Menu
Informasi tentang Kesehatan

Mitos Paling Banyak Ditanyakan saat Hamil Muda

  • Bagikan

Hasil test pack menunjukkan dua garis? Wah, selamat ya, Mums. Trimester pertama kehamilan merupakan masa yang penting dan krusial. Pada fase ini, organ janin seperti sistem saraf, otak, dan jantung sudah mulai berkembang. Trimester pertama kehamilan juga sering dianggap sebagai masa rentan kehamilan dengan risiko keguguran. Tak heran, banyak sekali anggapan yang dipercaya, padahal belum tentu benar. Agar tak sampai salah, yuk simak apa saja mitos dan fakta trimester 1 yang perlu Mums ketahui.

 

1. Olahraga saat hamil bisa memicu keguguran

 

Tetap sehat dan bugar saat hamil adalah salah satu hal terbaik yang dapat Mums lakukan untuk diri sendiri dan si Kecil. Jadi, jawabannya, mitos ya.

 

Dalam kondisi kehamilan yang tidak berisiko, olahraga memiliki manfaat yang banyak untuk Mums. Seperti, menjaga penambahan berat badan agar tidak berlebihan, menyiapkan tubuh untuk menahan lebih banyak beban, dan membuat Mums bugar saat persalinan nanti. Selain itu, ibu hamil yang rutin berolahraga juga mengalami keluhan kehamilan yang minimal dan tidur lebih nyenyak, lho. 

 

Pilihlah olahraga yang ringan dan santai, seperti berjalan kaki, yoga, berenang, atau senam hamil. Dan jangan lupa, konsultasikan dengan dokter agar semuanya aman, ya.

 

2. Makan nanas saat hamil muda membuat keguguran

 

Ini dia kepercayaan yang menempati urutan teratas di mitos-fakta kehamilan. Padahal, sebenarnya hanya mitos! 

Nanas mengandung enzim bromelain yang dapat memecah protein dalam tubuh dan menyebabkan perdarahan.Tapi, satu hal yang perlu digarisbawahi adalah, jumlah bromelain dalam nanas sangat kecil. Menurut studi, untuk memicu kontraksi atau melunaknya leher rahim, Mums perlu memakan buah nanas kurang lebih sebanyak delapan buah. 

 

Dengan kata lain, mengonsumsi nanas dalam jumlah sedikit atau batas wajar tidak mungkin menyebabkan pendarahan atau keguguran. Malah, nanas merupakan sumber vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh dan vitamin B kompleks untuk mengoptimalkan perkembangan janin.

 

3. Tidak mual-muntah, kehamilan bermasalah

 

Mums mendapat kenikmatan hamil tanpa keluhan mual-muntah? Wah, beruntung banget! Tenang saja, kehamilan tanpa gejala mual ataupun muntah tergolong aman, kok! Jadi, anggapan yang bilang hamil berbahaya jelas hanya mitos.

Setiap ibu hamil memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada yang mengalami mual dan muntah di awal kehamilan, ada pula yang tidak, namun kandungannya tetap baik-baik saja. Selain itu, kebanyakan wanita juga baru mengalami mual saat memasuki masa kehamilan 8–14 minggu.

Perlu diketahui, mual bukanlah satu-satunya tanda kehamilan yang sehat. Memang, telah diketahui bahwa mual saat hamil adalah pertanda baik karena menandakan adanya hormon kehamilan yang tinggi. Namun, tidak adanya mual-muntah juga bukan pertanda kehamilan rentan keguguran.

Jika Mums tidak mual-mual, kemungkinan ini disebabkan oleh tubuh yang bisa beradaptasi dengan cepat dengan kenaikan hormon kehamilan Human Chorionic Gonadotropin atau hCG. Justru, Mums bisa dibilang termasuk dalam kelompok ibu hamil dengan kondisi fisik yang kuat dalam menghadapi perubahan pada kehamilan.

 

Baca juga: 7 Tips Jitu untuk Melahirkan Normal

 

 

 

 

4. Porsi makan ibu hamil harus 2 kali lipat

 

Eits, tunggu dulu. Ini hanya mitos, ya! Memang, tubuh Mums sedang mengandung satu makhluk hidup baru di dalam rahim. Namun, bukan berarti Mums wajib untuk melipatgandakan porsi makan.

