Menu
Informasi tentang Kesehatan

Kaki Bayi Terlihat Bengkok, Tak Perlu Khawatir, ya

  • Bagikan

Saat membawa pulang si Kecil yang baru lahir, Mums mungkin memerhatikan banyak hal asing yang tak diperkirakan sebelumnya. Seperti tubuh bayi yang berbulu, kulitnya yang keriput, atau bahkan bentuk kakinya yang terlihat seperti bengkok. Tak perlu panik, hal ini umum terjadi pada bayi, kok. Tapi, perlu diketahui juga ya, kondisi apa yang masih termasuk normal dan mana yang perlu mendapat pemeriksaan dokter. Mari simak lebih lanjut di sini.

 

Kaki Bayi Wajar Bila Bengkok

Hari-hari pertama bertemu si Kecil dan menjadi ibu memang penuh cerita. Khusus untuk penampilan fisik si Kecil, selama beberapa minggu pertama Mums akan melihat bahwa sebagian besar waktu bayi akan sering terlihat dalam posisi janin, yaitu genggaman tangan terkepal, siku ditekuk, pinggul dan lutut tertekuk, serta lengan dan kaki didekatkan ke bagian depan tubuhnya. 

 

Posisi ini mirip sekali dengan posisi janin selama bulan-bulan terakhir kehamilan. Sementara pada bayi yang lahir prematur mungkin menunjukkan beberapa perbedaan dalam postur, penampilan, aktivitas, dan perilakunya dibandingkan dengan bayi baru lahir cukup bulan.

 

Nah, satu hal yang pasti akan Mums sadari adalah tungkai kaki si Kecil terlihat membengkok setelah ia lahir. Karena kondisi ini pula, muncul mitos bahwa bayi baru lahir perlu dibedong dengan kencang agar kakinya dapat lurus. Walau hal ini sudah ditinggalkan lama, ternyata masih saja timbul kebingungan dan kekhawatiran kaki si Kecil akan tumbuh bengkok selamanya. 

 

Baca juga: Kenapa Ya Bayi Sering Ngeces?

 

Tapi tenang saja ya, Mums. Kondisi kaki bayi yang tidak lurus, atau biasa disebut genu varum, sangat wajar, kok. Bayi umumnya memang lahir dengan kaki tertekuk karena ia telah menghabiskan kurang lebih 40 minggu meringkuk di dalam rahim. Berkat posisi meringkuk ini, si Kecil dapat muat di dalam rahim Mums. 

 

Kaki yang tertekuk ini umumnya akan lurus dengan sendirinya di saat ia mulai berjalan dan kakinya menanggung beban. Di saat ia menginjak usia 2 tahun, kaki si Kecil pun akan terkoreksi dengan sendirinya dan lurus sebagaimana mestinya kedua pasang kaki pada umumnya. Perlu Mums ketahui juga, kaki bayi yang terlihat membengkok hingga batas usia normal, tidak menyebabkan keterlambatan berjalan atau memengaruhi kemampuan bayi untuk belajar berjalan.

 

Baca juga: Bolehkah Anak-anak Makan Popcorn?

 

 

Kapan Perlu Waspada?

Seiring bertambahnya usia, balita akan sangat aktif bergerak dan berpindah tempat dengan kakinya. Namun, waspadalah jika kedua atau salah satu kaki si Kecil masih terlihat bengkok di atas usia 2 tahun. Pasalnya, ini bisa menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti:

  • Rakhitis, yaitu masalah pertumbuhan tulang karena kekurangan vitamin D atau kalsium. Kasus ini sering terjadi di negara berkembang di mana anak-anak tidak mendapatkan cukup makanan yang diperkaya dengan vitamin D. Terkadang rakhitis juga dapat diturunkan dalam keluarga karena masalah genetik yang memengaruhi cara tubuh menggunakan vitamin D.
  • Penyakit Blount, yaitu gangguan pertumbuhan yang memengaruhi tulang kaki. Penyakit ini lebih sering terjadi pada anak-anak yang kelebihan berat badan, mulai berjalan pada usia dini, serta memiliki anggota keluarga yang mengalami kondisi tersebut
  • Kondisi yang dapat memengaruhi pertumbuhan tulang di sekitar lutut, seperti cedera, infeksi, atau tumor.

 

Perlu diketahui, kondisi kaki bengkok tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan pada si Kecil. Artinya, pengamatan Mums yang akan menjadi pengingat apakah pertumbuhan si Kecil normal atau tidak. 

 

Jika mencurigai adanya kelainan pada pertumbuhan kakinya, Mums dapat menemui dokter spesialis anak terlebih dulu, lalu melanjutkannya ke dokter ortopedi (spesialis tulang). Dokter lalu akan melakukan serangkaian wawancara dan pemeriksaan untuk memastikannya. Pemeriksaan X-ray mungkin diperlukan untuk mencari penyakit Blount atau rakhitis. Jika rakhitis dicurigai, tes darah dapat membantu menegakkan diagnosis tersebut. (IS)

 

Baca juga: Jangan Sampai Anemia, Berikut 7 Jenis Makanan Kaya Zat Besi untuk Anak!

 

Referensi:

Kids Health. Bow Legs

Web MD. Foot and Legs Problems in Babies

Parenting First Cry. Babies’ Leg Development

The Bump. Why Newborn’s Legs Bowed?

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.