Menu
Informasi tentang Kesehatan

Langkah Merawat Anggota Keluarga Isolasi di Rumah

  • Bagikan

Di tengah meningginya kasus harian Covid-19, semua orang memang dituntut untuk waspada. Lalu, bagaimana ya jika suami terinfeksi dan terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah yang sama? Tak perlu panik, ini yang harus Mums lakukan.

 

Kapan Bisa Isolasi Mandiri?

Dengan tingginya kasus Covid-19 saat ini, siapa pun bisa terpapar. Jika merasakan gejala demam, sakit tenggorokan, batuk kering, pilek, merasa sangat lelah, atau sakit tanpa alasan yang jelas, sudah sangat wajar jika dicurigai sebagai gejala Covid-19 varian Omicron.

 

Beberapa gejala lain, termasuk mual, diare dan tiba-tiba kehilangan indra penciuman atau perasa, juga bisa dirasakan. Pada kondisi ini, akan sangat dianjurkan untuk segera melakukan tes antigen maupun PCR swab, lalu menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

 

Bagi pasien Omicron yang tidak mengalami gejala (asimptomatik) dan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri jika memenuhi syarat klinis dan syarat rumah berdasarkan ketentuan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), yaitu:

1. Syarat klinis dan perilaku:

  • Pasien berusia 45 tahun ke bawah.
  • Tidak memiliki komorbid.
  • Dapat mengakses telemedisin atau layanan kesehatan lainnya.
  • Berkomitmen untuk diisolasi sebelum diizinkan keluar.

 

2. Syarat rumah:

  • Pasien harus tinggal di kamar terpisah.
  • Tersedia kamar mandi terpisah dengan penghuni rumah lainnya.
  • Dapat mengakses pulse oksimeter.
  • Mempunyai peralatan pendukung.
  • Apabila tidak memenuhi syarat klinis dan rumah, pasien harus melakukan isolasi di fasilitas isolasi terpusat.

 

Sementara untuk waktu isoman terbagi menjadi beberapa kriteria, yaitu:

  • Jika tidak bergejala (asimptomatik), isolasi dilakukan selama minimal 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
  • Jika mengalami gejala, isolasi dilakukan selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan. Apabila masih terdapat gejala setelah hari ke 10, isolasi mandiri masih tetap dilanjutkan sampai dengan hilangnya gejala tersebut ditambah 3 hari.
  • Jika telah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman, dapat melakukan pemeriksaan NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) termasuk pemeriksaan RT-PCR (Real Time PCR) pada hari ke-5 dan ke-6, dengan selang waktu pemeriksaan 24 jam. Jika hasilnya negatif atau Ct> 35 2 kali berturut-turut, maka dapat dinyatakan selesai isolasi/sembuh. 
  • Jika sudah mengalami perbaikan klinis pada saat isoman, tetapi tidak melakukan pemeriksaan NAAT termasuk RT-PCR pada hari ke-5 dan ke-6 dengan selang waktu 24 jam, maka pasien harus melakukan isolasi sebagai ketentuan kriteria selesai isolasi/sembuh, yaitu isolasi selama 10 hari sejak muncul gejala ditambah 3 hari bebas gejala demam dan gangguan pernapasan.

 

Baca juga: Kenali Perbedaan Flu dan Omicron pada Anak

 

Yang Perlu Mums Lakukan

Pada kebanyakan kasus Omicron, seseorang hanya akan mengalami penyakit ringan dan bisa sembuh di rumah. Gejala mungkin berlangsung beberapa hari dan akan merasa lebih baik dalam waktu sekitar seminggu. Perawatan umumnya ditujukan untuk menghilangkan gejala dan istirahat. Tidak lupa untuk mendapatkan asupan cairan yang cukup dan mengonsumsi penghilang rasa sakit jika dibutuhkan. Inilah yang membuat isoman di rumah menjadi pilihan.

