nada suaranya.

 

 

  • Membalas bukanlah cara mendidik

Bukan rahasia lagi, cara terbaik untuk mengajari si Kecil adalah dengan mencontohkannya. Jadi, jika Mums ingin ia berbicara dengan hormat kepada orang tuanya, maka contohkanlah lebih dulu kepadanya. Usahakan jangan pernah menjawab dengan cara yang sama seperti cara si Kecil berbicara kepada Mums. Selain bukan contoh yang baik, tanggapan spontan Mums yang emosional hanya akan menambah rasa frustrasi si Kecil, lho. (IS)

 

Baca juga: Nagita Slavina Lupa Bikin Akta Kelahiran Rayyanza, Jangan Panik, Sekarang Bisa Buat Online!

 

Referensi

Baby Center. Talking back

Very Well Family. How to Handle Preschoolers

Parenting for Brain. How to Deal with Kids

Education. Talk Back



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.