Menu
Informasi tentang Kesehatan

Merasakan Kontraksi, Tak Perlu Buru-buru ke Rumah Sakit, Ya

  • Bagikan

Rasanya enggak sabar sekaligus deg-degan ya Mums menanti hari persalinan. Makin dekat dengan Hari Perkiraan Lahir (HPL), bawaannya parno dan kepingin buru-buru ke rumah sakit ketika merasakan kontraksi. Eits, tetapi tunggu dulu. Tak selalu kontraksi artinya harus bergegas ke rumah sakit, lho. Yuk, kenali dulu tanda-tandanya.

Kenali Kontraksi

Selamat ya Mums telah berhasil melewati trimester dua dan kini kehamilan Mums sudah mencapai tahap akhir. Memasuki usia kehamilan 37 minggu dan seterusnya, Mums memang akan diminta berjaga-jaga dan waspada karena sewaktu-waktu si Kecil dapat lahir.

Bingung kapan harus ke rumah sakit? Mums enggak sendirian kok karena mengenali tanda persalinan memang bisa menantang bagi calon ibu di persalinan pertamanya. Sebagai gambaran umum, setiap persalinan spontan akan melewati tiga tahap, yaitu:

  • Tahap pertama yang terdiri dari fase laten (awal) dan fase aktif.
  • Tahap kedua yaitu proses mengeluarkan bayi.
  • Tahap ketiga yaitu mengeluarkan plasenta dari rahim.

Dari ketiganya, tahap pertama merupakan yang terpanjang dan di sinilah yang menentukan kapan Mums perlu pergi ke rumah sakit. Di tahap pertama ini Mums akan mulai merasakan kontraksi yang terus-menerus. Kontraksi menjadi semakin kuat, teratur, dan lebih sering dari waktu ke waktu. Fungsi kontraksi adalah untuk membuka leher rahim (serviks), membuatnya lunak, memendek, dan menipis untuk memungkinkan bayi melewatinya.

Selama fase awal berlangsung, umumnya akan terjadi beberapa hal berikut:

  • Pelebaran dan penipisan serviks akan membuat Mums merasakan kontraksi ringan dan tidak teratur. Kontraksi akan berlangsung sekitar 30-45 detik, dengan jeda 5-30 menit di antara kontraksi.
  • Kontraksi biasanya ringan dan agak tidak teratur, tetapi menjadi semakin kuat dan lebih sering.
  • Kontraksi bisa terasa seperti sakit di punggung bagian bawah, kram menstruasi, dan tekanan atau pengencangan di area panggul
  • Serviks akan menipis dan melebar hingga 4 cm.
  • Keluar cairan berwarna merah muda bening atau sedikit darah dari vagina. Ini adalah sumbat lendir yang menghalangi pembukaan serviks selama kehamilan.
  • Mums akan mulai merasa sakit dan sedikit tidak nyaman, tetapi masih terlalu dini untuk pergi ke rumah sakit. Pasalnya, durasi fase awal tidak dapat diprediksi dan sangat bervariasi antara satu ibu dan lainnya. Fase ini bisa berlangsung sekitar 8-12 jam, bahkan hingga beberapa hari untuk persalinan pertama kali.
  • Kantong ketuban Mums bisa saja pecah di saat ini. Saat ketuban pecah, perhatikan warna dan bau cairan, serta waktu pecah terjadi.
  • Bayi bergerak dan menendang lebih sering dari biasanya atau merasakan tekanan tambahan jika bayi sudah masuk panggul.
  • Terkadang, fase awal dapat berhenti sebentar. Sambil menunggu, Mums disarankan untuk tetap rileks, banyak berjalan, berbaring dalam posisi yang nyaman, dan mulai mengaplikasikan teknik pernapasan.
Baca juga: Kenapa Persalinan Bisa Macet?

Kapan Harus ke Rumah Sakit?