Menjaga porsi makan selama hamil malah merupakan salah satu cara agar kenaikan berat badan selama hamil tidak berlebihan, sehingga kehamilan Mums lancar. Wanita normal membutuhkan asupan 1500-200 kalori per hari. Pada trimester pertama, porsi makan saat hamil hanya dianjurkan untuk bertambah hingga 100 kalori per hari (1 gelas susu), dan masing-masing 200 kalori per hari (1 gelas susu, sebutir apel, dan sedikit biskuit kering) untuk dua trimester lanjutan (kedua dan ketiga).

Selain jumlah kalori, Mums juga harus memerhatikan kandungan gizi serta nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi, karena dapat berpengaruh pada perkembangan bayi di dalam kandungan. Beberapa nutrisi yang perlu dipenuhi selama kehamilan antara lain protein, karbohidrat, serta nutrisi mikro seperti zat besi, asam folat, dan vitamin D.

 

5. Ngidam tak dituruti, si Kecil akan ngeces nantinya

 

Sering kali ibu hamil menginginkan sesuatu, entah makanan, minuman, atau hal lainnya. Konon, keinginan ini harus dipenuhi agar si Kecil tidak mengeluarkan air liur berlebihan alias ngeces saat sudah lahir nanti. Beneran enggak, sih? Jawabannya mitos ya, Mums dan tidak pernah terbukti dalam dunia medis.

Ngeces merupakan pengeluaran cairan ludah dari rongga mulut yang tidak disengaja. Ngeces biasanya terjadi pada usia 3 bulan dan merupakan hal normal dalam tumbuh kembang bayi, karena kelenjar air liurnya baru aktif. Fase ini bersamaan dengan bayi mulai belajar mengunyah, sehingga sering memasukkan tangan ke mulut yang tentunya akan merangsang air liur.

Selain itu, ada beberapa penyebab lain mengapa si Kecil jadi sering ngeces, seperti sedang tumbuh gigi, sakit (misalnya pilek), atau kondisi medis lainnya seperti cerebral palsy.

 

Baca juga: Rahim Lemah, Apa Itu dan Bagaimana Pengaruhnya pada Kehamilan?

 

6. Berhubungan seks menyebabkan keguguran

 

Banyak banget lho yang mau bertanya soal ini, tapi malu. Jawabannya, mitos ya, Mums.

 

Selama kehamilan Mums sehat dan dokter memberi lampu hijau, berhubungan intim saat hamil tentu saja diperbolehkan. Bahkan, melakukan hubungan seks saat hamil terbilang aman. 

Perlu dicatat, sekitar setengah dari keguguran yang terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan, adalah akibat kelainan kromosom yang berkembang selama pembuahan embrio. Artinya, hal tersebut terjadi tanpa ada hubungannya dengan apa pun yang Mums lakukan. Bahkan, banyak penyebab keguguran yang juga tidak diketahui.

Walau begitu, keguguran dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko, seperti:

  • Infeksi dan penyakit penyerta yang Mums miliki.
  • Gangguan hormon.
  • Kelainan rahim.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti Accutane.
  • Merokok.
  • Gangguan reproduksi yang mengganggu kesuburan, seperti endometriosis dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Tak perlu khawatir, janin di dalam rahim terlindungi oleh kantung ketuban, otot rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutup leher rahim. Selama berhubungan seksual, penetrasi penis juga tidak menembus leher rahim sehingga tidak akan menyakiti bayi. Yang perlu diingat, prostaglandin di dalam air mani dapat memicu kontraksi rahim, terutama di trimester pertama. Jadi, ingatkan pak suami untuk menggunakan kondom, jika akan bercinta, ya.

 

Bagaimana, Mums jadi lebih tenang kan sekarang, setelah tahu kebenaran dari mitos yang banyak berkaitan dengan trimester pertama? Ingat, setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda-beda dan tidak bisa disamakan dengan kondisi bumil lainnya. Lebih baik, perbanyak bersyukur agar Mums tenang dan berkonsultasi langsung dengan dokter jika galau terhadap sesuatu hal. Sehat selalu ya, Mums! (IS)

 

Baca juga: Atonia Uteri, Komplikasi Persalinan yang Perlu Diwaspadai

 

Referensi:

Healthy Children. Drooling

VeryWell. Eating Pineapple

Healthline. Misscarriage

American Pregnancy. Exercise

Web MD. Pregnancy Nutrition

Healthline. Morning Sickness



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.