Menu
Informasi tentang Kesehatan

Penyebab Vagina Terasa Tertekan Saat Hamil

  • Bagikan

Selama kehamilan, banyak Mums yang merasakan adanya ketidaknyamanan dan tekanan di area sekitar vagina. Tak perlu khawatir karena kondisi ini sangat normal terjadi selama masa kehamilan.

 

Faktor utama penyebab munculnya rasa tekanan di area vagina saat hamil adalah ukuran rahim Mums yang kian membesar seiring pertambahan usia kehamilan. Secara lebih jelas, yuk ketahui lebih lanjut penyebab tekanan pada vagina selama hamil berikut ini!

 

Baca juga: 4 Masalah Vagina selama Hamil, Salah Satunya Rentan Infeksi!
 

Penyebab Tekanan pada Vagina

Tekanan yang dirasakan di area vagina selama hamil bisa berbeda satu sama lain. Beberapa Mums mungkin merasakan adanya tekanan yang kuat di vagina, sementara beberapa yang lain justru merasakan adanya tekanan yang tumpul di bagian panggul.

Di akhir kehamilan, biasanya tekanan ini seringkali disebabkan oleh berat bayi yang menekan dasar panggul. Meski begitu, masih ada kemungkinan penyebab lain dari kondisi ini, berikut di antaranya.

 

Trimester pertama

Pada trimester pertama ini pertambahan berat bayi masih tidak terlalu banyak, sehingga faktor utama penyebab munculnya tekanan pada vagina adalah perubahan hormon, yakni hormon relaksin. Hormon relaksin ini menyebabkan pengenduran otot, sehingga memudahkan bayi melewati area panggul saat lahir.

Namun, di awal kehamilan, kadar relaksin akan berada pada jumlah tertingginya untuk membantu sel telur yang dibuahi tertanam di lapisan rahim. Bagi sebagian wanita, relaksin dapat menyebabkan nyeri atau ketegangan otot, termasuk di dalam atau di sekitar vagina.

 

Trimester kedua dan ketiga

Pada trimester kedua dan ketiga, kombinasi dari melemahnya dasar panggul serta peningkatan berat badan yang menekan panggul dapat menyebabkan tekanan pada vagina.

Dasar panggul menyerupai sabuk yang tersusun dari otot. Sabuk ini mendukung organ panggul, termasuk rahim, vagina, uretra, dan kandung kemih. Selama kehamilan, dasar panggul ini mungkin akan sedikkit melemah.

Pada wanita yang pernah melahirkan sebelumnya juga lebih mungkin mengalami kerusakan pada dasar panggulnya. Kondisi ini dapat menyebabkan semakin melemahnya dasar panggul pada kehamilan selanjutnya.

Selain itu, penambahan berat bayi di trimester kedua juga membuat rahim semakin membesar untuk memberi ruang bagi bayi. Perbesaran rahim ini kemudian menyebabkan lebih banyak tekanan pada tubuh bagian bawah, termasuk vagina.

 

Baca juga: Mums, Waspadai Varises Vagina saat Hamil!
 

Faktor lain

Beberapa faktor lain juga dapat menyebabkan adanya tekanan pada vagina atau panggul di sepanjang masa kehamilan. Faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Sembelit

Konstipasi atau sembelit dapat menyebabkan rasa penuh atau tekanan pada vagina, terutama bila feses menjadi keras atau tidak buang air besar selama beberapa hari.

Untuk mengatasi kondisi ini, perbanyak minum cairan dan mengonsumsi makanan berserat tinggi ya, Mums.

 

2. Infeksi kandung kemih

Bagi beberapa wanita, tekanan atau rasa sakit pada vagina dapat menandakan infeksi kandung kemih. Selama hamil, kemungkinan mengalami infeksi kandung kemih memang meningkat.

Jika tekanan pada vagina atau panggul disertai dengan gejala lain, seperti sulit buang air kecil atau demam, maka segeralah konsultasikan dengan dokter. Infeksi kandung kemih sebenarnya mudah diobati, tertapi tanpa pengobatan yang tepat, infeksi ini dapat semakin buruk dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lain selama kehamilan.

 

3. Prolaps organ panggul (POP)

POP terjadi ketika organ di dalam atau dekat panggul bergerak ke bawah, terkadang ke dalam vagina atau rektum. POP dapat diobati, tetapi memang menyebabkan inkontinensia, nyeri hebat, dan komplikasi parah.

Apabila Mums merasakan tekanan yang cukup kuat pada bagian vagina atau bahkan ada sesuatu yang tampak mendorong vagina, segeralah konsultasikan dengan dokter.

 

4. Serviks yang lemah

Beberapa wanita memang memiliki kondisi serviks yang lemah, yang disebut dengan inkompetensi serviks atau insufisiensi serviks.

Dalam beberapa kasus, wanita dengan kondisi ini lebih mungkin mengalami keguguran atau melahirkan prematur karena leher rahim yang tidak cukup kuat untuk menopang rahim. Namun, dengan intervensi dini, kondisi serviks yang lemah bisa ditangani dengan baik.

 

Itulah beberapa kemungkinan penyebab munculnya perasaan tekanan pada vagina selama hamil. Apabila Mums mengalaminya, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat. (BAG)

 

Baca juga: Meski Aneh, Ini 8 Perubahan pada Vagina Selama Hamil!

 

 

Referensi

Medical News Today. “Is having vaginal pressure during pregnancy normal?”.

 

 

 

 



Dapatkan Informasi lengkap nya Disini Sumber

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.