Setelah berhasil melewati fase laten, Mums akan sampai di fase aktif. Di sinilah Mums disarankan untuk bergegas ke rumah sakit karena proses melahirkan si Kecil semakin dekat. Mums akan mengetahui telah beralih ke fase aktif ketika kontraksi makin teratur dari segi intensitas dan frekuensinya. Tanda-tanda yang bisa Mums kenali adalah:

  • Kontraksi terasa seperti kram menstruasi yang sangat kuat.
  • Mums merasakan tekanan atau nyeri tumpul di punggung dan perut bagian bawah yang bergerak dalam gerakan seperti gelombang dari atas rahim ke bawah.
  • Kaki terasa kram.
  • Merasa mual, bahkan beberapa hingga muntah.
  • Selama kontraksi, perut terasa keras.
  • Kontraksi berjarak setiap 3- 5 menit, berlangsung selama 45-60 detik selama 1 jam penuh. Metode penghitungan kontraksi ini seringkali disebut sebagai “Aturan 411” atau “Aturan 511”.
  • Mums akan mengalami perubahan suasana hati dan perilaku dalam mengatasi kontraksi.
Baca juga: Kenapa ya, Jadi Sulit BAB Pasca Melahirkan?

Selama fase aktif, serviks (jalan lahir) akan terbuka atau melebar dari 4 sentimeter menjadi 7 sentimeter. Kontraksi malah akan terjadi lebih cepat jika ketuban Mums sudah pecah. Fase ini akan berlangsung selama 4-8 jam atau lebih, dan rata-rata serviks akan melebar sekitar 1 sentimeter per jam.

Rasa nyeri kontraksi di fase ini akan sangat intens Mums rasakan. Maka dari itu, Mums bisa mempertimbangkan beberapa cara untuk meningkatkan kenyamanan selama fase aktif, seperti:

  • Rutin mengubah posisi.
  • Memutar pinggul di atas gym ball.
  • Berjalan-jalan.
  • Bernapas dalam dan panjang.
  • Meminta suami untuk memijat lembut area punggung bawah.

Bagian terakhir dari fase aktif sering disebut sebagai fase transisi. Selama fase ini, Mums akan sangat bergantung pada suami atau perawat untuk memberikan dukungan karena merupakan fase yang paling menantang, tetapi juga yang terpendek.

Di fase ini, akan terjadi beberapa hal yaitu:

  • Transisi akan berlangsung sekitar 30 menit-2 jam.
  • Serviks akan melebar sepenuhnya dari 8 sentimeter menjadi 10 sentimeter.
  • Kontraksi selama fase ini akan berlangsung sekitar 60-90 detik dengan jeda 30 detik-2 menit.
  • Kontraksi selama fase ini berlangsung lama, kuat, intens, dan dapat tumpang tindih.
  • Terasa tekanan di punggung bawah dan rektum, mirip seperti dorongan saat akan BAB.
  • Mums bisa saja merasakan sensasi panas di area dada, leher, dan wajah (hot flashes).
  • Menggigil, mual, muntah, atau bersendawa.
  • Mums akan mulai merasakan dorongan untuk mengejan. Namun ingat, hindari mengejan sebelum mendapat arahan dari bidan. Mengejan terlalu cepat bisa membuat Mums lelah dan malah menyebabkan leher rahim membengkak, yang mungkin menunda persalinan.
  • Mums disarankan untuk bernapas pendek-pendek dengan metode tiup-tiup untuk membantu meringankan nyeri kontraksi.

Saat akhirnya serviks membuka secara sempurna, inilah saatnya Mums untuk mulai mengejan dan bertemu dengan si Kecil. Semoga semua berjalan dengan lancar ya, Mums. (IS)

Baca juga: Atonia Uteri, Komplikasi Persalinan yang Perlu Diwaspadai

Referensi

VeryWell. Go to The Hospital for Labor

Healthline. Labor

Mayo Clinic. Stages of Labor

American Pregnancy. First Stage of Labor

Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.