 

Di satu sisi, melakukan isoman di rumah tentunya lebih nyaman. Di sisi lain, jika kondisi ini terjadi pada keluarga dan mengharuskan Mums untuk merawat di rumah, memang membutuhkan ketelatenan dan protokol kesehatan yang ketat. Ada beberapa hal yang perlu Mums perhatikan, antara lain:

 

1. Mums harus dalam kondisi sehat

Merawat anggota keluarga untuk isoman di rumah mewajibkan Mums dalam kondisi sehat. Selain itu, pastikan Mums sudah divaksinasi lengkap, berusia di bawah 60 tahun, dan tidak memiliki penyakit bawaan yang dapat berisiko menimbulkan gejala berat jika Mums terinfeksi, termasuk jika sedang hamil. Pasalnya, infeksi Covid-19 pada ibu hamil menimbulkan risiko gejala berat yang membutuhkan perawatan intensif, memperbesar risiko persalinan prematur, serta keguguran.

 

2. Pastikan memiliki obat-obatan dan alat kesehatan

Pada penderita Omicron tanpa gejala, umumnya disarankan untuk mengonsumsi vitamin C, B, E, dan D, zinc, serta obat-obatan yang mengandung antioksidan. Sementara, untuk penderita gejala ringan, disarankan untuk mengonsumsi vitamin C, B, E, dan D, zinc, antivirus, paracetamol (bila demam), serta pengobatan komorbid dan komplikasi yang ada.

 

Untunglah, pasien Covid-19 yang melakukan isoman kini bisa mendapatkan layanan konsultasi kesehatan atau telemedisin dari pemerintah. Melalui layanan ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan obat maupun vitamin gratis yang dibutuhkan selama masa isolasi.

 

Untuk mendapatkan layanan telemedisin, pastikan melakukan tes PCR atau antigen di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kementerian Kesehatan. Jika hasilnya positif, pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes RI secara otomatis. Bisa pula memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.idSelain obat-obatan dan vitamin, sediakan pula termometer untuk memantau suhu tubuh serta oksimeter untuk memantau saturasi oksigen dan denyut nadi.

 

3. Pastikan kebutuhan dasar terpenuhi 

Untuk mendukung penyembuhan, penting bagi Dads atau siapa pun yang sakit akibat infeksi Covid-19 untuk mengasup banyak cairan dan istirahat. Tak ada makanan khusus untuk mempercepat penyembuhan, tetapi pastikan asupan makanan harian memenuhi kriteria gizi cukup dan seimbang, yang terdiri atas nutrisi makro (karbohidrat, protein, dan lemak), serta nutrisi mikro (buah dan sayur) pada 3 kali waktu makan.

 

Selain memenuhi kebutuhan fisik, jangan lupa untuk memberikan dukungan moral kepada Dads selama masa sulit ini. Walau sedang tak bisa berinteraksi tatap muka, rutinlah untuk mengajak Dads mengobrol via video call atau chat untuk menanyakan kabarnya dan menjaganya agar tidak merasa kesepian.

 

Baca juga: 3 Jenis Minuman Herbal Paling Banyak Dicari Saat Gelombang Omicron

 

4. Batasi interaksi fisik 

Setelah merasakan gejala atau telah mendapatkan hasil tes positif, Dads maupun anggota keluarga lainnya harus segera ditempatkan di dalam ruangan terpisah dengan aliran udara yang baik. Hindarilah kontak yang tidak perlu dengan Dads atau setidaknya 1 meter untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

 

CDC pun merekomendasikan agar pasien Covid-19 selalu mengenakan masker meski di rumah sendiri. Namun dalam praktiknya, mungkin tidak nyaman bagi seseorang yang sakit memakai masker sepanjang waktu di rumah. Oleh karena itu, pastikan Mums untuk membatasi interaksi tersebut dengan memberikan jarak minimal 1 meter ketika mengantarkan makanan atau berinteraksi lainnya.

