Menu
Informasi tentang Kesehatan

Kulit Bayi Kuning karena Makan Terlalu Banyak Wortel

  • Bagikan

Saat buah hati sudah memasuki usia 6 bulan, artinya sudah waktunya bagi Mums untuk mengenalkan bayi pada MPASI. Saat memberikan makanan pertama bayi, tentunya Mums ingin memberikan makanan yang sehat dan bergizi. Salah satu makanan bergizi yang banyak diberikan ibu-ibu pada buah hatinya yang baru mengenal MPASI adalah wortel. Namun, setelah beberapa waktu diberi wortel, Mums mungkin melihat bahwa kulit si kecil, terutama telapak tangan dan kaki menjadi kekuningan yang membuat Mums bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan si kecil?

 

Tenang-tenang, perubahan warna kulit menjadi kuning ini bukan karena bayi mengalami penyakit kuning, melainkan karotenemia. Sederhananya, karotenemia adalah perubahan warna kulit bayi menjadi kekuningan akibat diberi banyak makanan yang tinggi karoten, salah satunya wortel. Berbeda dengan penyakit kuning yang menyebabkan bagian putih mata menjadi kuning, karotenemia tidak menyebabkan mata menjadi kuning.

 

Sekarang, Mums pasti bertanya-tanya, apakah karotenemia berbahaya? Apakah kulit bayi yang terlanjur menjadi kuning karena makanan bisa sembuh? Apakah karotenemia bisa dicegah? Nah, semua pertanyaan Mums akan dijawab pada pembahasan berikut ini.

 

Baca juga: Benarkah Wortel Dapat Menyebabkan Alergi?
 

Mengenal Karotenemia, Penyebab Kulit Bayi menjadi Kuning.

Di sini, Mums akan diajak membahas lebih dalam seputar karotenemia.

Apa Itu Karotenemia

Karotenemia terjadi saat kulit bayi berubah menjadi kuning atau oranye setelah mengonsumsi terlalu banyak makanan yang tinggi karoten, seperti wortel. Selain wortel, makanan lain yang juga tinggi karoten, meliputi:

  • labu
  • ubi jalar
  • jagung
  • kuning telur
  • bayam
  • aprikot
  • blewah
  • mangga
  • jeruk.

Jadi, bukan hanya buah dan sayuran berwarna kuning atau oranye saja yang bisa menyebabkan karotenemia. Sayuran dan buah-buahan lain dengan warna hijau yang mengandung karoten tingkat tinggi juga dapat menyebabkan karotenemia.

 

Baca juga: Resep MPASI Berbahan Wortel untuk Bayi 6 Bulan

 

Apakah Karotenemia Berbahaya

Kabar baiknya, karotenemia tidak berbahaya dan Mums tidak perlu menyingkirkan wortel atau makanan tinggi karoten lainnya dari MPASI. Kemungkinan besar, kondisi ini akan hilang seiring waktu seiring bertambahnya usia anak dan semakin banyaknya variasi makanan yang dikonsumsi si kecil.

 

Bagaimana Kulit Berubah menjadi Kuning

Kelebihan beta-karoten dalam darah menempel ke area tubuh yang memiliki kulit lebih tebal, seperti telapak tangan, telapak kaki, lutut, siku dan lipatan di sekitar hidung. Dan, warna kuning ini bisa tampak lebih jelas pada bayi yang berkulit terang. 

 

Karotenemia dapat terjadi pada orang-orang dari semua umur, tetapi bayi lebih mungkin mengembangkan karotenemia. Ini karena makanan bayi disiapkan dengan cara dihaluskan, yang kemudian meningkatkan penyerapan karoten ke dalam tubuh.

 

Baca juga: Bayi Baru Lahir Sakit Kuning, Bukan Hanya Karena Kurang Dijemur, lho

 

Pengobatan Karotenemia

Sebenarnya, karotenemia bukanlah kondisi yang berbahaya, tetapi Mums bisa membantu mengatasi karotenemia pada si kecil dengan memodifikasi pola makannya. Kurangi makan-makanan yang tinggi karoten dan beri si kecil makanan yang lebih bervariasi.

 

Perlahan, warna kulit si kecil akan kembali seperti semula. Namun, ini mungkin memerlukan waktu beberapa bulan hingga kulit bayi kembali normal sepenuhnya.

 

Pencegahan

Ada beberapa cara untuk mencegah karotenemia. Cara termudahnya adalah dengan memberikan bayi makanan yang bervariasi. Mums juga bisa memastikan bayi makan berbagai makanan berwarna berbeda setiap minggu.

 

Akhir kata, saat pertama kali menyadari bahwa kulit bayi berubah menjadi kuning atau oranye, Mums mungkin akan sedikit khawatir dan berpikir bayi sedang sakit kuning. Namun, jika Mums yakin bahwa perubahan warna kulit ini disebabkan oleh makanan, Mums tidak perlu khawatir. Sebaliknya, jika Mums tidak yakin penyebab kulit bayi menjadi kuning atau ini disertai gejala lain, tidak ada salahnya jika Mums membicarakan hal ini pada dokter anak.

 

Baca juga: Kurang Serat, Begini Trik Agar Anak Suka Makan Buah dan Sayur!

 

 

Sumber:

Health.clevelandclinic.org. Can-eating-too-many-carrots-turn-your-skin-orange/

Healthjade.net. Karotenemia

Verywellfamily.com. Carotenemia-and-yellow-colored-skin

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.