 

5. Selalu gunakan alat pelindung diri dan sediakan sanitizer

Virus SARS-CoV-2 sangat mudah menyebar melalui droplet yang dikeluarkan ketika bernapas, berbicara, batuk, bersin, tertawa, dan lain-lain. Maka, pastikan memiliki persediaan masker medis yang cukup untuk dipakai oleh Mums dan Dads setiap hari. 

 

Selain itu, lindungi diri Mums untuk seminimal mungkin terpapar droplet dengan menggunakan sarung tangan sekali pakai, baju berlengan panjang, celana panjang, kaos kaki, dan penutup kepala, terutama saat akan mengantarkan makanan untuk Dads atau melakukan aktivitas lain yang menuntut interaksi langsung. Jangan lupa, pastikan untuk mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik.

 

6. Bersihkan rumah secara rutin

Rutinlah untuk melakukan desinfeksi pada permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, saklar lampu, hingga handphone. Maka dari itu, siapkan produk pembersih, seperti deterjen, desinfektan, serta sarung tangan sekali pakai, untuk menyeka permukaan yang sering disentuh.

 

Belilah desinfektan berlabel “hospital grade”, yang dapat efektif membunuh virus, atau menggunakan produk berbahan dasar klorin seperti pemutih. Selain itu, sediakan akses mudah ke tisu, tempat sampah, dan sabun atau hand sanitizer di seluruh rumah agar Mums dan penghuni rumah lainnya terjaga dari paparan virus.

 

 

7. Perbaiki sirkulasi udara di rumah

Membawa udara luar yang segar ke dalam rumah akan sangat membantu mencegah partikel virus terakumulasi di dalam. Bukalah pintu dan jendela sebanyak mungkin setiap hari untuk membawa udara luar yang segar.

 

Jika membuka jendela atau pintu tidak aman, gunakan cara lain untuk mengurangi partikel virus di udara, seperti menggunakan penyaring udara atau menyalakan exhaust fan. Cara lain yang bisa dicoba adalah menggunakan kipas angin untuk memindahkan partikel virus di udara dari dalam rumah ke luar. Tempatkan kipas angin sedekat mungkin dengan jendela atau pintu yang terbuka yang bertiup ke luar. 

 

8. Cek berkala dan perhatikan tanda bahaya

Walau Dads termasuk sebagai pasien tanpa gejala atau ringan, segalanya dapat berubah secara cepat. Maka, pastikan untuk memeriksa Dads secara berkala. Amati pula segala bentuk gejala dengan teliti dan segeralah meminta bantuan medis jika Dads menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas, nyeri dada terus-menerus, kesulitan bangun atau tetap terjaga, serta bibir atau wajah kebiruan.

 

9. Simpan Nomor Penting

Ini penting untuk dilakukan jika Mums membutuhkan bantuan cepat. Nomor-nomor penting yang harus disimpan antara lain hotline Depkes (112 dan 081 112 112 112), hotline Puskesmas terdekat, dan nomor kontak lokasi isolasi terpusat. Jangan lupa untuk menyimpan nomor tetangga dan keluarga.

 

10. Tetap di rumah

Walau Mums berada dalam kondisi sehat dan hasil tes menunjukkan negatif, alangkah baiknya jika Mums tetap berada di rumah. Pasalnya, jika terdapat satu orang terinfeksi di rumah, semua orang di rumah harus menganggap diri mereka mungkin memiliki infeksi tanpa gejala atau pra-gejala, meskipun mereka merasa baik-baik saja.

 

Itu berarti, Mums perlu melakukan karantina mandiri di rumah dan meminta teman atau tetangga untuk membantu tugas penting, seperti berbelanja bahan makanan, sehingga dapat meminimalkan risiko penyebaran virus. (AS)

 

Baca juga: Kasus Omicron Makin Bertambah, Catat Panduan Pengobatannya!

 

Referensi

Kemenkes RI. Panduan Isoman

Cleveland Clinic. Taking Care Covid-19 At Home

CDC. Caring for Self Isolation At Home

Mayo Clinic. Treating Covid-19 At Home



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.